Berita

Kemenhut Ajak Generasi Muda Kenal dan Jaga Kelestarian Ekosistem Hutan Jawa Timur

Minggu, 01 Nov 2026 | Berita

kemenhut-ajak-generasi-muda-kenal-dan-jaga-kelestarian-ekosistem-hutan-jawa-timur

Jakarta, 01 November 2026 - Kementerian Kehutanan melalui Pusat Pengembangan Generasi Pelestari Hutan (Pusgenri) berkolaborasi dengan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Jawa Timur mengajak generasi muda mengembangkan gagasan dan inovasi bagi pelestarian ekosistem hutan melalui Mentoring Class Forest Youthverse bertema “Arek Lestari: Kenali Biodiversitas, Inovasi untuk Konservasi dan Aksi Nyata Hutan Lestari” yang dilaksanakan pada tanggal 29–30 Oktober 2026 secara daring.

Kepala Pusgenri, Luckmi Purwandari, menyampaikan bahwa generasi muda memiliki peran strategis dalam menjaga keberlanjutan hutan dan keanekaragaman hayati.

“Generasi muda tidak cukup hanya menjadi penonton dalam upaya pelestarian hutan. Mereka harus menjadi bagian dari solusi. Kita ingin mendorong generasi muda untuk mengenali potensi biodiversitas, memahami tantangan, serta menerjemahkan kepedulian menjadi inovasi dan aksi nyata,” ungkapnya.

Selama dua hari, peserta mendapatkan pembelajaran mengenai urgensi perlindungan biodiversitas, pelestarian habitat, serta praktik pengelolaan hutan lestari di Jawa Timur. Sebagaimana diketahui kekayaan ekosistem Jawa Timur, mulai dari dataran rendah, savana, hingga pegunungan, menjadi ruang belajar bagi generasi muda untuk memahami pentingnya menjaga keanekaragaman hayati.

Dalam sesi Sustainable Forest Management in Action, Purnomo Probo Nugroho, Kepala Bidang Konservasi Sumber Daya Hutan dan Ekosistem Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Timur, memperkenalkan berbagai praktik pengelolaan hutan yang mengintegrasikan aspek ekologi, ekonomi, dan sosial. Ia juga menekankan luasnya peluang kontribusi generasi muda, mulai dari edukasi konservasi, pendampingan kelompok tani hutan, kewirausahaan kehutanan, hingga inovasi dan penelitian.

“Generasi muda memiliki banyak ruang untuk berkontribusi dalam pembangunan kehutanan. Kreativitas dan potensi mereka dapat dikembangkan melalui berbagai bidang, tidak hanya bekerja langsung di kawasan hutan, tetapi juga melalui edukasi, pendampingan masyarakat, usaha kehutanan, dan inovasi teknologi untuk mendukung hutan lestari dan masyarakat sejahtera,” jelas Purnomo.

Pembelajaran kemudian diperluas melalui sesi Beyond the Landscape – Learning from East Java’s Diverse Ecosystems. Peserta mengenal karakteristik dan praktik pengelolaan berbagai ekosistem melalui pengalaman dari Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, Baluran, Meru Betiri, dan Alas Purwo. Selain memperkuat pemahaman biodiversitas, peserta juga mengikuti sesi Creative Thinking dan Design Thinking untuk mengidentifikasi permasalahan, merancang solusi, serta mengembangkan ide inovatif yang relevan dengan tantangan konservasi.

Sebagai tindak lanjut, peserta ditantang menyusun rencana aksi dan video kampanye melalui Innovation Challenge. Melalui kegiatan ini, Pusgenri berharap lahir generasi muda yang tidak hanya mengenal dan mencintai kekayaan alam, tetapi juga mampu mengambil peran aktif dalam menjaga ekosistem hutan dan keanekaragaman hayati Jawa Timur. Dari mengenali biodiversitas hingga menciptakan inovasi, Arek Lestari diharapkan menjadi penggerak aksi nyata untuk hutan lestari.

Informasi lebih lanjut:
Pusat Pengembangan Generasi Pelestari Hutan, Badan P2SDM

Penanggung jawab berita:
Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Kerjasama Luar Negeri, Kementerian Kehutanan,
Ristianto Pribadi

Website: www.kehutanan.go.id
Youtube: Kementerian Kehutanan
Facebook: Kementerian Kehutanan
Instagram: Kemenhut
Twitter/X: @kemenhut_ri