Berita

Kemenhut Perkuat Pembinaan Saka Wanabakti Kalbar melalui 11 UPT Kehutanan

Selasa, 06 Okt 2026 | Berita

kemenhut-perkuat-pembinaan-saka-wanabakti-kalbar-melalui-11-upt-kehutanan

Kementerian Kehutanan terus mendorong 11 Unit Pelaksana Teknis (UPT) di Kalimantan Barat menjadi simpul pembinaan sekaligus tempat praktik bagi anggota Pramuka Saka Wanabakti. Penguatan peran UPT tersebut dibahas dalam Rapat Koordinasi Saka Wanabakti Kalimantan Barat di Pontianak yang mempertemukan Pinsakanas, Pinsakada, Kwartir Daerah, Kwartir Cabang, UPT Kementerian Kehutanan, KPH, dan pengurus Saka Wanabakti. Pertemuan tersebut membahas kondisi pembinaan Saka Wanabakti di lapangan sekaligus memetakan langkah kolaboratif yang dapat segera dilakukan.

Hasil Sensus Saka Wanabakti 2026 menunjukkan Kalimantan Barat memiliki 4 pangkalan, 20 Pamong, 36 Instruktur, dan 310 anggota aktif. Jumlah tersebut masih berpotensi bertambah karena aktivitas Saka Wanabakti di Sekadau dan Mempawah belum seluruhnya masuk dalam pendataan. Secara nasional, sensus telah memverifikasi 82 pangkalan aktif dengan 4.885 anggota Penegak dan Pandega di 38 provinsi.
Kepala Pusat Pengembangan Generasi Pelestari Hutan (Pusgenri) sekaligus Sekretaris Umum Pinsakanas, Luckmi Purwandari, mengatakan data tersebut menjadi pijakan untuk memperkuat pembinaan hingga ke tingkat pangkalan.

“Data sensus tidak boleh berhenti sebagai angka. Kita ingin melihat apa yang sudah kuat, apa yang perlu diperbaiki, dan yang terpenting, apa yang bisa segera kita kerjakan bersama. Anak-anak Saka Wanabakti harus punya lebih banyak kesempatan untuk belajar dan terlibat langsung dalam kegiatan kehutanan,” ujar Luckmi.

Potensinya cukup besar. Kapuas Hulu rutin merekrut anggota baru setiap tahun, Sekadau telah empat kali menggelar perkemahan dan 15 kali melakukan penanaman, Sintang memiliki 153 anggota, sementara Melawi kembali aktif dengan lebih dari 100 anggota.

Ketua Pinsakada Kalimantan Barat sekaligus Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Kalimantan Barat, Adi Yani, mengatakan kolaborasi kegiatan kehutanan dengan Pramuka telah berjalan dan perlu terus diperkuat, termasuk dalam pencegahan kebakaran hutan dan lahan.

“Kegiatan kehutanan terus kami sinergikan dengan teman-teman Pramuka, terutama untuk kegiatan yang berkaitan dengan kebakaran hutan dan lahan. Ini menjadi potensi yang perlu terus kita kuatkan bersama,” ujar Adi Yani.

Kalimantan Barat memiliki KHDTK seluas sekitar 19 ribu hektare dan 297 izin perhutanan sosial dengan luas hampir 800 ribu hektare. Potensi ini dapat membuka ruang bagi anggota Saka Wanabakti untuk belajar langsung melalui empat Krida, yaitu Tata Wana, Guna Wana, Bina Wana, dan Reksa Wana.

Dengan begitu, pembinaan Saka Wanabakti tidak hanya berlangsung melalui pertemuan atau perkemahan. Anggota dapat memperoleh pengalaman nyata, mulai dari mengenal pengelolaan hutan, mendukung pencegahan karhutla, belajar tentang perhutanan sosial, hingga melakukan berbagai aksi konservasi di lapangan.

Sebagai tindak lanjut, Kalimantan Barat akan melakukan pendataan ulang pangkalan dan anggota, memperbarui kepengurusan Pinsakada, serta menyiapkan UPT sebagai pangkalan percontohan. Selain itu, akan dikembangkan pilot project keterlibatan anggota Saka Wanabakti dalam pengendalian karhutla dan pendampingan perhutanan sosial, serta penjajakan dukungan pendanaan melalui BPDLH.

Langkah ini diharapkan membuat Saka Wanabakti semakin dekat dengan generasi muda. Bukan sekadar wadah kepramukaan, tetapi menjadi ruang untuk belajar tentang hutan, mengasah keterampilan, dan mengambil aksi nyata bagi kelestarian hutan Indonesia.

Informasi lebih lanjut:
Kepala Pusat Pengembangan Generasi Pelestari Hutan selaku Sekretaris Umum Pimpinan Saka Wanabakti Tingkat Nasional
Luckmi Purwandari

Penanggung jawab berita:
Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Kerjasama Luar Negeri, Kementerian Kehutanan,
Ristianto Pribadi

Website: www.kehutanan.go.id
Youtube: Kementerian Kehutanan
Facebook: Kementerian Kehutanan
Instagram: Kemenhut
Twitter/X: @kemenhut_ri