Berita

Kemenhut Wujudkan Aksi Pelestarian Hutan Melalui Small Grant BPDLH

Sabtu, 10 Okt 2026 | Berita

kemenhut-wujudkan-aksi-pelestarian-hutan-melalui-small-grant-bpdlh

Kementerian Kehutanan melalui Pusat Pengembangan Generasi Pelestari Hutan (Pusgenri), Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM menggelar Youth Talk Take Action (YTTA) 6 bertema "Grant Your Green Idea: Peluang Genries Mewujudkan Aksi Nyata Lewat Small Grant FOLU Net Sink 2030 Periode Kelima" secara daring melalui Zoom.

Melalui kegiatan ini, Pusgenri bersama Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup (BPDLH) menekankan bahwa generasi muda memiliki kemudahan akses untuk melakukan aksi nyata pelestarian hutan melalui Layanan Dana Masyarakat (Small Grant) FOLU Net Sink 2030 yang dikelola BPDLH. Kegiatan ini diikuti lebih dari 600 generasi muda dari berbagai daerah di Indonesia.

Dalam sambutan kuncinya, Kepala Pusgenri Luckmi Purwandari, menegaskan bahwa target FOLU Net Sink 2030 tidak dapat dicapai hanya lewat kebijakan di atas kertas. Ia mengajak Genries, sebutan bagi Generasi Pelestari Hutan, untuk memahami, merancang, dan segera mengajukan ide hijau mereka.

"Target FOLU Net Sink 2030 akan dicapai oleh jutaan tindakan kecil yang dilakukan dengan sungguh-sungguh di banyak tempat. Salah satunya bisa lahir dari ide yang hari ini kalian ciptakan," ujarnya.

Small Grant adalah program Kementerian Kehutanan bersama BPDLH yang menyalurkan hibah bernilai kecil kepada masyarakat, baik individu maupun kelompok, yang berfokus pada isu lingkungan dan kehutanan. Pengajuannya dilakukan sepenuhnya daring melalui laman layanan-dana-masyarakat.bpdlh.id, sehingga pemohon dari daerah mana pun tidak perlu datang ke Jakarta. Periode pengajuan dibuka dua hingga tiga kali setahun, untuk Periode Kelima, dibuka pada tanggal 6–13 Oktober 2026, dilanjutkan verifikasi, validasi, dan penetapan penerima manfaat hingga tanggal 20 November 2026.

Direktur Penyaluran Dana BPDLH, Damayanti Ratunanda, menjelaskan bahwa layanan ini diperuntukkan bagi kelompok yang sudah peduli lingkungan, di antaranya Genries, Pemberdayaan Masyarakat, Sekolah Adiwiyata, dan kelompok tani hutan rakyat.

"Kelompok masyarakat yang sudah memiliki kesadaran terhadap perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup dan kehutanan mendapatkan akses untuk melakukan aksi-aksi yang lebih besar dan berkelanjutan," ujarnya.

Genries juga sudah membuktikan bahwa jalur ini terbuka bagi mereka. Pada Periode Keempat, enam Genries binaan Pusgenri, lima dari Forest Youthverse Batch 2 dan satu dari YTTA Seri 1, terpilih sebagai penerima manfaat. Program mereka beragam, mulai dari penanaman mangrove, pengolahan limbah menjadi biochar, sekolah konservasi, hingga pelatihan pengelolaan sampah di sekolah dasar.

Salah satunya Mudassir, Koordinator Tim Adiwiyata SD Negeri 6 Banda Aceh sekaligus Genries Forest Youthverse 2025, yang pada YTTA kali ini berbagi pengalamannya sebagai penerima manfaat. Lewat program FOLU Goes to School, ia dan timnya melatih 50 guru tentang pengelolaan sampah dan pendidikan lingkungan menuju Sekolah Adiwiyata yang dijalankan bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Banda Aceh, DLHK Kota Banda Aceh, dan KamiKITA Community Center, dengan dukungan pendanaan BPDLH. Gagasan itu berangkat dari persoalan nyata: timbulan sampah Kota Banda Aceh mencapai sekitar 250 ton per hari menurut data KLHK 2024, sebagian besar berakhir di TPA tanpa pengolahan.

"Dukungan strategis dari Layanan Dana Masyarakat untuk Lingkungan telah mengubah 50 pendidik menjadi katalisator aksi iklim. Ini bukan sekadar pelatihan pengelolaan sampah, melainkan investasi fundamental untuk melahirkan generasi yang menjaga masa depan.", ujar Mudassir.

Bagi Pusgenri, YTTA 6 adalah bagian dari upaya membina generasi muda agar tidak hanya menjadi penonton perubahan. Selama 2025–2026, Pusgenri telah membina lebih dari 9.300 Genries melalui program Bestari Rimba, Youth Talk Take Action, Forest Youthverse, dan Forest Youthpreneurship.

"Jangan hanya menjadi penonton perubahan. Jadilah pelaku perubahan. Ubah ide hijau menjadi aksi nyata," tegas Luckmi.

Sumber:
Kepala Pusat Pengembangan Generasi Pelestari Hutan, Badan P2SDM
Luckmi Purwandari

Penanggung jawab berita:
Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Kerjasama Luar Negeri, Kementerian Kehutanan,
Ristianto Pribadi

Website: www.kehutanan.go.id
Youtube: Kementerian Kehutanan
Facebook: Kementerian Kehutanan
Instagram: Kemenhut
Twitter/X: @kemenhut_ri