Berita

Kemenhut Berduka atas Gugurnya Empat Petugas dan Relawan saat Pemadaman Karhutla di Bromo

Jumat, 16 Okt 2026 | Siaran Pers

kemenhut-berduka-atas-gugurnya-empat-petugas-dan-relawan-saat-pemadaman-karhutla-di-bromo

SIARAN PERS
Nomor: SP. 618/HUMAS/HKLN/10/2026

Jakarta, 16 Oktober 2026 – Kementerian Kehutanan menyampaikan duka cita mendalam atas meninggalnya empat orang petugas dan mitra pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Jawa Timur, Kamis (15/10). Dua orang lainnya mengalami luka bakar dan mendapatkan penanganan medis.

Kejadian kebakaran bermula pada Selasa 13 Oktober 2026, ketika petugas menerima informasi dari Kepala Desa Ngadas, Kabupaten Probolinggo sekitar pukul 14.23 WIB mengenai kebakaran ladang warga di sekitar Blok Pusung Dawa, yang berbatasan dengan kawasan TNBTS di Grid A83 dan berada di wilayah Desa Ngadirejo, Kabupaten Probolinggo.

Menindaklanjuti informasi tersebut, petugas TNBTS menuju lokasi dan berkoordinasi dengan pemerintah desa untuk meminta bantuan personel dalam upaya. Sejumlah warga bersama perangkat desa, termasuk Kepala Desa Ngadirejo, turut melakukan pemadaman pada hari tersebut. Mengingat lokasi yang jauh dari sumber air dan sulit dijangkau dengan mesin penyemprot air, pemadaman dilakukan secara manual menggunakan alat gebyok. Dalam perkembangan selanjutnya, api merambat masuk ke kawasan TNBTS dan mencapai lokasi yang memiliki medan terjal serta sulit dijangkau. Namun demikian akhirnya upaya pemadaman berhasill memadamkan api pada hari Rabu 14 Oktober 2026 pukul 11.45. Petugas kemudian melakukan pemantauan hingga malam dan memastikan sudah tidak api maupun asap lagi.

Pada Kamis 15 Oktober 2026, pukul 09.20 dari Posko Karhut Cemoro Lawang terlihat asap tebal di lokasi hari sebelumnya. Empat petugas jaga segera menuju lokasi dan berusaha memadamkan. Mengingat besarnya api, petugas meminta tambahan dukungan personil yang kemudian meluncur menuju lokasi termasuk petugas dari pemegang Perijinan Berusaha Sarana Wisata Alam (PSWA) PT. Mitra Indo Permai (MIP), dan Masyarakat Peduli Api (MPA) dikerahkan untuk melakukan penyekatan terhadap api yang menjalar masuk di kawasan Mentigen, Kabupaten Probolinggo. Tim kemudian dibagi 2 regu di sebelah kiri dan kanan api untuk melakukan penyekatan agar api tidak meluas. Sekitar pukul 13.00 WIB, tiba-tiba angin kondisi kebakaran disertai angin kencang menyebabkan enam personel terjebak di tengah api yang menyala. Lima personel lainnya berhasil menyelamatkan diri karena lokasinya berlawanan dengan arah api.

Setelah api mereda dilakukan upaya pencarian terhadap petugas yang terjebak, dan pada pukul
13.30 WIB tiga personel ditemukan meninggal dunia di lokasi kejadian, yaitu Sukaris, PNS Operator Layanan Operasional pada Seksi PTN Wilayah I, Bidang PTN Wilayah I, BB TNBTS Kemenhut; Wisnu Yuda Pratama, staf PT. Mitra Indo Permai; Sefriel Ardiansyah, staf PT. Mitra Indo Permai.

Serta satu personel terluka parah kemudian dievakuasi menuju Rumah Sakit Umum Daerah Tongas untuk dilakukan perawatan intensif. Namun demikian setelah dirawat sekitar 3 jam, yang bersangkutan atas nama Hendra Rony Wagiyanata, Manggala Agni TNBTS Kementerian Kehutanan dinyatakan meninggal dunia.

Korban meninggal dievakuasi bersama dengan pihak Polres Probolinggo dan kemudian dibawa ke Rumah Sakit Umum Tongas untuk proses visum.
Sementara itu, dua personel lainnya mengalami luka bakar berat. Korban dirujuk ke Rumah Sakit dr. Sutomo Surabaya untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut, atas nama Munawi, Masyarakat Peduli Api (MPA); dan Suraji - DW Security, PT. Mitra Indo Permai.

Kementerian Kehutanan menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga para korban yang telah menunjukkan pengabdian dan keberanian dalam upaya melindungi kawasan hutan dari kebakaran.

Kepergian mereka menjadi duka mendalam bagi keluarga besar Kementerian Kehutanan, para petugas pemadaman, relawan, serta masyarakat yang selama ini bersama-sama menjaga kelestarian kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru.

Kementerian Kehutanan melalui BBTNBTS terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, fasilitas pelayanan kesehatan, aparat terkait, dan para pihak untuk memastikan proses penanganan korban serta pendampingan keluarga berjalan dengan baik.

Kementerian Kehutanan juga menegaskan pentingnya mengutamakan keselamatan seluruh personel dalam setiap operasi pengendalian karhutla, khususnya pada kawasan dengan medan terjal, vegetasi kering, serta kondisi angin yang dapat berubah sewaktu-waktu.

Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa tugas pemadaman karhutla memiliki risiko tinggi dan membutuhkan kewaspadaan, koordinasi, serta penerapan prosedur keselamatan yang ketat. Evaluasi terhadap kronologi kejadian dan pelaksanaan operasi pemadaman akan dilakukan bersama pihak terkait sebagai bagian dari upaya memperkuat perlindungan keselamatan petugas dan relawan di lapangan.

Kementerian Kehutanan mengajak seluruh pihak, termasuk masyarakat di sekitar kawasan hutan, untuk meningkatkan kewaspadaan dan bersama-sama mencegah terjadinya kebakaran. Penggunaan api di area yang berdekatan dengan kawasan hutan harus memperhatikan risiko penjalaran, khususnya ketika kondisi cuaca kering dan angin bertiup kencang.

Kementerian Kehutanan menghormati pengabdian seluruh korban yang telah berjuang dalam upaya pemadaman karhutla di kawasan TNBTS. Semangat pengabdian mereka menjadi pengingat akan pentingnya melindungi hutan sekaligus memastikan keselamatan setiap orang yang bertugas menjaganya.


Penanggung jawab berita:
Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Kerja Sama Luar Negeri
Ristianto Pribadi

Website: www.kehutanan.go.id
YouTube: Kementerian Kehutanan
Facebook: Kementerian Kehutanan
Instagram: @kemenhut
X: @kemenhut_ri