Gandeng Kemitraan Global, Skema Baru Pendanaan Taman Nasional Prioritaskan Ekologi
Senin, 08 Jun 2026 | Siaran Pers

SIARAN PERS
NOMOR: SP. 206/HKLN/06/2026
Jakarta, 8 Juni 2026 - Pemerintah memastikan bahwa skema pembiayaan inovatif Taman Nasional dan Konservasi Spesies Ikonik menempatkan kelestarian ekologi dan kesejahteraan masyarakat lokal sebagai prioritas tertinggi. Langkah ini diambil melalui sistem tata kelola yang transparan dan berbasis pada penguatan aturan pelindungan alam yang ketat.
Hal tersebut ditegaskan dalam Donors and Investors Consultation Meeting on Innovative Financing for National Park Management and Iconic Species Conservation di Jakarta, Senin (8/6/2026).
Ketua Satuan Tugas (Satgas) Pembiayaan Inovatif untuk Taman Nasional dan Konservasi Spesies Ikonik, Hashim Djojohadikusumo, menyampaikan agenda strategis ini digulirkan sebagai bentuk komitmen politik tingkat tinggi dari Presiden Prabowo Subianto dalam menata sistem pembiayaan konservasi agar lebih andal, efektif, dan produktif, terutama untuk menjaga taman nasional dan spesies ikonik Indonesia.
"Menyadari pentingnya kolaborasi global, Pemerintah Indonesia mengajak seluruh pemangku kepentingan internasional untuk membangun sinergi taktis dalam menyelamatkan aset alam dunia ini melalui wadah Satgas Pembiayaan Inovatif Taman Nasional," ungkapnya.
Dalam mengeksekusi misi besar ini, Satgas menerapkan Strategi Dua Jalur yang saling berkesinambungan. Jalur pertama berfokus pada penciptaan iklim pendanaan yang kondusif melalui reformasi regulasi, penguatan institusi, dan penyusunan kebijakan. Di jalur kedua, pemerintah bergerak aktif menjaring investasi langsung melalui pendekatan pasar yang terstruktur, menyiapkan portofolio proyek yang matang (investable pipeline), serta merancang instrumen keuangan bersama para mitra global. Kedua jalur ini saling memperkuat dan dijalankan secara bertahap, di mana keberhasilan proyek percontohan di tahap awal akan menjadi landasan utama bagi reformasi sistem konservasi yang lebih menyeluruh.
Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni selaku Wakil Ketua Satgas Bidang Reformasi Regulasi, yang pada pertemuan tersebut diwakili oleh Wamenhut Rohmat Marzuki yang juga merupakan anggota Satgas, menegaskan bahwa skema pembiayaan inovatif untuk konservasi ini bukan lagi sekadar retorika di atas kertas, melainkan langkah nyata yang sasaran dan lini masanya sudah terpetakan dengan jelas. Lewat pengawalan Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP), realisasi target jangka pendek (quick wins), dan komitmen kerja Satgas yang konsisten, Indonesia bersiap membawa pengelolaan taman nasional serta penyelamatan spesies langka melangkah jauh melampaui ketergantungan anggaran negara, menuju kemandirian finansial berbasis instrumen ekonomi hijau yang modern.
Sebagai langkah konkret jangka pendek (Quick Wins), Kemenhut mempercepat transformasi empat taman nasional pilot (TN Komodo, TN Bromo Tengger Semeru, TN Rinjani, dan TN Way Kambas) menjadi Badan Layanan Umum (BLU).
Mendukung pernyataan tersebut, Wakil Ketua Satgas Bidang Investasi Konservasi, Mari Elka Pangestu, menjelaskan bahwa mekanisme BLU menjadi garansi agar manfaat ekonomi dari alam kembali sepenuhnya untuk alam dan warga setempat. Melalui BLU, pendapatan yang dihasilkan taman nasional akan dikelola untuk membiayai operasional konservasi mandiri dan pemberdayaan komunitas lokal.
"Prinsip utama yang melandasi ekosistem pendanaan ini adalah partisipasi, akses yang adil, serta pembagian manfaat bagi masyarakat (community benefit sharing). Instrumen hijau yang disiapkan wajib memenuhi standar monitoring, evaluasi, dan tata kelola (governance) yang sangat ketat," terang Mari Elka.
Lebih lanjut dijelaskan bahwa pembangunan platform ini membutuhkan kolaborasi lintas keahlian dari berbagai lembaga internasional. Pemerintah Indonesia menegaskan bahwa kemitraan yang dibangun tidak semata-mata bertujuan memobilisasi modal, melainkan juga untuk menyerap rekam jejak, pengetahuan, dan keahlian global.
"Masukan dari Bapak/Ibu mitra pembangunan sangat diperlukan untuk menyusun instrumen regulasi, penguatan kapasitas institusi, tata kelola yang akuntabel, hingga standar pemantauan yang ketat," ujarnya.
Pendekatan Pemerintah Indonesia yang mengutamakan transparansi dan integritas lingkungan ini mendapat dukungan penuh dari komunitas internasional. Para Duta Besar negara sahabat bersama lembaga/organisasi dunia menyatakan kesiapan mereka untuk bermitra dan memberikan dukungan demi menjaga masa depan keanekaragaman hayati Indonesia.
Penanggung jawab berita:
Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Kerjasama Luar Negeri, Kementerian Kehutanan,
Ristianto Pribadi
Website: www.kehutanan.go.id
Youtube: Kementerian Kehutanan
Facebook: Kementerian Kehutanan
Instagram: Kemenhut
Twitter/X: @kemenhut_ri



