Berita

Hotspot Nasional Turun 139 Titik, Kemenhut Tetap Jaga Kesiapsiagaan Karhutla di Wilayah Prioritas

Senin, 05 Okt 2026 | Siaran Pers

hotspot-nasional-turun-139-titik-kemenhut-tetap-jaga-kesiapsiagaan-karhutla-di-wilayah-prioritas

SIARAN PERS
Nomor: SP.583/HKLN/09/2026

Jakarta, 5 Oktober 2026 - Kementerian Kehutanan terus mempertahankan kesiapsiagaan pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melalui operasi darat dan udara, meskipun pemantauan terbaru menunjukkan penurunan jumlah titik panas (hotspot) dengan tingkat kepercayaan tinggi secara nasional.

Berdasarkan pemantauan Sistem Informasi Deteksi Dini Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (SiPongi) Kementerian Kehutanan hingga Minggu (4/10) pukul 21.10 WIB, secara nasional terdeteksi 527 hotspot dengan tingkat kepercayaan tinggi atau high confidence berdasarkan satelit NASA Terra/Aqua, NASA SNPP, dan NASA NOAA-20. Jumlah tersebut turun 139 titik dibandingkan Sabtu (3/10) yang mencatat 666 hotspot.

Pada enam provinsi prioritas pengendalian karhutla, perkembangan hotspot high confidence tercatat sebagai berikut:
• Kalimantan Tengah: 116 titik, meningkat dari 96 titik;
• Sumatera Selatan: 75 titik, turun dari 254 titik;
• Kalimantan Barat: 19 titik, turun dari 26 titik;
• Kalimantan Selatan: 15 titik, turun dari 18 titik;
• Riau: nihil, dari sebelumnya 32 titik; dan
• Jambi: nihil, dari sebelumnya 3 titik.
Secara keseluruhan, enam provinsi prioritas mencatat 225 hotspot high confidence, turun dari 429 titik sehari sebelumnya.

Penurunan nasional dan penurunan pada sebagian besar provinsi prioritas merupakan perkembangan yang perlu terus dijaga. Namun, dinamika antarwilayah tetap menjadi perhatian. Kalimantan Tengah saat ini mencatat jumlah hotspot tertinggi di antara enam provinsi prioritas dan mengalami peningkatan dibandingkan sehari sebelumnya, sehingga pemantauan dan verifikasi lapangan tetap diperkuat.

Kementerian Kehutanan kembali menegaskan bahwa hotspot merupakan indikasi anomali suhu permukaan yang terdeteksi melalui satelit, dan tidak dapat langsung disamakan dengan jumlah kejadian kebakaran maupun luas areal yang terbakar. Satu kejadian kebakaran dapat terdeteksi sebagai beberapa hotspot. Oleh karena itu, seluruh indikasi tetap harus diverifikasi melalui groundcheck untuk memastikan kondisi aktual dan menentukan tindakan penanganan di lapangan.

Operasi Darat dan Udara Tetap Disiagakan
Pengendalian karhutla terus dilakukan secara terpadu oleh Manggala Agni Kementerian Kehutanan bersama BNPB, TNI, Polri, BMKG, BPBD, pemerintah daerah, masyarakat, relawan, dunia usaha, serta para pihak terkait. Operasi udara dilakukan bersamaan dengan upaya di darat melalui patroli, groundcheck, pemadaman langsung, penyekatan penjalaran api, pembasahan, mopping up, serta pendinginan.

Perhatian khusus tetap diberikan pada kebakaran di lahan gambut. Bara dapat bertahan dan menjalar di bawah permukaan meskipun api di atas tanah sudah tidak terlihat, sehingga pembasahan dan pendinginan harus dilakukan hingga lokasi benar-benar aman.
Kondisi Udara Terus Dipantau
Pemerintah juga terus memantau kondisi udara berdasarkan konsentrasi PM2,5 sebagai bagian dari upaya perlindungan kesehatan masyarakat. Berdasarkan pantauan terkini, sebagian besar wilayah Indonesia berada pada kategori baik hingga sedang. Namun, masih terdapat sejumlah kantong wilayah dengan kondisi tidak sehat hingga sangat tidak sehat, terutama pada sebagian Kalimantan, Sumatera, dan Papua. Pada beberapa lokasi juga terlihat kondisi pada kategori berbahaya.

Kondisi udara dapat berubah mengikuti perkembangan kebakaran, konsentrasi partikulat, pergerakan massa udara, arah dan kecepatan angin, serta kondisi atmosfer lainnya. Masyarakat di wilayah terdampak diminta terus mengikuti informasi kondisi udara dan arahan pemerintah daerah. Apabila kualitas udara memburuk, masyarakat disarankan mengurangi aktivitas di luar ruangan dan menggunakan masker apabila harus beraktivitas di luar. Perhatian khusus perlu diberikan kepada anak-anak, ibu hamil, lanjut usia, serta masyarakat dengan gangguan pernapasan maupun penyakit kronis.

Penyelamatan Satwa Terdampak Dilakukan Berdasarkan Asesmen Lapangan
Karhutla juga dapat mengganggu habitat, sumber pakan, serta jalur pergerakan satwa liar. Kementerian Kehutanan melalui Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) dan unit terkait terus melakukan pemantauan dan penanganan terhadap satwa yang terdampak.

Masyarakat yang menemukan satwa liar terluka, terjebak, terdampak kebakaran, atau masuk ke kawasan permukiman diminta tidak melakukan penanganan maupun evakuasi secara mandiri. Jaga jarak, hindari tindakan yang dapat menyebabkan satwa stres atau agresif, catat lokasi dan kondisi satwa apabila memungkinkan, serta segera laporkan kepada BKSDA atau petugas kehutanan terdekat.

Kewaspadaan Tetap Dijaga
Kementerian Kehutanan kembali mengimbau masyarakat dan pelaku usaha untuk tidak membuka maupun membersihkan lahan dengan cara membakar. Penurunan jumlah hotspot tidak berarti kewaspadaan dapat dikurangi. Kondisi karhutla bersifat dinamis dan dapat berubah mengikuti cuaca, kondisi lahan, serta aktivitas di lapangan.

Apabila menemukan asap, titik api, aktivitas pembakaran, maupun satwa liar yang membutuhkan penanganan, masyarakat diminta segera melaporkan kepada petugas agar respons dapat dilakukan sedini mungkin. Kontak pelaporan informasi karhutla di Posko Karhutla Kementerian Kehutanan
• Telepon: 021-5704618
• WhatsApp: +62 8131-00-35000
• Email: posko.karhutla@kehutanan.go.id

Penanggung jawab berita:
Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Kerja Sama Luar Negeri
Ristianto Pribadi

Website: www.kehutanan.go.id
YouTube: Kementerian Kehutanan
Facebook: Kementerian Kehutanan
Instagram: @kemenhut
X: @kemenhut_ri