Berita

Kelahiran Dua Individu Harimau Sumatera di Lembaga Konservasi Taman Satwa Lembah Hijau Bandar Lampung Perkuat Upaya Pelestarian Satwa Dilindungi

Senin, 04 Mei 2026 | Siaran Pers

kelahiran-dua-individu-harimau-sumatera-di-lembaga-konservasi-taman-satwa-lembah-hijau-bandar-lampung-perkuat-upaya-pelestarian-satwa-dilindungi

SIARAN PERS
Nomor: SP.141/HKLN/05/2026

Lampung, 4 Mei 2026. Kementerian Kehutanan Republik Indonesia menyampaikan kabar menggembirakan dari upaya konservasi satwa liar. Dua individu anak Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae) telah lahir di Lembaga Konservasi (LK) Taman Satwa Lembah Hijau Lampung.

Kelahiran tersebut merupakan hasil perkawinan antara individu jantan (id. Kyai Batua) dan betina (id. Sinta), yang keduanya merupakan satwa hasil penyelamatan akibat konflik dengan manusia dan jerat pemburu liar. Keberhasilan ini menjadi catatan penting sebagai kelahiran pertama Harimau Sumatera secara ex situ di Provinsi Lampung.

Kyai Batua sebelumnya diselamatkan oleh tim Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bengkulu-Lampung bersama-sama dengan Tim Reaksi Cepat (TRC) Balai Besar Taman Nasional Bukit Barisan Selatan pada 2 - 4 Juli 2019 di Dusun Baru Ampar, Pekon Sukamarga Kecamatan Suoh Kabupaten Lampung Barat dalam kondisi terjerat. Akibat luka serius pada kaki depan kanan, Kyai Batua harus menjalani tindakan amputasi pada 5 Juli 2019.

Sementara itu, Sinta merupakan individu Harimau Sumatera yang diselamatkan dari Provinsi Bengkulu pada Desember 2024 dengan kondisi serupa, yaitu mengalami cedera berat akibat jerat pada saat dievakuasi ditemukan cacat pada kaki belakang kanan.

Perkawinan kedua individu tersebut dilaksanakan berdasarkan rekomendasi program Global Species Management Plan (GSMP) fase III dan IV Tahun 2024/2025 yang dikoordinasikan bersama Persatuan Kebun Binatang Seluruh Indonesia (PKBSI). Dalam studbook Harimau Sumatera, Kyai Batua tercatat dengan nomor SB ID 1886 dan Sinta dengan nomor SB ID 1998. Berkat pengawasan dan pendamping yang ketat oleh tim medik veteriner Taman Satwa Lembah Hijau, diusia tiga bulan ini, anak harimau tumbuh dan berkembang dengan baik.

Kelahiran dua individu Harimau Sumatera ini menjadi indikator positif keberhasilan pengelolaan konservasi ex situ, sekaligus memperkuat upaya pelestarian spesies yang saat ini menghadapi tekanan populasi di habitat alaminya.

Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bengkulu-Lampung, Agung Nugroho, menyampaikan apresiasi atas sinergi yang telah terjalin.
"Kami memberikan apresiasi atas keberhasilan LK Taman Satwa Lembah Hijau dalam mendukung program konservasi Harimau Sumatera. Keberhasilan ini merupakan hasil kolaborasi yang solid antara pemerintah, lembaga konservasi, serta parapihak yang terlibat," ujarnya.

Ia menambahkan bahwa keberhasilan ini diharapkan dapat memperkuat komitmen bersama dalam upaya perlindungan satwa liar, khususnya dalam penanggulangan ancaman jerat dan perburuan ilegal yang masih terjadi.

Komisaris Utama Lembaga Konservasi Taman Satwa PT. Lembah Hijau menyampaikan bahwa capaian ini merupakan wujud komitmen lembaga dalam mendukung pelestarian satwa dilindungi.
"Keberhasilan kelahiran ini menjadi bukti bahwa satwa hasil penyelamatan tetap memiliki potensi untuk berkembang biak secara optimal dalam pengelolaan yang tepat. Hal ini sekaligus menjadi kontribusi nyata dalam menjaga keberlanjutan populasi Harimau Sumatera," ujarnya.

Lebih lanjut disampaikan bahwa LK Lembah Hijau akan terus meningkatkan kualitas pengelolaan satwa sesuai prinsip kesejahteraan satwa (animal welfare) serta mendukung program konservasi populasi satwa liar.

Kementerian Kehutanan menegaskan bahwa kelahiran ini tidak hanya berkontribusi pada peningkatan populasi, tetapi juga memiliki nilai strategis dalam aspek edukasi, penelitian, serta penguatan kesadaran publik terhadap pentingnya pelestarian satwa liar.

Kementerian Kehutanan melalui BKSDA Bengkulu-Lampung bersama Balai Besar Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (BBTNBBS), PKBSI, serta seluruh pihak terkait akan terus mendorong penguatan program konservasi berbasis kolaborasi, baik in situ maupun ex situ.(*)


Penanggung jawab berita:
Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Kerjasama Luar Negeri
Kementerian Kehutanan
Ristianto Pribadi

Website: www.kehutanan.go.id⁠
Youtube: Kementerian Kehutanan
Facebook: Kementerian Kehutanan
Instagram: Kemenhut
Twitter/X: @kemenhut_ri