Berita

Generasi Muda Jadi Garda Terdepan Cegah Karhutla, Wamenhut: Don’t Let It Burn Bukan Sekadar Slogan

Kamis, 09 Apr 2026 | Siaran Pers

generasi-muda-jadi-garda-terdepan-cegah-karhutla-wamenhut-don-t-let-it-burn-bukan-sekadar-slogan

SIARAN PERS
Nomor: SP.109/HKLN/04/2026

Wakil Menteri Kehutanan (Wamenhut) Rohmat Marzuki, menegaskan bahwa generasi muda memiliki peran strategis sebagai garda terdepan dalam upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Hal tersebut disampaikannya dalam kegiatan Youth Talk Take Action (YTTA) Seri 3 Tahun 2026 bertema “Don’t Let It Burn: Aksi Generasi Muda Mencegah Kebakaran Hutan dan Lahan” yang digelar secara hybrid (8/4/2026).

“Don’t Let It Burn bukan sekadar slogan. Ini adalah seruan, peringatan, sekaligus komitmen bersama untuk mencegah kebakaran hutan dan lahan yang berdampak luas, tidak hanya pada lingkungan, tetapi juga kesehatan, ekonomi, dan reputasi bangsa,” ujar Wamenhut.

Ia menjelaskan bahwa kebakaran hutan dan lahan merupakan persoalan kompleks yang memiliki dampak multidimensi, mulai dari gangguan kesehatan akibat asap, hambatan aktivitas ekonomi, hingga potensi isu lintas batas negara. Oleh karena itu, pencegahan harus menjadi prioritas utama.

Wamenhut juga mengingatkan bahwa berdasarkan proyeksi BMKG, musim kemarau tahun 2026 diperkirakan datang lebih awal dan berlangsung lebih lama, dengan potensi peningkatan menuju kondisi El Nino pada pertengahan hingga akhir tahun. Kondisi ini berpotensi meningkatkan risiko kekeringan dan kebakaran hutan.

“Dalam situasi ini, kesiapsiagaan tidak bisa ditunda. Pencegahan jauh lebih efektif dibandingkan penanggulangan,” tegasnya.

Pemerintah, lanjutnya, terus memperkuat pengendalian karhutla melalui penguatan sistem monitoring berbasis aplikasi Sipongi, patroli terpadu, sistem peringatan dini, penegakan hukum, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia di lapangan.

Namun demikian, ia menekankan bahwa banyak kejadian karhutla bermula dari aktivitas manusia, sehingga peran masyarakat, khususnya generasi muda, menjadi sangat penting dalam membangun kesadaran kolektif.

“Indonesia memiliki lebih dari 60 juta generasi muda. Ini adalah kekuatan besar yang jika digerakkan secara optimal dapat menjadi motor penggerak perubahan dalam menjaga hutan,” ujarnya.

Wamenhut juga mengajak generasi muda untuk memanfaatkan teknologi dan media sosial sebagai sarana kampanye edukatif, sekaligus meningkatkan kewaspadaan dalam aktivitas di kawasan hutan, seperti tidak membuang puntung rokok sembarangan dan berhati-hati dalam penggunaan api.

Menutup sambutannya, Wamenhut menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam pengendalian karhutla, termasuk Manggala Agni, Polisi Kehutanan, TNI-Polri, BMKG, BNPB, pemerintah daerah, serta masyarakat peduli api.

“Jangan tunggu api membesar untuk kita bertindak. Mulailah dari kesadaran, edukasi, dan aksi nyata. Tunjukkan bahwa generasi muda Indonesia tidak hanya peduli, tetapi juga berani bertindak,” pungkas Wamenhut Rohmat Marzuki.

Pada kesempatan yang sama, Plt. Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BP2SDM), Indra Exploitasia, melaporkan bahwa program pengembangan generasi muda kehutanan melalui Pusat Pengembangan Generasi Pelestari Hutan (PUSGENRI) telah melibatkan 5.346 Generasi Pelestari Hutan (GENRIS) dari seluruh Indonesia.

“Khusus untuk Youth Talk Take Action, sebanyak 4.423 GENRIS terlibat aktif. Ini menunjukkan potensi besar generasi muda dalam mendukung agenda pelestarian hutan,” ungkapnya.

Selain itu, BP2SDM juga menjalankan program Bestari Rimba yang melibatkan sekitar 500 pelajar, serta Forestry Youth Trainership yang telah melatih 260 GENRIS dalam kewirausahaan hijau berbasis hutan lestari.

Indra menambahkan bahwa YTTA Seri 3 menjadi momentum penting untuk mendorong aksi kolektif generasi muda dalam pencegahan karhutla, termasuk melalui inisiatif Youth Take Action Challenge yang berfokus pada kampanye digital dan produksi konten edukatif.(*)


Jakarta, 8 April 2026

Penanggung jawab berita:
Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Kerjasama Luar Negeri, Kementerian Kehutanan,
Ristianto Pribadi

Website: www.kehutanan.go.id
Youtube: Kementerian Kehutanan
Facebook: Kementerian Kehutanan
Instagram: Kemenhut
Twitter/X: @kemenhut_ri