Berita

Hotspot Nasional Turun 588 Titik, Menhut-Kepala BNPB Perkuat Operasi Darat di Kalimantan Selatan

Kamis, 24 Sep 2026 | Siaran Pers

hotspot-nasional-turun-588-titik-menhut-kepala-bnpb-perkuat-operasi-darat-di-kalimantan-selatan

SIARAN PERS
Nomor: SP.551/HKLN/09/2026

Jakarta, 24 September 2026 - Pemantauan terbaru menunjukkan penurunan signifikan hotspot dengan tingkat kepercayaan tinggi atau high confidence secara nasional. Pemerintah tetap mempertahankan operasi pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla), baik melalui operasi darat, water bombing, patroli udara maupun Operasi Modifikasi Cuaca (OMC), seiring kondisi udara di sejumlah wilayah Sumatera dan Kalimantan masih perlu diwaspadai.

Berdasarkan data SiPongi Kementerian Kehutanan yang bersumber dari satelit NASA Terra/Aqua, SNPP, dan NOAA-20, hingga Rabu (23/9) pukul 21.05 WIB, secara nasional terdeteksi 344 hotspot high confidence, turun sebanyak 588 titik dibandingkan 932 titik pada Selasa (22/9). Pada enam provinsi prioritas, hotspot high confidence tercatat:
• Kalimantan Tengah: 156 titik, turun dari 643 titik;
• Kalimantan Barat: 33 titik, turun dari 50 titik;
• Kalimantan Selatan: 11 titik, turun dari 68 titik;
• Sumatera Selatan: 4 titik, turun dari 17 titik;
• Jambi: 2 titik, dari sebelumnya nihil; dan
• Riau: 0 titik, tetap nihil.

Secara keseluruhan, hotspot high confidence di enam provinsi prioritas turun dari 778 menjadi 206 titik dalam satu hari. Kalimantan Tengah mencatat penurunan terbesar, namun masih menjadi provinsi dengan jumlah hotspot tertinggi di antara enam wilayah prioritas.

Kementerian Kehutanan mengingatkan bahwa hotspot merupakan indikasi anomali suhu permukaan yang terdeteksi satelit dan tidak dapat langsung disamakan dengan satu kejadian kebakaran maupun luas area yang terbakar. Satu kejadian kebakaran dapat terdeteksi sebagai beberapa hotspot sehingga setiap indikasi tetap harus diverifikasi melalui groundcheck dan pemantauan kondisi aktual di lapangan.

Menhut-Kepala BNPB Perkuat Pengendalian di Kalimantan Selatan
Setelah mengawal operasi penanganan karhutla di Kalimantan Tengah, Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni bersama Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto pada Rabu (23/9) melanjutkan pemantauan penanganan karhutla di Kalimantan Selatan.

Menhut dan Kepala BNPB meninjau langsung proses pemadaman pada kawasan gambut di sekitar RSJ Sambang Lihum, Kabupaten Banjar, sekaligus mengikuti evaluasi penanganan karhutla bersama pemerintah daerah, TNI, Polri, BPBD dan unsur terkait lainnya.

Evaluasi diarahkan pada penguatan operasi darat, penyamaan data lapangan serta penempatan personel dan sumber daya pada lokasi yang masih membutuhkan intervensi. Pemerintah Kabupaten Banjar juga menyiapkan tambahan personel untuk memperkuat operasi pada wilayah rawan.

Penguatan operasi darat menjadi penting terutama pada kebakaran gambut, karena bara dapat bertahan di bawah permukaan meskipun api di permukaan sudah tidak terlihat. Pembasahan dan pendinginan karena itu terus dilakukan untuk mencegah munculnya kembali api.

Pemerintah saat ini mengerahkan 61 unit armada udara untuk mendukung penanganan karhutla, terdiri atas: 17 unit untuk patroli dan Operasi Modifikasi Cuaca; dan 44 unit untuk water bombing. Pengoperasian armada udara dilakukan dengan mempertimbangkan perkembangan titik api, potensi awan, arah angin, kondisi asap, jarak pandang, serta keselamatan penerbangan.

Di darat, Manggala Agni Kementerian Kehutanan bersama BNPB, TNI, Polri, BPBD, pemerintah daerah, masyarakat, relawan, dunia usaha dan para pihak terus melakukan patroli, groundcheck, pemadaman langsung, penyekatan penjalaran api, pembasahan, mopping up, dan pendinginan.

Pantauan Kondisi Udara dan Jarak Pandang
Pantauan PM2,5 menunjukkan kondisi udara di Indonesia masih bervariasi. Sebagian besar wilayah berada pada kategori baik hingga sedang, namun sejumlah area di Sumatera dan Kalimantan masih menunjukkan kondisi tidak sehat hingga sangat tidak sehat, dan pada beberapa wilayah terpantau kategori berbahaya.

Pantauan BMKG Aviation pada dini hari Kamis (24/9) menunjukkan asap masih memengaruhi jarak pandang di beberapa provinsi prioritas:
• Palangka Raya: sekitar 1,5 kilometer, berasap;
• Pontianak: sekitar 1,5 kilometer, berasap;
• Banjarmasin: sekitar 3 kilometer, berasap;
• Jambi: sekitar 5 kilometer, berasap;
• Palembang: sekitar 5 kilometer, berasap; dan
• Pekanbaru: sekitar 6 kilometer, dengan hujan ringan.

BMKG juga mencatat jarak pandang di sejumlah lokasi lain di Kalimantan bahkan lebih rendah, sehingga perkembangan asap dan kondisi penerbangan tetap perlu dipantau secara intensif.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa penurunan jumlah hotspot belum berarti seluruh kebakaran telah padam atau kualitas udara langsung pulih. Asap yang telah terbentuk masih dapat bertahan dan berpindah mengikuti kondisi angin dan atmosfer, sementara bara pada lahan gambut dapat tetap aktif di bawah permukaan.

Kementerian Kehutanan mengimbau masyarakat di wilayah terdampak untuk terus mengikuti informasi kondisi udara dan arahan pemerintah daerah. Apabila kondisi udara memburuk, masyarakat dianjurkan mengurangi aktivitas di luar ruangan dan menggunakan masker apabila harus beraktivitas di luar. Perhatian khusus perlu diberikan kepada anak-anak, ibu hamil, lansia, serta masyarakat dengan gangguan pernapasan atau penyakit kronis.

Masyarakat dan pelaku usaha juga kembali diingatkan untuk tidak membuka maupun membersihkan lahan dengan cara membakar serta memastikan tidak ada aktivitas yang dapat memicu kebakaran. Apabila menemukan asap, titik api, aktivitas pembakaran, maupun satwa liar yang terdampak, masyarakat diminta segera melaporkan kepada petugas agar respons dapat dilakukan sedini mungkin.

Laporan karhutla dapat disampaikan melalui Posko Karhutla Kementerian Kehutanan pada nomor 021-5704618, WhatsApp +62 8131-00-35000, atau email posko.karhutla@kehutanan.go.id

Penanggung jawab berita:
Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Kerja Sama Luar Negeri
Ristianto Pribadi

Website: www.kehutanan.go.id
YouTube: Kementerian Kehutanan
Facebook: Kementerian Kehutanan
Instagram: @kemenhut
X: @kemenhut_ri