Gakkum Kehutanan dan Dishut Lampung Amankan Dua Pelaku Pembalakan Liar di Hutan Lindung Batu Serampok Register 17
Senin, 01 Jun 2026 | Siaran Pers

SIARAN PERS
NOMOR: SP. 190/HKLN/06/2026
Bandar Lampung, 1 Juni 2026 - Balai Penegakan Hukum (Gakkum) Kehutanan Wilayah Sumatera bersama Dinas Kehutanan (Dishut) Provinsi Lampung berhasil mengamankan 2 orang pelaku pembalakan liar (illegal logging). Kedua pelaku melancarkan aksinya di dalam kawasan Hutan Lindung Batu Serampok Register 17, Desa Neglasari, Kecamatan Katibung, Kabupaten Lampung Selatan.
Salah satu pelaku berinisial NRM (55), seorang penebang pohon yang ternyata merupakan mantan pelaku kejahatan serupa. NRM sebelumnya pernah diamankan oleh petugas dan telah menerima surat peringatan keras, namun tetap nekat mengulangi perbuatannya. Sementara itu, satu pelaku lainnya berinisial DP bertindak sebagai sopir yang mengangkut hasil tebangan ilegal tersebut.
Kronologi penangkapan bermula pada Kamis, (21/5/2026) sekira pukul 07.00 WIB. Pelaku NRM memasuki kawasan hutan lindung menggunakan sepeda motor modifikasi dengan membawa sejumlah peralatan menebang, antara lain: 1 unit mesin chainsaw (gergaji mesin), oli bekas, 3 liter bahan bakar Pertalite, golok, meteran kecil, kikir, serta tali tambang sepanjang 30 meter.
Setelah NRM berhasil menebang sekitar 30 batang pohon, kayu-kayu rimba campuran tersebut kemudian dimuat dan diangkut menggunakan satu unit mobil Mitsubishi L300 berwarna hitam tahun 2012 dengan nomor polisi BE 8922 OY yang dikemudikan oleh DP. Petugas yang bergerak cepat langsung menyergap dan mengamankan kedua pelaku beserta seluruh barang bukti.
Saat ini, guna proses hukum lebih lanjut petugas telah mengamankan sejumlah barang bukti. Petugas menyita 62 potong kayu rimba campuran hasil tebangan ilegal beserta alat yang digunakan pelaku berupa satu unit mesin chainsaw dan sebilah golok. Selain itu, turut diamankan satu unit mobil, kunci kontak, serta satu lembar STNK kendaraan sebagai sarana pengangkut. Seluruh barang bukti tersebut nantinya akan disita secara resmi dan dititipkan di Rumah Penyimpanan Benda Sitaan Negara (Rupbasan) Bandar Lampung. Kedua pelaku telah ditetapkan sebagai tersangka dan saat ini menjalani penahanan dan dititipkan pada Rutan Kelas I Way Hui.
Atas perbuatannya, para pihak disangkakan melanggar tindak pidana yang diatur dalam Pasal 82 ayat (1) huruf c dan/atau Pasal 83 ayat (1) huruf a juncto Pasal 12 huruf c dan d Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan, sebagaimana telah diubah dalam Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2023 tentang Cipta Kerja. Pelaku diancam pidana paling lama 5 tahun dan denda paling banyak Rp 2,5 miliar.
Kepala Balai Gakkum Kehutanan Wilayah Sumatera, Hari Novianto memberikan apresiasi yang tinggi atas kerja sama dan tindakan tegas yang dilakukan oleh para pemangku kawasan hutan di Provinsi Lampung. Langkah ini dinilai krusial demi menekan laju degradasi (penurunan kualitas) hutan, khususnya di wilayah Lampung.
"Kami berharap penegakan hukum ini memberikan efek jera yang kuat bagi pelaku-pelaku lain di seantero Lampung. Jangan lagi ada pihak yang menjadikan dalih ekonomi sebagai pembenaran untuk melakukan pengrusakan lingkungan, sementara mereka mengabaikan aspek ekologi dan kelestarian hutan yang menyangkut hajat hidup orang banyak," tegas Hari Novianto.
Gakkum Kehutanan berkomitmen untuk terus mengintensifkan patroli dan penindakan tegas bersama instansi terkait guna memastikan kawasan hutan lindung tetap terjaga dari aktivitas ilegal yang merugikan negara dan ekosistem.
Informasi lebih lanjut:
Kepala Balai Gakkum Wilayah Sumatera,
Hari Novianto - 082158361000
Penanggung jawab berita:
Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Kerjasama Luar Negeri, Kementerian Kehutanan,
Ristianto Pribadi
Website: www.kehutanan.go.id
Youtube: Kementerian Kehutanan
Facebook: Kementerian Kehutanan
Instagram: Kemenhut
Twitter/X: @kemenhut_ri



