Berita

Kelola 2,73 Juta Hektar Mangrove di Kawasan Hutan, Kemenhut Perkuat Rehabilitasi dan Ekonomi Masyarakat Pesisir

Minggu, 26 Jul 2026 | Siaran Pers

kelola-2-73-juta-hektar-mangrove-di-kawasan-hutan-kemenhut-perkuat-rehabilitasi-dan-ekonomi-masyarakat-pesisir

SIARAN PERS
Nomor: SP. 321/HKLN/07/2026

Denpasar, 26 Juli 2026. Kementerian Kehutanan (Kemenhut) terus menegaskan peran sentralnya dalam menjaga keberlanjutan ekosistem pesisir Indonesia. Dari total 3,45 juta hektare mangrove nasional yang merepresentasikan sekitar 23 persen dari total mangrove dunia berdasarkan Peta Mangrove Nasional Tahun 2025, seluas 2,73 juta hektare atau sekitar 80% berada di dalam Kawasan Hutan yang menjadi tanggung jawab langsung Kementerian Kehutanan.

Hal tersebut disampaikan oleh Wakil Menteri Kehutanan (Wamenhut) Rohmat Marzuki saat memberikan sambutan pada Puncak Peringatan Hari Mangrove Sedunia Tahun 2026 di kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Ngurah Rai, Bali, Minggu (26/7). Agenda nasional ini diinisiasi bersama Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH), Kementerian Kehutanan (Kemenhut), Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), serta Pemerintah Provinsi Bali.

"Anugerah sumber daya alam ini sekaligus menjadi amanah besar bagi Indonesia untuk memimpin pengelolaan mangrove dunia secara berkelanjutan. Menjaga mangrove berarti menjaga kehidupan sekaligus mengamankan masa depan generasi mendatang," tegas Wamenhut Rohmat Marzuki.

Wamenhut memaparkan rekam jejak dan langkah konkret Kemenhut dalam pemulihan ekosistem. Hingga akhir tahun 2025, Kemenhut bersama para mitra telah berhasil merehabilitasi mangrove seluas 91.678 hektare. Meneruskan komitmen tersebut, pada tahun 2026 Kemenhut menargetkan rehabilitasi pada lebih dari 17.000 hektare di berbagai wilayah Indonesia melalui kolaborasi lintas mitra pembangunan, seperti Mangroves for Coastal Resilience (M4CR), Forest Programme VI, Japan International Cooperation Agency (JICA), hingga Nature-based Solutions for Climate-Smart Livelihoods in Mangrove Landscapes (Nasclim).

Tidak hanya berdampak pada perbaikan lingkungan, program rehabilitasi dan perlindungan kawasan hutan mangrove ini terbukti memberikan dampak sosial-ekonomi yang nyata bagi masyarakat pesisir.

"Dukungan kolaboratif ini telah menciptakan lapangan kerja bagi 64.386 orang, mendukung lahirnya 63 Peraturan Desa tentang perlindungan dan pengelolaan ekosistem mangrove, serta menyalurkan hibah usaha masyarakat sebesar Rp 16,29 miliar. Ini menunjukkan bahwa rehabilitasi mangrove mampu memulihkan ekosistem sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara langsung," tambah Wamenhut.

Atas dasar itulah, Wamenhut menggarisbawahi tiga pilar utama yang menjadi pondasi keberlanjutan ekosistem mangrove ke depan.

"Oleh karena itu, komitmen, kolaborasi, dan inovasi dari seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci keberhasilan dalam melestarikan ekosistem mangrove," ujarnya.

Langkah strategis Kemenhut ini sejalan dengan implementasi Peraturan Pemerintah Nomor 27 Tahun 2025 dan Rencana Perlindungan dan Pengelolaan Ekosistem Mangrove (RPPEM) Nasional 2026-2055, sekaligus menjadi wujud nyata eksekusi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto dalam menyelaraskan kehidupan yang harmonis dengan alam, mengoptimalkan blue carbon, serta mendorong pertumbuhan ekonomi hijau berbasis masyarakat pesisir.

Rangkaian kegiatan diawali dengan aksi penanaman bibit mangrove bersama di Ekowisata Mangrove Batu Lumbang kawasan Tahura Ngurah Rai, diikuti penyerahan bibit secara simbolis, dialog telekonferensi penanaman serentak se-Indonesia, serta sesi diskusi interaktif penataan Kesatuan Lanskap Mangrove (KLM).

Melalui momentum ini, Kementerian Kehutanan mengukuhkan komitmennya untuk terus mengawal kelestarian kawasan hutan mangrove di tingkat tapak demi keselamatan ekologis dan kesejahteraan masyarakat pesisir Indonesia.


Penanggung jawab berita:
Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Kerjasama Luar Negeri,
Ristianto Pribadi

Website: www.kehutanan.go.id
Youtube: Kementerian Kehutanan
Facebook: Kementerian Kehutanan
Instagram: Kemenhut
Twitter/X: @kemenhut_ri