Hotspot Sumsel Turun, Pengendalian Kalteng Diperkuat
Sabtu, 19 Sep 2026 | Siaran Pers

SIARAN PERS
Nomor: SP539/HKLN/09/2026
Jakarta, 19 September 2026 - Kementerian Kehutanan bersama tim gabungan terus memperkuat pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di enam provinsi prioritas. Pemantauan terbaru menunjukkan hotspot dengan tingkat kepercayaan tinggi atau high confidence di Sumatera Selatan turun cukup signifikan, sementara peningkatan di Kalimantan Tengah menjadi perhatian dalam penentuan prioritas operasi.
Berdasarkan data SiPongi Kementerian Kehutanan yang bersumber dari satelit NASA Terra/Aqua, SNPP, dan NOAA-20, hingga Jumat (18/9) pukul 21.05 WIB, secara nasional terdeteksi 546 hotspot high confidence, meningkat dari 475 titik sehari sebelumnya.
Pada enam provinsi prioritas, perkembangan hotspot high confidence tercatat:
• Kalimantan Tengah: 166 titik, meningkat dari 61 titik;
• Sumatera Selatan: 100 titik, turun dari 184 titik;
• Kalimantan Barat: 39 titik, meningkat dari 30 titik;
• Kalimantan Selatan: 12 titik, meningkat dari 5 titik;
• Jambi: 9 titik, turun dari 15 titik; dan
• Riau: 4 titik, setelah sehari sebelumnya nihil.
Perkembangan positif terlihat di Sumatera Selatan, dengan penurunan hotspot high confidence dari 184 menjadi 100 titik. Jambi juga turun dari 15 menjadi 9 titik.
Di sisi lain, Kalimantan Tengah meningkat menjadi 166 titik dan saat ini mencatat hotspot terbanyak di antara enam provinsi prioritas. Kondisi tersebut menjadi dasar penguatan patroli, groundcheck, pemadaman, pembasahan, serta pendinginan di wilayah yang membutuhkan respons segera.
Kementerian Kehutanan kembali menegaskan bahwa hotspot merupakan indikasi anomali suhu permukaan yang terdeteksi satelit dan tidak dapat langsung disamakan dengan satu kejadian kebakaran maupun luas area yang terbakar. Satu kejadian kebakaran dapat terdeteksi sebagai beberapa hotspot sehingga seluruh indikasi tetap harus diverifikasi melalui pemeriksaan kondisi aktual di lapangan.
Operasi pengendalian terus dilakukan oleh Manggala Agni Kementerian Kehutanan bersama TNI, Polri, BNPB, BMKG, BPBD, pemerintah daerah, masyarakat, dunia usaha, dan para pihak melalui patroli, groundcheck, pemadaman langsung, penyekatan penjalaran api, mopping up, pembasahan, serta pendinginan.
Dukungan udara juga terus diperkuat. Saat ini 55 unit armada udara dikerahkan untuk mendukung penanganan karhutla di wilayah Sumatera dan Kalimantan, yang mencakup helikopter patroli, pesawat CASA untuk Operasi Modifikasi Cuaca, serta helikopter water bombing.
Pengerahan armada dilakukan berdasarkan perkembangan hotspot, hasil verifikasi lapangan, kondisi kebakaran, potensi awan, jarak pandang, serta aspek keselamatan penerbangan.
Operasi Modifikasi Cuaca tetap digunakan sesuai kebutuhan dan kondisi meteorologis untuk membantu proses pembasahan lahan, khususnya pada ekosistem gambut. BMKG juga memprakirakan pada 19 September masih terdapat potensi hujan sedang hingga lebat di sejumlah provinsi prioritas, antara lain Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, dan Kalimantan Tengah.
Penguatan pengendalian juga dilakukan melalui koordinasi lintas kementerian dan lembaga. Pada Jumat (18/9), Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni mendampingi Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Djamari Chaniago dalam Rakor Penanganan Karhutla di Palembang, Sumatera Selatan.
