Berita

BKSDA Aceh Sampaikan Duka Mendalam Terkait Musibah Warga Meninggal Dunia Akibat Interaksi Negatif Manusia dan Gajah di Bener Meriah

Minggu, 22 Feb 2026 | Siaran Pers

bksda-aceh-sampaikan-duka-mendalam-terkait-musibah-warga-meninggal-dunia-akibat-interaksi-negatif-manusia-dan-gajah-di-bener-meriah

SIARAN PERS
Nomor: SP. 48/HKLN/02/2026

Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh mengonfirmasi adanya insiden interaksi negatif antara manusia dan gajah sumatera yang menyebabkan seorang warga meninggal dunia di Desa Pantan Lah, Kecamatan Pintu Rime Gayo, Kabupaten Bener Meriah, pada Sabtu (21/2).

Korban teridentifikasi bernama Musahar (53). Meski sempat dilarikan ke Rumah Sakit Umum (RSU) Bireuen Medical Center (BMC) untuk mendapatkan pertolongan medis, nyawa korban tidak dapat terselamatkan akibat luka serius yang dideritanya.

Kepala Balai KSDA Aceh melalui Kepala Seksi Konservasi Wilayah I, Teuku Irmansyah, menyampaikan rasa duka cita mendalam kepada keluarga yang ditinggalkan.

"Kami turut berbelasungkawa atas musibah ini. Peristiwa ini menjadi pengingat bagi kita semua bahwa interaksi dengan satwa liar memiliki risiko tinggi karena perilaku satwa dipengaruhi oleh naluri alamiah yang sulit diprediksi," ujar Teuku Irmansyah.

Saat ini, tim BKSDA Aceh telah dikerahkan untuk memberikan pendampingan kepada keluarga korban. Namun, pengecekan langsung ke lokasi kejadian masih tertunda menunggu situasi keamanan di lapangan kondusif.

Berdasarkan keterangan yang dihimpun petugas dari istri dan anak almarhum, peristiwa tragis ini bermula saat korban bersama istrinya sudah tiga hari menginap di sebuah pondok kebun jagung yang berjarak sekitar 3 kilometer dari pemukiman. Pada Sabtu pagi sekitar pukul 06.00 WIB, Musahar menemukan jejak gajah liar di sekitar pondoknya dan berinisiatif mengikuti arah jejak tersebut. Tidak lama kemudian, terdengar raungan gajah sebanyak tiga kali dari arah lokasi korban berada. Merasa khawatir, istri almarhum segera menghubungi anaknya untuk mengecek kondisi korban. Saat diperiksa di lokasi, anak korban mendapati ayahnya sudah tergeletak dengan kondisi luka injakan di bagian dada dan rahang yang diduga kuat berasal dari gajah liar.

BKSDA Aceh mencatat beberapa faktor yang memicu kemunculan gajah liar di area perkebunan dan pemukiman di wilayah Bener Meriah dan Aceh Tengah belakangan ini, di antaranya kerusakan mitigasi berupa barrier atau pagar listrik (power fencing) yang berfungsi sebagai pembatas banyak ditemukan dalam kondisi rusak atau tidak terawat. Selain itu, terdapat perubahan jalur jelajah akibat bencana hidrometeorologis seperti banjir dan tanah longsor, yang diduga kuat mengubah pola pergerakan dan habitat alami gajah.

BKSDA Aceh mengimbau warga untuk sementara waktu menghindari aktivitas di area konflik dan tidak melakukan upaya penghalauan gajah secara mandiri.

"Apabila menemukan jejak atau keberadaan gajah di sekitar pemukiman, segera lapor ke petugas agar dapat ditangani sesuai prosedur keselamatan. Kami meminta masyarakat tetap waspada demi menghindari terulangnya kejadian serupa," tutup Irmansyah.


Jakarta, 22 Februari 2026

Informasi lebih lanjut:

  1. Kepala BKSDA Aceh,
    Ujang Wisnu Barata (0852-0780-4307)

  2. Kepala SKW 1 Lhokseumawe,
    Teuku Irmansyah, (0813-7701-0012)

  3. Call Center BKSDA Aceh (0853-6283-6024)

Penanggung jawab berita:
Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Kerjasama Luar Negeri, Kementerian Kehutanan,
Ristianto Pribadi

Website: www.kehutanan.go.id
Youtube: Kementerian Kehutanan
Facebook: Kementerian Kehutanan
Instagram: Kemenhut
Twitter/X: @kemenhut_ri