Berita

Kemenhut Dukung Kolaborasi Lintas Sektor di Forum FACT 2026

Sabtu, 06 Jun 2026 | Siaran Pers

kemenhut-dukung-kolaborasi-lintas-sektor-di-forum-fact-2026

SIARAN PERS
NOMOR: SP. 202/HKLN/06/2026

Bogor, 6 Juni 2026 - Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Kehutanan dan Lingkungan IPB University menggelar Forester, Academic, and Corporate Talk (FACT) 2026 di Kampus IPB University, Bogor. Mengusung tema "Menelusuri Pengelolaan Hutan dari Hulu ke Hilir di Era PBPH: Antara Investasi, Ekologi, dan Keadilan Sosial", forum strategis ini mendapat dukungan penuh dari Kementerian Kehutanan (Kemenhut) dalam upaya menyelaraskan pengelolaan hutan berkelanjutan demi mencapai target Indonesia’s FOLU Net Sink 2030.

Kementerian Kehutanan menyampaikan apresiasi tinggi atas inisiatif BEM Fahutan dan Lingkungan IPB yang mempertemukan tiga pilar utama pembangunan nasional, yakni perspektif ilmiah akademisi, instrumen kebijakan pemerintah, dan praktik bisnis korporasi swasta. Sinergi pentahelix ini dinilai krusial untuk mengawal transisi tata kelola kehutanan Indonesia.

Hadir mewakili Sekretaris Jenderal Kementerian Kehutanan, Kepala Pusat Pengembangan Hutan Berkelanjutan, Gun Gun Hidayat, menegaskan bahwa Indonesia kini telah menggeser paradigma lama timber management menuju landscape management yang berbasis pada multiusaha kehutanan dan valuasi jasa lingkungan. Langkah ini juga diturunkan secara konkret untuk menyukseskan visi Asta Cita Presiden Republik Indonesia.

"Sesuai dengan tema yang diangkat hari ini, era Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH) menuntut kita untuk menyeimbangkan tiga dimensi besar secara harmonis dari hulu ke hilir: yaitu Investasi, Ekologi, dan Keadilan Sosial," ungkap Gun Gun saat menyampaikan sambutan Sekjen Kemenhut, Mahfudz, dalam forum tersebut.

Dalam dimensi Ekologi, sektor kehutanan merupakan tulang punggung utama penurunan emisi nasional, dengan porsi kontribusi terbesar yaitu 60% dari target pengurangan emisi gas rumah kaca demi mencapai target nasional FOLU Net Sink 2030.

Terkait dimensi Investasi di era ekonomi hijau, sektor Kehutanan menerapkan kebijakan penataan ruang yang mengombinasikan pendekatan Land Sparing (Pemanfaatan Utama) dan Land Sharing (Pemanfaatan Kolaborasi). Investasi hijau ini juga wajib mendorong hilirisasi dan sirkularitas bioekonomi. Dunia kehutanan harus bergeser dari sekadar pengekspor bahan mentah menuju produk bernilai tinggi.

Lebih lanjut, Sekjen Kemenhut mengingatkan bahwa kelestarian ekologi dan investasi tidak akan bermakna jika mengabaikan Keadilan Sosial. Berlandaskan Inpres No. 8/2025 tentang Pengentasan Kemiskinan Ekstrem, Kemenhut terus memperluas akses legal masyarakat melalui Perhutanan Sosial yang kini telah mencapai 8,33 juta hektare dan memberikan manfaat langsung bagi 1,42 juta Kepala Keluarga serta membentuk 16.553 Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS). Berdasarkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), 64,23% penerima manfaat berada pada kelompok ekonomi rentan.

Ajang FACT 2026 ini menghadirkan diskusi komprehensif dengan melibatkan pemangku kepentingan lintas sektor sebagai narasumber, di antaranya Direktur Bina Pengolahan dan Pemasaran Hasil Hutan (BPPHH) Kemenhut, Ade Mukadi; Ketua Komite/Bidang Aset, Keuangan, dan Usaha APHI, Endro Siswoko; serta perwakilan dunia usaha yaitu Direktur Utama PT Mohairson Pawan Khatulistiwa, Syamsul Budiman.

Di hadapan sekitar 500 mahasiswa IPB University yang hadir secara luring, secara umum para narasumber menitipkan pesan agar rimbawan muda bersiap menjadi generasi multidisiplin yang tidak hanya memahami biologi pohon, tetapi wajib menguasai Kecerdasan Buatan (AI), digitalisasi tata kelola, mekanisme pasar karbon, dan kewirausahaan hijau.

Selain seminar dan sesi diskusi interaktif, rangkaian kegiatan FACT 2026 juga dimeriahkan dengan pameran perusahaan (corporate exhibition) serta eksibisi fotografi lingkungan di sekitar lokasi acara sebagai bentuk visualisasi komitmen hijau lintas generasi.

───

Informasi lebih lanjut:
Kepala Pusat Pengembangan Hutan Berkelanjutan,
Gun Gun Hidayat

Penanggung jawab berita:
Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Kerjasama Luar Negeri, Kementerian Kehutanan,
Ristianto Pribadi

Website: www.kehutanan.go.id
Youtube: Kementerian Kehutanan
Facebook: Kementerian Kehutanan
Instagram: Kemenhut
Twitter/X: @kemenhut_ri