Kemenhut Pastikan Kebakaran di TNGC Berhasil Dikendalikan, Ekosistem Kawasan Konservasi Tetap Dijaga
Sabtu, 12 Sep 2026 | Siaran Pers

SIARAN PERS
Nomor: SP.518/HKLN/09/2026
Kuningan, 12 September 2026 — Kementerian Kehutanan melalui Balai Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC) berhasil mengendalikan kebakaran hutan yang terjadi selama tiga hari, 7–9 September 2026. Kebakaran melanda Blok Simaung, Tegal Bodas, Cileutik, Jalan Maling Situmpuk, dan Panjakroma.
Kebakaran terdeteksi pada 7 September 2026 pukul 12.05 WIB setelah petugas TNGC menerima laporan masyarakat mengenai kepulan asap di sekitar Blok Simaung, Desa Singkup. Kepulan asap tersebut juga terpantau oleh tim Patroli Udara Tanpa Awak (PUTA) Posko Dalkarhut SPTN Wilayah I Kuningan. Kondisi angin kencang, serasah, dan semak belukar yang kering turut mempercepat penyebaran api.
Kepala Balai Taman Nasional Gunung Ciremai Toni Anwar mengatakan, kondisi angin yang kencang dan medan berbatu menjadi tantangan dalam penanganan kebakaran di kawasan TNGC.
“Api beberapa kali kembali menyala karena tiupan angin. Petugas terus melakukan pemadaman dan penyisiran hingga memastikan seluruh titik api benar-benar padam. Upaya ini penting untuk mencegah kebakaran meluas dan melindungi kawasan hutan konservasi,” ujar Toni.
Proses pemadaman dilakukan secara darat menggunakan peralatan manual dan mekanis, kemudian dilanjutkan dengan mopping up untuk memastikan tidak ada titik api yang kembali berkembang.
Setelah dilakukan penyisiran hingga 9 September 2026 pukul 15.51 WIB, seluruh titik api berhasil dipadamkan. Blok Simaung, Tegal Bodas, Cileutik, Jalan Maling Situmpuk, dan Panjakroma dinyatakan clear and clean dari api, dengan perkiraan luas areal terbakar mencapai 46,42 hektare.
Sepanjang 2026, kebakaran yang terjadi sejak 21 Juli 2026 hingga kejadian pada September telah menyebabkan hampir 97,32 hektare kawasan Ciremai terbakar. Kondisi ini menjadi pengingat pentingnya meningkatkan kewaspadaan dan upaya pencegahan kebakaran di kawasan konservasi.
Balai TNGC mengimbau masyarakat untuk bersama-sama menjaga kawasan hutan dan segera melaporkan apabila menemukan indikasi kebakaran. Menjaga Gunung Ciremai berarti menjaga ekosistem, keanekaragaman hayati, dan manfaat hutan bagi kehidupan.
⸻
Informasi lebih lanjut:
Kepala Balai Taman Nasional Gunung Ciremai
Toni Anwar
Call Center Balai TNGC: 08112187411
Penanggung jawab berita:
Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Kerja Sama Luar Negeri
Ristianto Pribadi
Website: www.kehutanan.go.id
YouTube: Kementerian Kehutanan
Facebook: Kementerian Kehutanan
Instagram: Kemenhut
Twitter/X: @kemenhut_ri



