Berita

Kemenhut Sosialisasikan Hasil Sensus Nasional Saka Wanabakti 2026, Perkuat Saka Wanabakti di Jawa

Kamis, 15 Okt 2026 | Berita

kemenhut-sosialisasikan-hasil-sensus-nasional-saka-wanabakti-2026-perkuat-saka-wanabakti-di-jawa

Surakarta, 13 Oktober 2026. Kementerian Kehutanan menyosialisasikan hasil Sensus Nasional Saka Wanabakti 2026 sebagai dasar penguatan pembinaan generasi muda di bidang kehutanan. Hasil pendataan ini dibahas bersama pemerintah daerah, jajaran UPT Kementerian Kehutanan, Balai P2SDM, dinas pendidikan, Kantor Wilayah Kementerian Agama, akademisi, pelaku usaha kehutanan, mitra, serta perwakilan generasi muda di Surakarta, Selasa (13/10).

Melalui pertemuan ini, Kemenhut mengajak para pihak di wilayah Jawa untuk menerjemahkan hasil sensus menjadi dukungan nyata bagi Saka Wanabakti, mulai dari penguatan kepengurusan, penyediaan tempat latihan, hingga peningkatan kualitas pendampingan anggota. Saka Wanabakti merupakan wadah bagi Pramuka Penegak dan Pandega untuk mengembangkan pengetahuan, keterampilan, serta kepedulian terhadap hutan. Melalui kegiatan praktik, anggota dapat belajar mengenali keanekaragaman hayati, menanam dan merawat pohon, serta memanfaatkan hasil hutan secara lestari.

Sensus Nasional Saka Wanabakti 2026 menghimpun 314 responden unik dari berbagai unsur pemangku kepentingan dengan keterwakilan 38 provinsi. Pendataan tersebut merekam 4.885 anggota aktif serta memetakan kondisi kepengurusan, pangkalan atau tempat pembinaan, dukungan mitra, dan kebutuhan pengembangan Saka Wanabakti.

Kepala Pusat Pengembangan Generasi Pelestari Hutan, Luckmi Purwandari, menekankan pentingnya Saka Wanabakti bagi penyiapan generasi penerus kehutanan. "Saka Wanabakti adalah pilar vital dalam pengembangan SDM Kehutanan yang berkarakter, unggul, dan adaptif," ungkap Luckmi.

Hasil sensus memperlihatkan potensi dukungan yang besar dari lembaga kehutanan di daerah. UPT Kementerian Kehutanan, dinas kehutanan, Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH), serta BUMN kehutanan dapat berperan melalui penyediaan lokasi praktik, tenaga instruktur, dan pendampingan kegiatan.

Namun, sejumlah tantangan masih perlu diatasi bersama. Koordinasi antarlembaga yang belum kuat, kepengurusan yang tidak aktif, keterbatasan pendanaan, serta kebutuhan peningkatan kapasitas pamong dan instruktur menjadi perhatian dalam penguatan pembinaan. Temuan tersebut membantu para pihak menentukan dukungan sesuai kebutuhan di lapangan. Pangkalan yang telah aktif dapat diperkuat agar terus berkembang, sementara wilayah yang pembinaannya belum berjalan memerlukan pendampingan dan koordinasi untuk menggerakkan kembali kegiatan.

Rekomendasi hasil sensus mencakup penguatan tata kelola organisasi dan pangkalan, peningkatan kapasitas pendamping, pengembangan kemitraan, serta pendataan digital yang terintegrasi. Keterlibatan perguruan tinggi dan sekolah juga menjadi peluang untuk memperluas dukungan keahlian dan menghadirkan kegiatan belajar yang semakin menarik.

Materi pembinaan perlu mengikuti perkembangan zaman dan minat generasi muda. Pemetaan digital, pengenalan keanekaragaman hayati berbasis aplikasi, aksi iklim, serta kewirausahaan kehutanan menjadi sejumlah peluang pengembangan yang direkomendasikan dalam laporan. Dengan dukungan tersebut, anggota Saka Wanabakti diharapkan memperoleh keterampilan, pengalaman bekerja sama, dan jiwa kepemimpinan yang bermanfaat bagi masa depan mereka sekaligus bagi kelestarian hutan.

Sosialisasi di Surakarta menjadi langkah untuk membangun pemahaman bersama dan mendorong tindak lanjut di wilayah Jawa. Hasil sensus diharapkan membantu para pihak mengaktifkan kepengurusan, memperkuat pangkalan, menyiapkan pendamping, serta membuka lebih banyak ruang bagi anak muda untuk belajar dan berkarya. Melalui kerja bersama yang berkelanjutan, Saka Wanabakti diharapkan semakin kuat sebagai tempat tumbuhnya generasi muda yang terampil, mandiri, dan siap mengambil peran dalam menjaga hutan Indonesia.(*)

Informasi lebih lanjut:
Kepala Pusat Pengembangan Generasi Pelestari Hutan,
Luckmi Purwandari

Penanggung jawab berita:
Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Kerja Sama Luar Negeri, Kementerian Kehutanan,
Ristianto Pribadi

Website: www.kehutanan.go.id
Youtube: Kementerian Kehutanan
Facebook: Kementerian Kehutanan
Instagram: Kemenhut
Twitter/X: @kemenhut_ri