Generasi Muda DIY Bergerak Jaga Merapi melalui Aksi dan Inovasi Forest Youthverse Resilience Summit
Jumat, 18 Sep 2026 | Siaran Pers

SIARAN PERS
Nomor: SP.537/HKLN/09/2026
Yogyakarta, 18 September 2026. Kementerian Kehutanan (Kememhut) melalui Pusat Pengembangan Generasi Pelestari Hutan (Pusgenri), Badan P2SDM, bersama Balai Perhutanan Sosial Yogyakarta menggelar Forest Youthverse Resilience Summit Wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Mengusung tema “Forest Guardians of Merapi: Youth in Action Against Cold Lava Floods”, kegiatan ini mendorong generasi muda menjadi aktor aktif dalam menjaga ekosistem Merapi sekaligus menghadapi ancaman bencana lahar dingin.
Melalui Action Day, peserta dibekali pemahaman mengenai kondisi dan pentingnya pemulihan ekosistem lereng Merapi untuk mengurangi risiko bencana ekologis. Pengetahuan tersebut kemudian diterjemahkan menjadi gagasan dan aksi kolaboratif yang dikembangkan pada hari kedua kegiatan.
Kepala Pusgenri, Luckmi Purwandari, menegaskan pentingnya memberi ruang kepada generasi muda untuk mengambil peran nyata sebagai penjaga kawasan Merapi.
“Generasi muda memiliki potensi besar untuk menjadi Forest Guardians of Merapi. Kita tidak hanya mendorong mereka untuk memahami ekosistem, tetapi juga membekali mereka untuk melahirkan solusi nyata dan aksi kolaboratif dalam menghadapi ancaman bencana lahar dingin,” ujar Luckmi Purwandari.
Pada hari kedua, semangat “Kenali Merapi, Sejarahnya, Nikmati Wisatanya” diwujudkan melalui pengembangan berbagai gagasan inovatif. Salah satunya “Merapi Smart Tourism Board”, media informasi wisata yang memadukan peta kawasan, sejarah, destinasi wisata, kebutuhan wisatawan, karakter animasi, video, dan QR code untuk menghubungkan wisatawan dengan informasi digital mengenai Merapi.
Genries DIY, Gayatri, menyampaikan bahwa inovasi tersebut lahir dari kolaborasi lintas keahlian, mulai dari pertanahan, pariwisata, psikologi, animasi, hingga broadcasting.
“Keunggulan Merapi Smart Tourism Board ada pada kolaborasinya. Kami tidak hanya membuat peta atau media informasi, tetapi mencoba melihat kebutuhan wisatawan dari berbagai sisi, mulai dari informasi lokasi, sejarah, pengalaman berwisata, sampai bagaimana informasi tersebut dikemas agar menarik dan mudah diakses. Harapannya, wisatawan tidak hanya datang untuk menikmati pemandangan Merapi, tetapi juga mengenal sejarah dan memahami pentingnya menjaga kawasan Merapi,” ujar Gayatri.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan DIY, Kusno Wibowo, mengapresiasi gagasan peserta yang menggabungkan informasi, teknologi, kreativitas, dan kebutuhan wisatawan. Menurutnya, pendekatan tersebut menunjukkan bahwa generasi muda dapat menghadirkan perspektif baru dalam memperkenalkan sekaligus mendukung pelestarian kawasan Merapi.
Rangkaian Forest Youthverse Resilience Summit Wilayah Yogyakarta menjadi ruang bagi generasi muda untuk bergerak dari pemahaman menuju aksi dan inovasi. Melalui kreativitas, kolaborasi, dan gagasan yang relevan dengan tantangan kawasan, generasi muda didorong untuk tidak hanya mengenal Merapi sebagai destinasi, tetapi juga memahami nilai sejarah dan ekologisnya serta turut menjaga keberlanjutannya bagi generasi mendatang.
Sumber:
Pusat Pengembangan Generasi Pelestari Hutan, Badan P2SDM
Penanggung jawab berita:
Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Kerjasama Luar Negeri, Kementerian Kehutanan,
Ristianto Pribadi
Website: www.kehutanan.go.id
Youtube: Kementerian Kehutanan
Facebook: Kementerian Kehutanan
Instagram: Kemenhut
Twitter/X: @kemenhut_ri






