Kemenhut Perkuat Saka Wanabakti Sultra melalui Kolaborasi Multipihak
Kamis, 29 Okt 2026 | Berita

Kendari, 29 Oktober 2026 – Kementerian Kehutanan mendorong penguatan Saka Wanabakti di Sulawesi Tenggara melalui Rapat Koordinasi Saka Wanabakti Sulawesi Tenggara (Sultra). Kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat kelembagaan, mengaktifkan pangkalan, serta meningkatkan kolaborasi multipihak dalam mendukung pembinaan generasi muda yang aktif dan berperan nyata dalam menjaga kelestarian hutan.
Kegiatan ini diikuti Pimpinan Saka Wanabakti Tingkat Nasional (Pinsakanas), unsur Pimpinan Saka Wanabakti Tingkat Daerah (Pinsakada), Kwartir Daerah, Kwartir Cabang, Dinas Kehutanan, Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kementerian Kehutanan, Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH), serta para pembina dan penggerak Saka Wanabakti.
Kepala Pusat Pengembangan Generasi Pelestari Hutan (Pusgenri) selaku Sekretaris Umum Pinsakanas, Luckmi Purwandari, menekankan pentingnya menjadikan hasil evaluasi dan Sensus Nasional Saka Wanabakti Tahun 2026 sebagai pijakan untuk memperkuat organisasi hingga tingkat pangkalan.
“Data sensus tidak boleh berhenti sebagai angka. Kita ingin melihat apa yang sudah kuat, apa yang perlu diperbaiki, dan yang terpenting, apa yang bisa segera kita kerjakan bersama. Anak-anak Saka Wanabakti harus memiliki lebih banyak kesempatan untuk belajar, mengembangkan keterampilan, dan terlibat langsung dalam kegiatan kehutanan,” ujar Luckmi.
Salah satu prioritas yang mengemuka dalam rapat adalah percepatan pembaruan dan pengukuhan kepengurusan Pinsakada serta penataan Majelis Pembimbing Saka Wanabakti Tingkat Daerah (Mabisakada). Penguatan kelembagaan ini diharapkan menjadi titik awal penyusunan program pembinaan yang lebih terarah, dengan pembagian peran dan tanggung jawab yang jelas.
Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Sulawesi Tenggara, Ardyansyah, menyampaikan bahwa penguatan kembali Saka Wanabakti merupakan langkah penting untuk memperluas keterlibatan generasi muda dalam menjaga kelestarian hutan. Dukungan pemerintah daerah, termasuk perhatian Gubernur Sulawesi Tenggara, menjadi modal untuk membangun kembali sinergi antara Dinas Kehutanan, Kwartir, UPT Kementerian Kehutanan, KPH, dan para pembina Saka Wanabakti.
“Saka Wanabakti harus kembali kita hidupkan sebagai wadah pembinaan generasi muda yang dekat dengan hutan dan kehutanan. Pemerintah daerah bersama Kwartir, UPT Kementerian Kehutanan, dan KPH perlu membangun kolaborasi yang lebih kuat agar kegiatan pembinaan dapat berjalan secara berkelanjutan, tidak hanya ketika ada kegiatan besar atau perkemahan,” ujar Ardyansyah.
Rapat juga mengidentifikasi potensi pengembangan pangkalan Saka Wanabakti di sejumlah wilayah, antara lain Baubau, Kolaka, dan Wakatobi. Keberadaan anggota dari kalangan sekolah, dukungan KPH, serta pengalaman para pembina dan alumni menjadi modal untuk memperluas rekrutmen dan meningkatkan kesinambungan kegiatan.
Kementerian Kehutanan mendorong agar kegiatan Saka Wanabakti dapat diintegrasikan dengan program edukasi dan pembinaan kehutanan yang telah dilaksanakan oleh Dinas Kehutanan, UPT Kementerian Kehutanan, dan KPH, sesuai tugas, fungsi, serta ketentuan penganggaran masing-masing instansi.
Kolaborasi tersebut dapat berupa penyediaan instruktur, lokasi praktik, fasilitas pembelajaran, dan pendampingan teknis. Melalui pendekatan ini, anggota Saka Wanabakti dapat memperoleh pengalaman langsung dalam pengelolaan kawasan hutan, pemanfaatan sumber daya hutan secara lestari, rehabilitasi, dan perlindungan hutan.
Pembinaan tersebut dilaksanakan melalui empat Krida Saka Wanabakti, yaitu Krida Tata Wana, Krida Guna Wana, Krida Bina Wana, dan Krida Reksa Wana. Kegiatan dapat dikembangkan dalam bentuk pengenalan ekosistem hutan, pembibitan, penanaman, edukasi konservasi, serta praktik keterampilan kehutanan sesuai potensi wilayah dan kompetensi instruktur. Dalam diskusi, para peserta juga menyoroti pentingnya kegiatan yang menarik bagi generasi muda. Pengalaman penyelenggaraan kemah konservasi dinilai berpotensi menjadi sarana pengenalan dan rekrutmen anggota baru. Namun, kegiatan tersebut perlu dilanjutkan dengan latihan rutin, pendampingan Pamong dan Instruktur, serta penguasaan kecakapan secara bertahap.
Sebagai arah tindak lanjut, forum mendorong percepatan penataan kepengurusan, pemutakhiran data pangkalan dan anggota, pemetaan dukungan instruktur dari UPT dan KPH, serta penyusunan kalender kegiatan pembinaan yang realistis. Momentum Hari Ulang Tahun Saka Wanabakti pada Desember 2026 juga menjadi peluang untuk menyelenggarakan kegiatan bersama yang mempertemukan anggota, alumni, pembina, dan calon anggota.
Melalui penguatan tersebut, Kementerian Kehutanan berharap Saka Wanabakti Sulawesi Tenggara tidak hanya kembali menunjukkan prestasi dalam kegiatan kepramukaan, tetapi juga tumbuh sebagai wadah pembentukan generasi muda yang memiliki pengetahuan, keterampilan, kepedulian, dan tanggung jawab terhadap kelestarian hutan.
Dari prestasi nasional menuju aksi nyata, kebangkitan Saka Wanabakti Sulawesi Tenggara diharapkan menjadi langkah penting dalam menyiapkan generasi muda sebagai pelestari hutan Indonesia.
Informasi lebih lanjut:
Kepala Pusat Pengembangan Generasi Pelestari Hutan
Luckmi Purwandari
Penanggung jawab berita:
Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Kerja Sama Luar Negeri
Ristianto Pribadi.
Website: www.kehutanan.go.id
YouTube: Kementerian Kehutanan
Facebook: Kementerian Kehutanan
Instagram: @kemenhut
Twitter/X: @kemenhut_ri



