Berita

Kemenhut Siapkan SDM Kehutanan Adaptif dan Berdaya Saing Menuju 2045

Sabtu, 25 Jul 2026 | Siaran Pers

kemenhut-siapkan-sdm-kehutanan-adaptif-dan-berdaya-saing-menuju-2045

SIARAN PERS
NOMOR: SP. 306/HKLN/07/2026

Jakarta, 25 Juli 2026. Kementerian Kehutanan bersama Deutsche Gesellschaft für Internationale Zusammenarbeit (GIZ) melalui proyek Green Jobs for Social Inclusion and Sustainable Transformation (GESIT) menggelar Konsultasi Strategis Penyusunan Kerangka Strategis Nasional Pengembangan Sumber Daya Manusia Kehutanan Tahun 2025–2045.

Kegiatan yang dilaksanakan secara hibrida di Jakarta pada Jumat, 24 Juli 2026, tersebut menjadi bagian penting dalam menyusun arah jangka panjang pengembangan SDM kehutanan yang selaras dengan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional 2025–2045 dan agenda transformasi sektor kehutanan.

Agenda konsultasi terbagi dalam dua sesi utama. Sesi pertama membahas temuan strategis pengembangan SDM kehutanan menuju 2045, meliputi proyeksi kebutuhan tenaga kerja, hasil wawancara mendalam, tantangan pengembangan kompetensi, serta pembagian peran antara pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha, pemerintah daerah, masyarakat, dan mitra pembangunan. Sesi kedua membahas rancangan Kerangka Strategis Nasional, termasuk visi, arah kebijakan, mekanisme koordinasi, tata kelola, dan prioritas implementasi dalam jangka pendek, menengah, dan panjang.

Transformasi sektor kehutanan telah menghadirkan kebutuhan kompetensi baru, terutama dalam bidang perdagangan karbon, pembiayaan iklim, bioekonomi, jasa lingkungan, restorasi ekosistem, perhutanan sosial, pemanfaatan teknologi digital, dan smart forestry. Perubahan ini menuntut SDM kehutanan yang tidak hanya menguasai kemampuan teknis, tetapi juga mampu bekerja lintas disiplin, memahami dinamika sosial, mengembangkan inovasi, serta beradaptasi terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan dunia kerja.

Hasil analisis awal mengidentifikasi 208 okupasi yang diproyeksikan berkembang di sektor kehutanan. Dari jumlah tersebut, sebanyak 33 okupasi masuk dalam kategori keterampilan tinggi dan 17 okupasi telah memiliki standardisasi. Sekitar 70–80 persen jabatan yang diproyeksikan berkembang juga memperoleh konfirmasi kuat dari hasil wawancara dengan para pemangku kepentingan.

Sejumlah kompetensi yang semakin dibutuhkan antara lain spesialis pembiayaan iklim, pengelola sumber daya genetik, spesialis ekonomi sirkular, tenaga agroforestri, spesialis pengembangan masyarakat, pengelola konflik sosial, serta tenaga profesional yang mendukung pengembangan bisnis hijau.

Konsultasi strategis juga mengidentifikasi perlunya penguatan sistem manajemen talenta dan jalur pengembangan karier, baik bagi aparatur sipil negara maupun tenaga nonaparatur. Pengembangan kompetensi perlu diarahkan untuk memperkuat kepemimpinan, kemampuan bisnis kehutanan, penguasaan teknologi, serta kapasitas menghadapi perubahan dan ketidakpastian.

Selain itu, keterhubungan antara lembaga pendidikan, pemerintah, dunia usaha, masyarakat, dan lembaga sertifikasi perlu terus diperkuat. Informasi mengenai kebutuhan tenaga kerja harus dapat tersirkulasi dengan baik agar lulusan pendidikan dan pelatihan kehutanan memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan di tingkat tapak dan dunia industri.

Kerangka Strategis Nasional juga diarahkan untuk memperkuat regenerasi SDM kehutanan melalui penyediaan jalur masuk bagi talenta muda, pengembangan pendidikan vokasi, peningkatan kualitas pelatihan dan sertifikasi, serta penguatan daya saing SDM kehutanan pada tingkat nasional, ASEAN, dan internasional.

Konsultasi tersebut melibatkan sekitar 50 peserta yang mewakili kementerian dan lembaga, pemerintah daerah, perguruan tinggi, sekolah vokasi kehutanan, lembaga pelatihan dan sertifikasi, dunia usaha, asosiasi, pengelola Kesatuan Pengelolaan Hutan, pendamping perhutanan sosial, serta mitra pembangunan.

Seluruh masukan dan rekomendasi peserta akan menjadi bahan penyempurnaan Kerangka Strategis Nasional Pengembangan SDM Kehutanan Tahun 2025–2045. Dokumen tersebut diharapkan menjadi acuan bersama dalam membangun ekosistem pengembangan SDM kehutanan yang terintegrasi, implementatif, dan mampu menjawab kebutuhan pembangunan kehutanan hingga tahun 2045.

Melalui kolaborasi multipihak, Kementerian Kehutanan berkomitmen membangun SDM kehutanan yang profesional, adaptif, inovatif, dan mampu mengelola sumber daya hutan secara berkelanjutan sekaligus membuka semakin banyak peluang pekerjaan hijau bagi generasi mendatang.


Penanggung jawab berita:
Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Kerjasama Luar Negeri,
Ristianto Pribadi

Website: www.kehutanan.go.id
Youtube: Kementerian Kehutanan
Facebook: Kementerian Kehutanan
Instagram: Kemenhut
Twitter/X: @kemenhut_ri