Berita

Hotspot Nasional Turun Tajam Tinggal 55 Titik, Operasi Lapangan Terus Dilanjutkan

Sabtu, 07 Nov 2026 | Siaran Pers

hotspot-nasional-turun-tajam-tinggal-55-titik-operasi-lapangan-terus-dilanjutkan

SIARAN PERS
Nomor: SP.674/HKLN/11/2026

Jakarta, 7 November 2026 – Jumlah hotspot dengan tingkat kepercayaan tinggi (high confidence) secara nasional turun signifikan. Berdasarkan pemantauan SiPongi Kementerian Kehutanan hingga Jumat, 6 November 2026 pukul 21.00 WIB, terdeteksi 55 hotspot, turun 283 titik dibandingkan sehari sebelumnya yang tercatat sebanyak 338 hotspot.

Penurunan juga terjadi pada enam provinsi prioritas pengendalian karhutla. Jumlah hotspot turun dari 86 menjadi 14 titik, terdiri atas 9 hotspot di Jambi dan 5 titik di Sumatera Selatan. Sementara Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, dan Riau tercatat nihil hotspot high confidence.

Perubahan paling signifikan terjadi di Kalimantan Tengah, yang sehari sebelumnya mencatat 85 hotspot dan pada pemantauan terbaru menjadi nihil. Kementerian Kehutanan menegaskan bahwa perkembangan tersebut merupakan indikator positif, namun tidak menjadi dasar untuk menghentikan operasi karena kondisi aktual tetap harus diverifikasi melalui patroli dan groundcheck.

Laporan Posko Pengendalian Kebakaran Hutan Kementerian Kehutanan tanggal 6 November menunjukkan bahwa di Kalimantan Tengah, penanganan masih berlangsung di sejumlah lokasi. Di Tanjung Taruna, Kabupaten Pulang Pisau, masih ditemukan banyak kepulan asap dan diperlukan pemadaman lanjutan. Sementara di Jabiren, api juga belum sepenuhnya padam pada lahan gambut dengan tipe kebakaran permukaan dan bawah. Di Palangka Raya, pemadaman di Jalan Tabengan, Kelurahan Kalampangan, serta Jalan Trans Harawung, Kelurahan Habaring Hurung, juga masih dilanjutkan. Kedua lokasi berada pada lahan gambut dan hingga laporan terakhir api belum sepenuhnya padam.

Namun terdapat perkembangan positif di beberapa lokasi. Pemadaman gabungan Manggala Agni Kemenhut dan BPBD di Kuala Pembuang, Kabupaten Seruyan, telah berhasil memadamkan api. Di Sei Sekonyer–Tanjung Harapan, kawasan Taman Nasional Tanjung Puting, tim juga telah melakukan mopping up dan penyisiran, dengan kondisi api dinyatakan aman.

Di Sumatera Selatan, api di Desa Sungai Pinang, Kabupaten Banyuasin, telah berhasil dikendalikan dan dinyatakan padam. Namun pemadaman masih diperlukan di Pulau Geronggang, Talang Rimba, dan Sungai Bungin di Kabupaten Ogan Komering Ilir. Pada sejumlah lokasi tersebut, kebakaran terjadi di lahan gambut dengan tipe kebakaran bawah.

Kementerian Kehutanan kembali menegaskan bahwa nihil hotspot tidak selalu berarti api dan bara di lapangan telah sepenuhnya padam. Pada lahan gambut, bara dapat bertahan dan menjalar di bawah permukaan meskipun tidak lagi terdeteksi satelit. Karena itu, pembasahan, penyisiran bara, mopping up, pendinginan, dan patroli tetap dilakukan sampai kondisi benar-benar aman.

Di tengah operasi tersebut, Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni pada Jumat (6/11) berada di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, untuk menjenguk lima kru Helikopter Mi-17V5 yang selamat dari insiden saat menjalankan misi pemadaman karhutla di kawasan Taman Nasional Tanjung Puting. Para kru menjalani perawatan di Rumah Sakit TNI AD Tk. III Dr. R. Soeharsono, Banjarmasin.

Menhut menerima penjelasan mengenai perkembangan kondisi para kru dan menemui mereka satu per satu untuk menyampaikan apresiasi atas dedikasi dalam menjalankan misi pemadaman karhutla. Kondisi lima kru dilaporkan menunjukkan perbaikan, meski masih membutuhkan penanganan lebih lanjut. Sebagian kru direncanakan dirujuk ke Jakarta dan Semarang untuk memperoleh perawatan lanjutan.

Kunjungan tersebut sekaligus menegaskan bahwa keselamatan personel menjadi bagian penting dalam seluruh operasi pengendalian karhutla. Pemerintah memastikan penanganan kebakaran tetap berjalan, sekaligus memberikan dukungan maksimal kepada personel yang menjalankan tugas di darat maupun udara.

Manggala Agni Kemenhut bersama BNPB, TNI, Polri, BMKG, BPBD, pemerintah daerah, Masyarakat Peduli Api, dunia usaha, relawan, serta seluruh unsur terkait terus melakukan patroli, groundcheck, pemadaman, pembasahan, penyisiran bara, mopping up, dan pendinginan sesuai kondisi aktual di lapangan.

Kementerian Kehutanan menegaskan bahwa penurunan hotspot nasional dari 338 menjadi 55 titik merupakan perkembangan positif yang harus dijaga. Namun kewaspadaan belum dapat dikendurkan hingga api dan bara benar-benar padam, kebakaran tidak kembali muncul, serta masyarakat, petugas, kawasan hutan, dan keanekaragaman hayati tetap terlindungi.

Masyarakat dan pelaku usaha diimbau untuk tidak membuka maupun membersihkan lahan dengan cara membakar. Apabila menemukan asap, titik api, atau aktivitas pembakaran, masyarakat diminta segera melaporkan kepada petugas melalui Posko Karhutla Kementerian Kehutanan di nomor telepon 021-5704618 atau WhatsApp +62 8131-00-35000, agar penanganan dapat dilakukan sedini mungkin. Pantau informasi terbaru penanganan Karhutla di https://www.kehutanan.go.id/pers, dan cek langsung data hotspot terbaru secara transparan di SiPongi di https://sipongi.gakkum.kehutanan.go.id/peta.

Penanggung jawab berita:
Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Kerja Sama Luar Negeri
Ristianto Pribadi

Website: www.kehutanan.go.id
YouTube: Kementerian Kehutanan
Facebook: Kementerian Kehutanan
Instagram: @kemenhut
X: @kemenhut_ri