Rapat tersebut turut dihadiri Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto, Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru, serta jajaran TNI, Polri, BNPB, dan Manggala Agni. Dalam pertemuan tersebut, Menhut melaporkan perkembangan hotspot serta menekankan pentingnya menerjemahkan data pemantauan menjadi prioritas pengecekan dan operasi di lapangan.
Menko Polkam menekankan agar penanganan dilakukan secara terukur dengan memusatkan personel dan peralatan pada wilayah yang memiliki risiko kebakaran tinggi. Pemetaan daerah rawan dan perkiraan lokasi kemunculan api diperlukan agar sumber daya dapat digunakan secara efektif, sementara pencegahan dan pengawasan terhadap aktivitas pembakaran tetap diperkuat.
Dalam kesempatan tersebut, Menko Polkam juga menyampaikan bahwa perkembangan penanganan karhutla di Sumatera Selatan telah dilaporkan kepada Presiden Prabowo Subianto. Presiden menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur yang bekerja dalam pemadaman dan meminta upaya penanganan terus dipercepat.
Berdasarkan pantauan PM2,5, kondisi udara di Indonesia masih bervariasi. Sebagian besar wilayah berada pada kategori baik hingga sedang, namun sejumlah area di Sumatera dan Kalimantan masih menunjukkan kondisi tidak sehat hingga sangat tidak sehat, bahkan pada bagian tertentu masih terdapat kategori berbahaya.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa jumlah hotspot tidak dapat menjadi satu-satunya indikator perkembangan karhutla. Kondisi api di lapangan, konsentrasi partikulat, sebaran asap, arah angin, kelembapan, serta jarak pandang juga terus dipantau.
Pengamatan meteorologi penerbangan BMKG pada Kamis (18/9) siang menunjukkan kondisi jarak pandang pada enam wilayah prioritas sebagai berikut:
• Pontianak: sekitar 5 kilometer, berasap;
• Palangka Raya: 10 kilometer atau lebih, berawan;
• Banjarmasin: 10 kilometer atau lebih, cerah berawan;
• Jambi: sekitar 9 kilometer, berawan;
• Pekanbaru: sekitar 8 kilometer, berawan; dan
• Palembang: 10 kilometer atau lebih, berawan.
Kondisi tersebut menunjukkan jarak pandang di sebagian besar wilayah relatif lebih baik pada saat pengamatan, namun asap masih terdeteksi di Pontianak. Kondisi jarak pandang bersifat dinamis dan dapat berubah mengikuti konsentrasi asap, arah angin, kelembapan, serta hujan.
Masyarakat di wilayah terdampak asap diminta terus mengikuti informasi kondisi udara dan arahan pemerintah daerah. Apabila kondisi udara memburuk, masyarakat dianjurkan mengurangi aktivitas di luar ruangan dan menggunakan masker apabila tetap harus beraktivitas di luar. Perhatian khusus perlu diberikan kepada anak-anak, ibu hamil, lansia, serta masyarakat dengan penyakit pernapasan atau penyakit kronis.
Masyarakat dan pelaku usaha juga kembali diingatkan untuk tidak membuka maupun membersihkan lahan dengan cara membakar. Pencegahan menjadi sangat penting karena kondisi atmosfer masih relatif kering dan kebakaran pada ekosistem gambut dapat bertahan di bawah permukaan meskipun api tidak lagi terlihat.
Apabila menemukan asap, titik api, aktivitas pembakaran, maupun satwa liar yang terdampak, masyarakat diminta segera melapor kepada petugas agar respons dapat dilakukan sedini mungkin.
Laporan karhutla dapat disampaikan melalui Posko Karhutla Kementerian Kehutanan pada nomor 021-5704618, WhatsApp +62 8131-00-35000, atau email posko.karhutla@kehutanan.go.id.
Penanggung jawab berita:
Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Kerja Sama Luar Negeri
Ristianto Pribadi
Website: www.kehutanan.go.id
YouTube: Kementerian Kehutanan
Facebook: Kementerian Kehutanan
Instagram: @kemenhut
X: @kemenhut_ri



