Berita

Hotspot Nasional 372 Titik, Kemenhut Perkuat Penanganan Lapangan dan Perlindungan TN Tanjung Puting

Kamis, 15 Okt 2026 | Siaran Pers

hotspot-nasional-372-titik-kemenhut-perkuat-penanganan-lapangan-dan-perlindungan-tn-tanjung-puting

SIARAN PERS
Nomor: SP.611/HKLN/09/2026

Jakarta, 15 Oktober 2026 - Kementerian Kehutanan terus memperkuat pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melalui operasi darat dan udara, terutama pada wilayah yang masih menunjukkan peningkatan hotspot dan kondisi kebakaran yang memerlukan penanganan lanjutan.

Berdasarkan pemantauan SiPongi Kementerian Kehutanan hingga Rabu, 14 Oktober 2026 pukul 21.00 WIB, secara nasional terdeteksi 372 hotspot dengan tingkat kepercayaan tinggi atau high confidence. Jumlah tersebut meningkat 128 titik atau sekitar 52,5 persen dibandingkan sehari sebelumnya yang mencatat 244 hotspot. Pada enam provinsi prioritas karhutla, terdeteksi 294 hotspot, meningkat 146 titik dibandingkan 148 hotspot sehari sebelumnya. Rinciannya:
• Kalimantan Tengah: 130 titik, naik dari 65 titik;
• Sumatera Selatan: 91 titik, naik dari 59 titik;
• Kalimantan Barat: 59 titik, naik dari 15 titik;
• Jambi: 9 titik, sebelumnya nihil;
• Kalimantan Selatan: 5 titik, turun dari 9 titik; dan
• Riau: 0 titik, tetap nihil hotspot high confidence.

Kalimantan Tengah, Sumatera Selatan, dan Kalimantan Barat menjadi wilayah yang mendapat perhatian lebih berdasarkan perkembangan pemantauan tersebut. Hotspot merupakan indikasi anomali suhu permukaan yang terdeteksi melalui satelit NASA Terra/Aqua, SNPP, dan NOAA-20. Satu kejadian kebakaran dapat terdeteksi sebagai beberapa hotspot, sehingga jumlah hotspot tidak dapat langsung disamakan dengan jumlah kejadian kebakaran maupun luas area yang terbakar. Seluruh indikasi tetap harus diverifikasi di lapangan.

Menhut Perkuat Penanganan Karhutla di TN Tanjung Puting
Di Kalimantan Tengah, Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni pada Rabu (14/10) mengunjungi Balai Taman Nasional Tanjung Puting (TNTP), Kabupaten Kotawaringin Barat, untuk memastikan penanganan karhutla di kawasan konservasi tersebut terus diperkuat. Di Kantor Balai TN Tanjung Puting, Menhut melakukan rapat terbatas bersama unsur pemerintah daerah, TNI, Polri, BPBD, BNPB, pengelola taman nasional, serta para pihak terkait. Pembahasan difokuskan pada percepatan pengendalian di lokasi-lokasi prioritas, penguatan personel dan logistik pemadaman, ketersediaan sumber air, serta penguatan koordinasi operasi darat dan udara.

Penanganan diarahkan pada empat lokasi prioritas, dengan tambahan dukungan sekitar 160 personel darat. Penguatan di lapangan juga dilakukan melalui penambahan sumber air berupa sumur bor serta penyiapan alternatif dukungan operasi udara melalui Kuala Pembuang apabila dibutuhkan sesuai kondisi lapangan.

Menhut menekankan agar penanganan tidak berhenti setelah api di permukaan berhasil dikendalikan. Pada area gambut, pemadaman harus dilanjutkan dengan pembasahan, pendinginan, penyisiran, dan mopping up, karena bara dapat bertahan di bawah permukaan dan kembali menyala ketika kondisi kering atau berangin.

Perhatian khusus juga diarahkan pada perlindungan zona inti dan habitat satwa liar, terutama orangutan. Patroli dan pemantauan kawasan terus dilakukan untuk mengantisipasi dampak kebakaran terhadap habitat maupun pergerakan satwa.

Apabila ditemukan satwa terdampak, terluka, terjebak, atau keluar dari habitatnya, masyarakat diminta tidak melakukan evakuasi secara mandiri. Masyarakat dapat menjaga jarak aman, mencatat lokasi dan kondisi satwa apabila memungkinkan, kemudian melaporkannya kepada petugas Balai TN Tanjung Puting, BKSDA, atau petugas kehutanan untuk dilakukan asesmen dan penyelamatan sesuai prosedur.

Operasi Lapangan Tetap Berjalan
Kementerian Kehutanan melalui Manggala Agni bersama BNPB, TNI, Polri, BPBD, pemerintah daerah, masyarakat, relawan, dunia usaha, serta para pihak terus melakukan groundcheck hotspot, patroli, pemadaman langsung, penyekatan kepala dan sisi api, pembasahan, pendinginan, penyisiran bara, serta mopping up.

Strategi penanganan disesuaikan dengan karakteristik setiap lokasi. Pada kebakaran gambut, operasi membutuhkan penanganan lebih intensif karena api dapat menjalar di bawah permukaan. Personel tidak hanya memadamkan api yang terlihat, tetapi juga mencari sumber panas dan bara yang berpotensi menyebabkan penyalaan kembali.

Kondisi Udara Terus Dipantau
Berdasarkan pantauan PM2.5, sebagian besar wilayah Indonesia masih berada pada kategori baik hingga sedang. Namun, pada sejumlah bagian Sumatera, Kalimantan, Jawa, dan Papua masih terlihat kondisi udara tidak sehat hingga sangat tidak sehat, bahkan berbahaya secara lokal.

Masyarakat di wilayah terdampak diminta terus mengikuti informasi kualitas udara dan arahan pemerintah daerah. Apabila kualitas udara memburuk, masyarakat dianjurkan mengurangi aktivitas di luar ruangan dan menggunakan masker apabila harus beraktivitas di luar. Perhatian khusus perlu diberikan kepada anak-anak, ibu hamil, lansia, serta masyarakat dengan penyakit pernapasan atau penyakit kronis.

Kementerian Kehutanan juga kembali mengingatkan masyarakat dan pelaku usaha untuk tidak membuka maupun membersihkan lahan dengan cara membakar. Setiap asap, titik api, maupun aktivitas pembakaran agar segera dilaporkan sehingga penanganan dapat dilakukan sedini mungkin. Kontak pelaporan informasi karhutla di Posko Karhutla Kementerian Kehutanan.
• Telepon: 021-5704618
• WhatsApp: +62 8131-00-35000
• Email: posko.karhutla@kehutanan.go.id

Penanggung jawab berita:
Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Kerja Sama Luar Negeri
Ristianto Pribadi

Website: www.kehutanan.go.id
YouTube: Kementerian Kehutanan
Facebook: Kementerian Kehutanan
Instagram: @kemenhut
X: @kemenhut_ri