Forest Youthverse Resilience: Peran Strategis Generasi Muda Mitigasi Bencana
Kamis, 27 Agt 2026 | Berita

Medan, 27 Agustus 2026 – Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Sumatera Utara menyelenggarakan Mentoring Class Forest Youthverse Resilience dengan tema “Youth for Biodiversity Resilience: Generasi Muda Bergerak, Kekayaan Alam Terjaga”. Kegiatan ini menjadi ruang pembelajaran bagi generasi muda untuk memperkuat pengetahuan, kesiapsiagaan, dan peran mereka dalam membangun ketangguhan masyarakat serta menjaga keanekaragaman hayati.
Dalam kegiatan tersebut, salah satu materi yang mengemuka adalah pentingnya peran pemuda dalam situasi kebencanaan. Bencana tidak hanya menguji kesiapan masyarakat untuk menyelamatkan diri, tetapi juga kemampuan dalam memilah informasi. Di tengah derasnya arus informasi digital, satu pesan yang tidak terverifikasi dapat menyebar lebih cepat daripada bantuan yang datang. Karena itu, generasi muda memiliki peran penting bukan hanya sebagai relawan di lapangan, tetapi juga sebagai penyebar informasi yang benar, akurat, dan dapat dipercaya.
Kepala Dinas Kepemudaan dan Keolahragaan Provinsi Sumatera Utara, M. Mahfullah Pratama Daulay, dalam materinya menegaskan posisi pemuda sebagai “agen perubahan” sekaligus “agen ketangguhan”. Pemuda memiliki kekuatan strategis karena mampu bergerak cepat, memanfaatkan teknologi, membangun solidaritas, serta menggerakkan komunitas.
Dalam konteks kebencanaan, kekuatan tersebut perlu diarahkan menjadi tindakan yang bertanggung jawab. Salah satunya melalui kemampuan memastikan informasi sebelum membagikannya. “Jadilah penyebar kepastian,” menjadi pesan penting yang relevan bagi generasi muda di tengah situasi darurat.
“Pemuda jangan hanya menjadi relawan ketika bencana terjadi. Jadilah pemuda yang siap sebelum bencana, tanggap saat bencana, dan hadir dalam pemulihan. Karena pemuda bukan hanya penerima dampak, tetapi agen perubahan dan agen ketangguhan,” ujar Mahfullah.
Pesan ini menjadi semakin penting karena peran pemuda dalam penanggulangan bencana mencakup seluruh tahapan, mulai dari mitigasi dan kesiapsiagaan sebelum bencana, respons saat bencana, hingga pemulihan setelah bencana. Dengan teknologi yang berada begitu dekat dengan kehidupan sehari-hari, pemuda memiliki kemampuan untuk memetakan risiko, menyebarkan informasi, mendukung peringatan dini, menghubungkan relawan, hingga melaporkan kondisi lapangan secara cepat dan tepat.
Melalui Forest Youthverse Resilience, generasi muda didorong untuk memahami bahwa ketangguhan bukan sekadar kemampuan untuk bangkit setelah bencana, tetapi kemampuan untuk mencegah risiko, merespons dengan tepat, dan membantu masyarakat tetap tenang serta terinformasi.
Informasi lebih lanjut:
Kepala Pusat Pengembangan Generasi Pelestari Hutan, Sekretaris Pimpinan Saka Wanabakti Nasional
Luckmi Purwandari
Penanggung jawab berita:
Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Kerjasama Luar Negeri, Kementerian Kehutanan
Ristianto Pribadi
Website: www.kehutanan.go.id
Youtube: Kementerian Kehutanan
Facebook: Kementerian Kehutanan
Instagram: Kemenhut
Twitter/X: @kemenhut_ri



