Berita

Kemenhut Kolaborasi dengan Pemerintah Setempat dan Anak Muda Perkuat Kepedulian Hutan di Solok

Minggu, 13 Sep 2026 | Berita

kemenhut-kolaborasi-dengan-pemerintah-setempat-dan-anak-muda-perkuat-kepedulian-hutan-di-solok

Solok, 13 September - Kementerian Kehutanan melalui Pusat Pengembangan Generasi Pelestari Hutan (Pusgenri) berkolaborasi dengan pemerintah daerah dan generasi muda untuk memperkuat kepedulian serta aksi nyata dalam menjaga hutan dan lingkungan di Kabupaten Solok, Sumatera Barat. Kolaborasi ini diwujudkan melalui :Youth Dialogue: Generasi Muda untuk Ketahanan Hutan dan Lingkungan" sebagai bagian dari rangkaian Forest Youthverse Resilience Summit Sumatera Barat.

Kegiatan hari pertama (11/09/2026) menjadi ruang dialog antara Kemenhut, pemerintah daerah, dan Generasi Pelestari Hutan (Genries) untuk mendorong keterlibatan generasi muda dalam menerjemahkan kepedulian terhadap hutan dan lingkungan menjadi gerakan dan tindakan nyata di tingkat tapak.

Sekretaris Direktorat Jenderal Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Rehabilitasi Hutan (PDASRH) Kementerian Kehutanan, Zaenal Arifin, menegaskan bahwa ketahanan ekologi Indonesia tidak dapat hanya bergantung pada kebijakan pemerintah semata, melainkan membutuhkan keterlibatan aktif dan kepemimpinan generasi muda.

"Kita bergantung pada hutan dan lingkungan, tetapi keberlanjutannya juga sangat bergantung pada kita. Oleh karena itu, keresahan dan kepedulian generasi muda harus ditransformasikan secara konkret menjadi pengetahuan, aksi nyata, serta kolaborasi yang berkelanjutan," tegas Zaenal Arifin.

Dalam dialog tersebut, generasi muda diajak untuk menempuh proses pembelajaran dan aksi berbasis pendekatan empat tahap: Learn, Observe, Act, dan Collaborate. Pendekatan ini mendorong kaum muda untuk terlebih dahulu mempelajari dan memahami isu kehutanan secara mendalam berbasis data, lalu secara kritis mengamati dinamika perubahan lingkungan di sekitar mereka.

Berbekal pemahaman tersebut, Genries diajak mengambil langkah konkret sesuai kapasitas masing – masing, baik melalui edukasi publik, pemantauan ekosistem, maupun kegiatan rehabilitasi hutan dan lahan, serta memperkuat jejaring kolaborasi multisektor guna menjaga keberlanjutan dampak aksi di lapangan.

Pada hari kedua Forest Youthverse Resilience Summit Sumatera Barat, Sabtu (12/9/2026), 60 Generasi Pelestari Hutan (Genries) secara resmi mempresentasikan gagasan aksi, inovasi ekologi, dan solusi kontekstual untuk menjawab tantangan lingkungan di wilayah Sumatera Barat. Bertempat di Rumah Dinas Wakil Bupati Kabupaten Solok, forum dialog dan parade inovasi ini mempertemukan perspektif serta rancangan solusi kaum muda secara langsung dengan para pemangku kepentingan kunci.

Wakil Bupati Solok, Candra menyambut hangat kehadiran kaum muda di kediaman resminya sekaligus menegaskan pentingnya konsolidasi multisektor untuk memastikan gagasan tapak yang diusung pemuda dapat terintegrasi dengan program pemerintah daerah.

"Pemerintah tidak dapat bekerja sendiri dalam menyelesaikan kompleksitas persoalan hutan dan lingkungan. Kolaborasi antara pemerintah, generasi muda, akademisi, dan masyarakat tapak adalah kunci agar inovasi yang lahir hari ini tidak berhenti sebagai dokumen wacana, melainkan mewujud menjadi aksi terukur yang memberi dampak langsung bagi keberlanjutan ekosistem," ujar Candra.

Melalui penguatan jejaring kolaborasi ini, Kemenhut berkomitmen untuk terus memantau dan mendampingi implementasi rencana tindak lanjut (action plan) yang disusun para Genries, sehingga kontribusi generasi muda dapat terintegrasi nyata dalam mendukung ketahanan iklim dan pemulihan lingkungan nasional.

Informasi lebih lanjut:
Kepala Pusat Pengembangan Generasi Pelestari Hutan
Luckmi Purwandari

Penanggung jawab berita:
Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Kerjasama Luar Negeri, Kementerian Kehutanan,
Ristianto Pribadi

Website: www.kehutanan.go.id
Youtube: Kementerian Kehutanan
Facebook: Kementerian Kehutanan
Instagram: Kemenhut
Twitter/X: @kemenhut_ri