Kemenhut Dorong Generasi Muda Kembangkan Wisata Edukasi Berbasis Hutan di Sumatera Barat
Sabtu, 03 Okt 2026 | Berita

Padang Pariaman, 2 Oktober 2026 — Kementerian Kehutanan mendorong generasi muda di Sumatera Barat mengembangkan potensi hutan dan jasa lingkungan menjadi rintisan wisata edukasi yang memberikan manfaat ekonomi sekaligus mendukung pelestarian lingkungan. Upaya ini dilakukan melalui Bimbingan Teknis (Bimtek) Kewirausahaan Kreatif Kehutanan: Pengembangan dan Digitalisasi Pemasaran Pemanfaatan Jasa Lingkungan Edu-Ekowisata yang diikuti 70 Generasi Muda Pelestari Hutan (GenRies).
Kegiatan yang diselenggarakan Pusat Pengembangan Generasi Pelestari Hutan (Pusgenri) pada 29 September hingga 1 Oktober 2026 di Posko Lembaga Pengelola Hutan Nagari (LPHN) Salibutan, Nagari Salibutan, Kecamatan Lubuk Alung, Kabupaten Padang Pariaman, ini menjadi bagian dari upaya mendorong keterlibatan generasi muda dalam pemulihan lingkungan pascabencana melalui pengembangan ekonomi kreatif berbasis konservasi.
Sebanyak 70 peserta berusia 18–35 tahun berasal dari Kota Medan, Kabupaten Solok, Kabupaten Agam, dan Kabupaten Padang Pariaman. Mereka merupakan generasi muda yang memiliki minat dan/atau telah aktif dalam pemanfaatan jasa lingkungan serta pemulihan lingkungan pascabencana. Melalui kegiatan ini, peserta didorong mengidentifikasi potensi lokal dan mengembangkannya menjadi rintisan edu-ekowisata di wilayah masing-masing.
Kepala Pusat Pengembangan Generasi Pelestari Hutan (Pusgenri), Luckmi Purwandari, menyampaikan bahwa pemulihan lingkungan membutuhkan pendekatan yang adaptif dan berkelanjutan dengan melibatkan generasi muda sebagai penggerak kewirausahaan kehutanan atau forest youthpreneurship.
“Kami ingin generasi muda tidak hanya menjadi bagian dari upaya menjaga dan memulihkan lingkungan, tetapi juga mampu melihat peluang ekonomi dari potensi alam di sekitarnya. Melalui pengembangan wisata edukasi, anak muda dapat menghadirkan pengalaman belajar tentang hutan sekaligus membuka peluang usaha yang memberi manfaat bagi masyarakat,” ujar Luckmi.
Dalam Bimtek ini, peserta mendapatkan pembekalan mengenai pengembangan edu-ekowisata, pemetaan potensi lokal, analisis SWOT, kebijakan pengelolaan kawasan hutan, serta strategi pemasaran digital. Pada akhir kegiatan, peserta diarahkan menyusun Rencana Aksi (Action Plan) sebagai langkah awal pengembangan rintisan edu-ekowisata di nagari masing-masing.
Untuk mendukung implementasi rencana tersebut, Pusgenri juga menyiapkan Stimulan Program berupa bantuan alat rintisan aksi dan dukungan promosi digital. Perlengkapan operasional meliputi trekking pole, tenda, lampu tenaga surya, perangkat komunikasi handie-talkie (HT), dan peralatan pendukung lainnya. Sementara itu, dukungan pemasaran digital mencakup pendampingan pembuatan website mandiri, atribut branding, serta mikrofon nirkabel dan gimbal untuk produksi konten kreatif.
Pelaksanaan kegiatan ini melibatkan Dinas Kehutanan Provinsi Sumatera Barat, Dinas Pariwisata, instansi terkait di tingkat provinsi dan kabupaten/kota, UPT Kementerian Kehutanan, praktisi pengelola desa wisata, serta akademisi. Kolaborasi tersebut diharapkan memperkuat ekosistem kewirausahaan kehutanan sekaligus membuka ruang bagi generasi muda untuk mengembangkan potensi lokal secara berkelanjutan.
Melalui pengembangan edu-ekowisata, generasi muda diharapkan dapat menjadi penggerak pemulihan lingkungan dan pencipta peluang ekonomi hijau di tingkat tapak, sehingga upaya menjaga kelestarian hutan dapat berjalan beriringan dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Informasi lebih lanjut:
Kepala Pusat Pengembangan Generasi Pelestari Hutan
Ir. Luckmi Purwandari, M.Si.
Penanggung jawab berita:
Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Kerjasama Luar Negeri, Kementerian Kehutanan,
Ristianto Pribadi
Website: www.kehutanan.go.id
Youtube: Kementerian Kehutanan
Facebook: Kementerian Kehutanan
Instagram: Kemenhut
Twitter/X: @kemenhut_ri



