Hotspot Nasional Turun 362 Titik, Pengendalian Karhutla Terus Diperkuat
Sabtu, 26 Sep 2026 | Siaran Pers

SIARAN PERS
Nomor: SP.557/HKLN/09/2026
Jakarta, 26 September 2026 - Kementerian Kehutanan bersama tim gabungan terus memperkuat pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla), meskipun pemantauan terbaru menunjukkan penurunan signifikan jumlah hotspot dengan tingkat kepercayaan tinggi (high confidence) secara nasional.
Berdasarkan pemantauan SiPongi Kementerian Kehutanan yang bersumber dari satelit NASA Terra/Aqua, SNPP, dan NOAA-20 hingga Jumat (25/9) pukul 21.10 WIB, secara nasional terdeteksi 213 hotspot high confidence. Jumlah tersebut turun 362 titik dibandingkan pemantauan pada Kamis (24/9) yang mencatat 575 titik. Penurunan juga terlihat di sebagian besar enam provinsi prioritas pengendalian karhutla. Rinciannya:
• Kalimantan Tengah: 57 titik, turun dari 261 titik;
• Sumatera Selatan: 17 titik, turun dari 25 titik;
• Kalimantan Barat: 14 titik, turun dari 26 titik;
• Kalimantan Selatan: 6 titik, turun dari 9 titik;
• Jambi: 1 titik, dari sebelumnya nihil; dan
• Riau: 0 titik, tetap nihil.
Perkembangan tersebut menunjukkan penurunan yang cukup besar terutama di Kalimantan Tengah. Namun, kewaspadaan dan operasi lapangan tidak dikurangi karena kondisi karhutla dapat berubah dengan cepat mengikuti cuaca, kelembapan lahan, angin, serta kondisi bahan bakar di permukaan maupun gambut.
Kementerian Kehutanan kembali mengingatkan bahwa hotspot merupakan indikasi anomali suhu permukaan yang terdeteksi satelit dan tidak dapat langsung disamakan dengan jumlah kejadian kebakaran ataupun luas area terbakar. Satu kejadian kebakaran dapat terdeteksi sebagai beberapa hotspot. Setiap indikasi tetap harus diverifikasi melalui groundcheck.
Operasi Darat dan Udara Tetap Berjalan
Pengendalian karhutla terus dilakukan melalui operasi terpadu darat dan udara. Pemerintah menyiagakan 61 unit armada udara, terdiri atas 17 unit untuk patroli dan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) serta 44 unit untuk operasi water bombing.
Sebanyak 55 unit armada mendukung penanganan di enam provinsi prioritas, sementara enam unit water bombing lainnya dikerahkan untuk mendukung penanganan di wilayah terdampak lainnya.
Di lapangan, Manggala Agni Kementerian Kehutanan bersama BNPB, TNI, Polri, BPBD, pemerintah daerah, masyarakat, relawan, dunia usaha, dan para pihak terus melakukan patroli, groundcheck, pemadaman langsung, penyekatan penjalaran api, pembasahan, mopping up, serta pendinginan.
Perhatian khusus tetap diberikan pada kawasan gambut, karena bara dapat bertahan di bawah permukaan meskipun api di atas tanah sudah tidak terlihat. Karena itu, pembasahan dan pendinginan tetap dilanjutkan sampai area benar-benar dinyatakan aman.
Pantauan Kondisi Udara
Berdasarkan pantauan PM2,5, kondisi udara di Indonesia masih bervariasi. Sebagian besar wilayah berada pada kategori baik hingga sedang, namun sejumlah area di Kalimantan serta sebagian Sumatera masih menunjukkan kategori tidak sehat hingga sangat tidak sehat, bahkan secara lokal terdapat konsentrasi partikulat yang lebih tinggi.
Penurunan jumlah hotspot tidak serta-merta membuat kondisi udara langsung membaik. Asap dapat bertahan dan berpindah mengikuti kondisi atmosfer dan arah angin, sementara kebakaran gambut dapat menghasilkan asap dalam waktu lebih panjang.
Masyarakat di wilayah terdampak diimbau terus mengikuti informasi kondisi udara dan arahan pemerintah daerah. Apabila kondisi udara memburuk, masyarakat diminta mengurangi aktivitas di luar ruangan dan menggunakan masker jika harus beraktivitas di luar.
Perlindungan Satwa Liar Tetap Menjadi Perhatian
Selain melindungi masyarakat dan ekosistem, pengendalian karhutla juga diarahkan untuk melindungi satwa liar dan habitatnya. Kebakaran hutan dan lahan dapat memutus ruang jelajah, mengurangi ketersediaan pakan, serta mendorong satwa keluar dari habitat dan mendekati kebun maupun permukiman.
Kementerian Kehutanan melalui Balai KSDA dan mitra konservasi tetap menyiagakan tim penyelamatan satwa di wilayah rawan karhutla. Patroli tidak hanya diarahkan untuk mendeteksi api, tetapi juga mengidentifikasi satwa yang terluka, terjebak, kehilangan habitat, atau membutuhkan evakuasi.
Masyarakat yang menemukan orangutan atau satwa liar lainnya di sekitar lokasi kebakaran diminta tidak melakukan penanganan atau evakuasi sendiri. Jaga jarak, catat lokasi apabila aman, dan segera laporkan kepada Balai KSDA atau petugas kehutanan terdekat agar penanganan dapat dilakukan oleh tim yang memiliki kompetensi dan peralatan yang sesuai.
Waspada Tetap Menjadi Kunci
Kementerian Kehutanan mengingatkan masyarakat dan pelaku usaha untuk tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar. Penurunan hotspot harus dijaga bersama agar tidak kembali meningkat ketika kondisi cuaca menjadi lebih kering.
Apabila menemukan asap, titik api, aktivitas pembakaran, maupun satwa liar terdampak, masyarakat diminta segera melaporkan kepada petugas. Laporan karhutla dapat disampaikan melalui Posko Karhutla Kementerian Kehutanan:
• Telepon: 021-5704618
• WhatsApp: +62 8131-00-35000
• Email: posko.karhutla@kehutanan.go.id
Penanggung jawab berita:
Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Kerja Sama Luar Negeri
Ristianto Pribadi
Website: www.kehutanan.go.id
YouTube: Kementerian Kehutanan
Facebook: Kementerian Kehutanan
Instagram: @kemenhut
X: @kemenhut_ri



