Berita

Kemenhut Sosialisasikan Pedoman Pemulihan Ekosistem TNTN, Percepat Pemulihan Kawasan Konservasi

Jumat, 06 Nov 2026 | Siaran Pers

kemenhut-sosialisasikan-pedoman-pemulihan-ekosistem-tntn-percepat-pemulihan-kawasan-konservasi

SIARAN PERS
Nomor: SP.673/HKLN/11/2026

Pekanbaru, 06 November 2026 - Pemerintah terus memperkuat upaya penyelamatan kawasan Taman Nasional (TN) Tesso Nilo, Riau, melalui penertiban aktivitas ilegal dan penguasaan kembali kawasan hutan sesuai dengan Keputusan Menteri Pertahanan selaku Pengarah Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan Nomor KEP-07/PKH-RAH/09/2025 dan Keputusan Menteri Kehutanan Nomor 666 Tahun 2025 tentang Tim Percepatan Pemulihan Ekosistem Taman Nasional Tesso Nilo. Melalui Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH) bersama Kementerian Kehutanan dan berbagai pihak terkait, langkah penertiban dilakukan untuk mengembalikan fungsi kawasan konservasi sekaligus mempersiapkan pemulihan ekosistem secara bertahap.

Plt. Direktur Pemulihan Ekosistem dan Bina Areal Preservasi, Badi'ah mengatakan pemulihan ekosistem TN Tesso Nilo tak hanya memulihkan habitat gajah, tapi menjadi penyangga sistem kehidupan masyarakat di sekitarnya.

"Jangan sampai karena kerusakan suatu kawasan, pada musim hujan terjadi banjir dan di musim kemarau sangat sulit mendapatkan air bahkan terjadi kebakaran. Oleh karena itu, disamping memang tujuan dari pemulihan ekosistem di Taman Nasional Tesso Nilo ini untuk membalikan habitat gajah Sumatera sebagai spesies ikonik di Provinsi Riau, juga yang tidak kalah penting adalah bagaimana kita menjaga sistem penyangga kehidupan tadi," jelas Badi'ah dalam acara Sosialisasi Pedoman Pemulihan Ekosistem Taman Nasional Tesso Nilo, Rabu, 04 November 2026.

Pemerintah kini menyiapkan langkah pemulihan ekosistem secara sistematis melalui Pedoman Pemulihan Ekosistem Taman Nasional Tesso Nilo. Badi'ah mengatakan bahwa penyusunan pedoman ini melibatkan berbagai pihak, mulai dari akademisi, BRIN hingga NGO.

"Pedoman ini telah disusun dan sudah melibatkan berbagai pihak termasuk akademisi, BRIN, dan juga para praktisi di lapangan termasuk NGO atau LSM yang memang sudah bertahun-tahun memiliki pengalaman dalam melakukan pemulihan ekosistem," kata Badi'ah.

Sejalan dengan hal tersebut, Kepala Balai Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN), Heru Sutmantoro mengatakan satgas PKH terus memperkuat pengamanan melalui pembangunan pos-pos penjagaan, patroli, sosialisasi, pemasangan plang peringatan, serta penertiban aktivitas ilegal.

"Sebanyak 150 personel TNI, 25 personel Balai TN Tesso Nilo, dan 18 personel satuan pengamanan turut mendukung kegiatan pengamanan kawasan. Dari target 14 pos jaga, sebanyak sembilan pos telah dibangun untuk memperkuat pengawasan di lapangan," kata Heru dalam paparannya pada acara yang sama.

Heru mengatakan hasil operasi PKH antara lain penyerahan lahan seluas 7.723,61 hektare kepada Satgas PKH dan Tim Percepatan Pemulihan Ekosistem (TP2) TN Tesso Nilo serta pemusnahan tanaman kelapa sawit seluas 1.101,1 hektare. Penertiban juga diperkuat dengan penegasan batas kawasan sepanjang 17,8 kilometer, pemasangan 70 plang peringatan hukum, serta lebih dari 100 spanduk larangan dan imbauan.

Indikasi pemulihan juga terlihat dari meningkatnya jenis satwa liar yang terekam melalui camera trap. Pada 2024 tercatat 17 jenis satwa, meningkat menjadi 20 jenis pada 2025, dan mencapai 25 jenis pada 2026. Satwa yang teridentifikasi antara lain harimau Sumatera, gajah Sumatera, tapir, beruang madu, rusa sambar, dan berbagai jenis satwa liar lainnya. Temuan ini menjadi salah satu indikasi positif bagi upaya pemulihan habitat di TN Tesso Nilo.

Melalui penertiban kawasan, dan pemulihan ekosistem yang dilakukan secara terpadu, Kementerian Kehutana berupaya mengembalikan fungsi TN Tesso Nilo sebagai kawasan konservasi, habitat penting gajah Sumatera, sekaligus penyangga kehidupan masyarakat di sekitarnya.

───

Penanggung jawab berita:
Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Kerjasama Luar Negeri, Ristianto Pribadi

Website: www.kehutanan.go.id
YouTube: Kementerian Kehutanan
Facebook: Kementerian Kehutanan
Instagram: Kemenhut
Twitter/X: @kemenhut_ri