Berita

Hotspot Nasional 100 Titik, Kalteng-Jambi-Kalbar Jadi Fokus Penanganan

Senin, 02 Nov 2026 | Siaran Pers

hotspot-nasional-100-titik-kalteng-jambi-kalbar-jadi-fokus-penanganan

SIARAN PERS
Nomor: SP.663/HKLN/11/2026

Jakarta, 2 November 2026 – Jumlah hotspot dengan tingkat kepercayaan tinggi (high confidence) secara nasional tercatat 100 titik berdasarkan pemantauan SiPongi Kementerian Kehutanan hingga Minggu, 1 November 2026 pukul 21.00 WIB. Jumlah tersebut meningkat tipis 4 titik dibandingkan sehari sebelumnya yang tercatat 96 hotspot.

Pada enam provinsi prioritas pengendalian karhutla, terjadi peningkatan dari 19 menjadi 34 hotspot high confidence. Kalimantan Tengah mencatat 19 titik, Jambi 10 titik, dan Kalimantan Barat 5 titik. Sementara Sumatera Selatan, Kalimantan Selatan, dan Riau tercatat nihil hotspot high confidence.

Kementerian Kehutanan menegaskan bahwa dinamika hotspot perlu dibaca bersama kondisi aktual di lapangan. Hotspot merupakan indikasi anomali suhu permukaan yang terdeteksi melalui satelit NASA Terra/Aqua, SNPP, dan NOAA-20 dan tidak dapat langsung disamakan dengan jumlah kejadian kebakaran maupun luas areal yang terbakar. Seluruh indikasi tetap diverifikasi melalui patroli dan groundcheck.

Laporan Posko Pengendalian Kebakaran Hutan Kementerian Kehutanan tanggal 1 November menunjukkan operasi masih berlangsung di sejumlah lokasi. Di Kalimantan Tengah, tim Manggala Agni Kemenhut masih melakukan pemadaman pada beberapa lokasi di Pulang Pisau dan Palangka Raya. Di Sakakajang, api belum sepenuhnya padam, sementara di Tanjung Taruna masih ditemukan banyak kepulan asap pada lahan gambut sehingga pemadaman lanjutan tetap diperlukan.

Di kawasan Taman Nasional Tanjung Puting, tepatnya Sei Sekonyer–Tanjung Harapan, pemadaman juga masih berlangsung pada kebakaran bawah di lahan gambut. Kondisi serupa ditemukan di Sei Hambawang, Pulang Pisau, yang masih menyisakan spot asap. Sementara di Sungai Koran, Taman Nasional Sebangau, api telah dinyatakan padam setelah operasi pemadaman berkelanjutan.

Di Jambi, kondisi pada sejumlah lokasi menunjukkan perkembangan positif. Kebakaran di Desa Kilangan, Batang Hari dan Desa Sepunggur, Bungo telah dinyatakan padam setelah penanganan oleh Manggala Agni Kemenhut bersama pemerintah daerah, Polri, dan masyarakat.

Sementara di Kalimantan Barat, pemadaman di Desa Air Hitam Besar, Kecamatan Kendawangan, Kabupaten Ketapang masih dilanjutkan karena lokasi pada lahan gambut masih menyisakan bara. Operasi melibatkan Manggala Agni Kemenhut, unsur Gakkum Kehutanan, TNI, dan Polri.

Penguatan penanganan di Kalimantan Tengah juga dikawal langsung Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni. Dalam rangkaian kunjungan kerjanya, Menhut meninjau sekat bakar di Desa Paring Lahung, Kabupaten Barito Utara, yang dibangun untuk menghambat penjalaran api sekaligus melindungi habitat Orangutan Kalimantan. Sekat bakar tersebut dibangun bersama Manggala Agni Kemenhut, BPBD, Damkar, masyarakat, dan pihak terkait setelah upaya pemadaman berulang menghadapi risiko api kembali menyala.

Menhut sebelumnya memberikan izin penggunaan alat berat secara terbatas untuk membantu pembuatan sekat bakar dalam kondisi darurat, dengan penegasan bahwa penggunaannya hanya untuk kepentingan penanganan kebakaran. Menhut juga meminta personel tetap menjaga kawasan tersebut agar sekat bakar dapat berfungsi efektif melindungi hutan dan habitat satwa.

Selain pengendalian api, Menhut memperkuat pengamanan kawasan dan penegakan hukum pascakarhutla. Saat melakukan perjalanan darat untuk mengecek lokasi karhutla di Kalimantan Tengah, Menhut bersama jajaran Ditjen Gakkumhut menemukan tumpukan kayu gelondongan yang diduga berasal dari aktivitas ilegal. Lokasi tersebut kemudian diamankan untuk pemeriksaan lebih lanjut. Petugas juga memeriksa dua truk bermuatan kayu serta alat berat yang ditemukan di kawasan hutan.

Dalam peninjauan kawasan bekas kebakaran, jajaran Kementerian Kehutanan juga melakukan pemantauan menggunakan drone, memasang papan larangan aktivitas tanpa izin, serta melakukan pemeriksaan terhadap aktivitas yang ditemukan di lapangan. Menhut menegaskan kawasan yang telah mengalami kebakaran tidak boleh kemudian dimanfaatkan untuk aktivitas ilegal atau penguasaan kawasan secara melawan hukum.

Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi penanganan karhutla secara menyeluruh: api dipadamkan, bara dituntaskan, kawasan diamankan, penyebab kebakaran ditelusuri, serta pelanggaran hukum ditindaklanjuti. Manggala Agni Kemenhut bersama BNPB, TNI, Polri, BMKG, BPBD, pemerintah daerah, Masyarakat Peduli Api, dunia usaha, relawan, dan seluruh unsur terkait tetap melakukan patroli, groundcheck, pemadaman, pembasahan, penyisiran bara, mopping up, dan pendinginan sesuai kondisi aktual di lapangan.

Kementerian Kehutanan menegaskan bahwa ukuran keberhasilan pengendalian karhutla bukan semata-mata pada naik atau turunnya hotspot. Yang harus dipastikan adalah api dan bara benar-benar padam, kebakaran tidak kembali muncul, masyarakat dan habitat satwa terlindungi, kawasan bekas kebakaran tetap terjaga, serta setiap indikasi pelanggaran ditindaklanjuti sesuai ketentuan hukum.

Masyarakat dan pelaku usaha diimbau untuk tidak membuka maupun membersihkan lahan dengan cara membakar serta tidak melakukan aktivitas ilegal di kawasan hutan. Apabila menemukan asap, titik api, aktivitas pembakaran, atau indikasi pelanggaran di kawasan hutan, masyarakat diminta segera melaporkan kepada petugas melalui Posko Karhutla Kementerian Kehutanan di nomor telepon 021-5704618 atau WhatsApp +62 8131-00-35000, agar penanganan dapat dilakukan sedini mungkin.

Penanggung jawab berita:
Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Kerja Sama Luar Negeri
Ristianto Pribadi

Website: www.kehutanan.go.id
YouTube: Kementerian Kehutanan
Facebook: Kementerian Kehutanan
Instagram: @kemenhut
X: @kemenhut_ri