Berita

Jelang Puncak Kemarau, Kemenhut Perkuat Patroli dan Deteksi Dini Karhutla di Kawasan Konservasi

Minggu, 26 Jul 2026 | Siaran Pers

jelang-puncak-kemarau-kemenhut-perkuat-patroli-dan-deteksi-dini-karhutla-di-kawasan-konservasi

SIARAN PERS
NOMOR: SP.316/HKLN/07/2026

Bone, 26 Juli 2026 – Kementerian Kehutanan (Kemenhut) terus memperkuat langkah pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan konservasi, terutama menjelang puncak musim kemarau. Upaya tersebut dilakukan melalui peningkatan patroli, deteksi dini, serta pelibatan aktif masyarakat dan pemerintah daerah di tingkat tapak.

Salah satu upaya tersebut dilaksanakan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Sulawesi Selatan melalui Bidang KSDA Wilayah II bersama Masyarakat Peduli Api (MPA) dan Masyarakat Mitra Polhut (MMP), dengan menggelar patroli pencegahan karhutla di kawasan Taman Wisata Alam (TWA) Cani Sirenreng, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, Sabtu (25/7).

Patroli menyasar kawasan yang memiliki potensi kerawanan kebakaran di wilayah Dusun Maningo, Desa Tellu Boccoe, Kecamatan Ponre. Selain melakukan pemantauan kondisi kawasan, tim memperkuat koordinasi dengan masyarakat serta pemerintah desa dan kecamatan untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan mempercepat respons apabila ditemukan indikasi awal kebakaran.

Langkah tersebut sejalan dengan kebijakan Kementerian Kehutanan di bawah kepemimpinan Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni yang menempatkan perlindungan kawasan hutan dan penguatan kolaborasi masyarakat sebagai bagian penting dalam menjaga kelestarian hutan Indonesia. Raja Juli Antoni saat ini menjabat sebagai Menteri Kehutanan.

Pencegahan karhutla juga menjadi bagian penting dalam implementasi Indonesia’s FOLU Net Sink 2030. Pengendalian kebakaran melalui patroli, deteksi dan peringatan dini, pemberdayaan Masyarakat Peduli Api, serta penguatan koordinasi antar-pemangku kepentingan diperlukan untuk menekan risiko kebakaran dan emisi gas rumah kaca sekaligus mempertahankan fungsi hutan sebagai penyerap dan penyimpan karbon.

Kepala Bidang KSDA Wilayah II BBKSDA Sulawesi Selatan, Mustari Tepu, mengatakan keterlibatan berbagai pihak menjadi salah satu kunci dalam memastikan pencegahan berjalan efektif sejak sebelum kebakaran terjadi.

“Patroli ini menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kewaspadaan sekaligus memperkuat sinergi di tapak dalam upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan. Keterlibatan MPA, MMP, dan masyarakat sangat penting untuk mempercepat deteksi dini dan mitigasi risiko sehingga kelestarian kawasan hutan tetap terjaga,” ujar Mustari.

Kepala Resor TWA Cani Sirenreng, Alias, menambahkan bahwa petugas bersama MPA dan MMP akan terus meningkatkan deteksi dini dan pengamanan kawasan. Upaya tersebut juga dibarengi dengan edukasi kepada masyarakat untuk mencegah berbagai aktivitas yang berpotensi menimbulkan kebakaran, khususnya selama musim kemarau.

“Kami siap bersinergi dengan masyarakat dan seluruh pihak terkait dalam menjaga kawasan hutan konservasi dari ancaman kebakaran. Selain melakukan pemantauan di lapangan, kami juga akan terus mengedukasi masyarakat agar tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, terutama pada musim kemarau,” ungkap Alias.

TWA Cani Sirenreng merupakan bagian dari lanskap Cagar Biosfer Bantimurung Bulusaraung–Ma'rupanne. Cagar Biosfer Bantimurung Bulusaraung–Ma'rupanne masuk dalam jejaring Cagar Biosfer UNESCO sejak 2023 dan memiliki ekosistem hutan yang berperan dalam penyimpanan karbon, pengaturan iklim lokal, mitigasi banjir, serta pemurnian air.

Kementerian Kehutanan mendorong patroli, penguatan kesiapsiagaan, edukasi, dan kolaborasi dengan masyarakat terus dilakukan di kawasan-kawasan rawan sebagai langkah preventif menghadapi karhutla. Perlindungan hutan sejak dini tidak hanya menjaga keanekaragaman hayati dan fungsi ekologis kawasan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya mempertahankan tutupan hutan dan mendukung pencapaian target FOLU Net Sink 2030.


Informasi lebih lanjut:
Kepala Balai Besar KSDA Sulawesi Selatan,
Hasnawir

Penanggung jawab berita:
Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Kerjasama Luar Negeri,
Ristianto Pribadi

Website: www.kehutanan.go.id
Youtube: Kementerian Kehutanan
Facebook: Kementerian Kehutanan
Instagram: Kemenhut
Twitter/X: @kemenhut_ri