Kementerian Kehutanan Ajak180 Anak Muda Indonesia dan Malaysia Jadi Penggerak Pelestarian Hutan
Selasa, 25 Agt 2026 | Berita

Jakarta, 25 Agustus 2026 - Kementerian Kehutanan terus mendorong peran aktif generasi muda dalam menjaga kelestarian hutan dan lingkungan. Sebanyak 180 peserta Jambore Generasi Hijau XII Tahun 2026, terdiri atas 170 pelajar SMA/SMK/MA dari berbagai provinsi di Indonesia dan 10 mahasiswa Teknik Lingkungan dari Malaysia, mengunjungi Gedung Manggala Wanabakti, Jakarta, Senin (24/8).
Kunjungan ini menjadi ruang bagi generasi muda untuk mengenal pembangunan kehutanan sekaligus menemukan peluang kontribusi dalam pelestarian hutan. Para peserta merupakan bagian dari Green Generation Indonesia (GGI) yang melaksanakan Jambore Generasi Hijau XII Tahun 2026 bertema “Rising in Action as Green Generation”. Sebuah kegiatan kolaborasi BP2SDM melalui Pusat Pengembangan Generasi Pelestari Hutan (Pusgenri) dengan GGI yang sebelumnya terbangun melalui Forest Youthverse–Biodiversity Action Camp di Kepulauan Seribu.
Plt. Kepala BP2SDM, Indra Exploitasia, yang diwakili Mariana Lubis, Penyuluh Kehutanan Ahli Utama, menegaskan bahwa pembangunan kehutanan membutuhkan kontribusi generasi muda dari beragam latar belakang dan disiplin ilmu.
“Menjaga hutan tidak berarti semua anak muda harus menjadi rimbawan. Talenta di bidang teknologi, komunikasi, ekonomi, bisnis, penelitian, desain, maupun kewirausahaan memiliki ruang untuk berkontribusi. Yang terpenting adalah bagaimana kompetensi tersebut digunakan untuk memberi manfaat bagi hutan, lingkungan, dan masyarakat,” tulis Indra.
Tenaga Ahli Menteri Bidang Restorasi dan Kemitraan Konservasi, Wiratno yang menjadi pemateri menekankan pentingnya menjadikan generasi muda sebagai aktor perubahan dalam pengelolaan sumber daya alam.
“Anak muda memiliki energi, kreativitas, dan kemampuan membangun jejaring. Jangan menunggu menjadi rimbawan atau pejabat untuk mulai bergerak. Kenali persoalan lingkungan di sekitar, bangun kolaborasi, dan mulailah dari aksi yang bisa dilakukan hari ini,” ujar Wiratno.
Sementara itu, Direktur Rehabilitasi Mangrove, Nikolas Nugroho Surjobasuindro sekaligus pemateri mengatakan pentingnya generasi muda ikut andil dalam pemulihan ekosistem pesisir. Dari sisi Perhutanan Sosial, Direktur Pengendalian Perhutanan Sosial yang diwakili oleh Priyo Kusumedi, Kasubdit Pelembagaan Perhutanan Sosial, menyoroti peluang generasi muda untuk menghubungkan kelestarian hutan dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Setelah talkshow, peserta diajak mengunjungi Museum Kehutanan untuk mengenal perjalanan pembangunan kehutanan Indonesia sekaligus merefleksikan kondisi hutan yang ingin diwariskan kepada generasi mendatang.
Melalui Pusgenri, BP2SDM terus membuka ruang pembinaan generasi muda melalui Youth Talk Take Action, Bestari Rimba, Forest Youthverse, dan Forest Youthpreneurship. Program tersebut diarahkan untuk memperkuat pengetahuan, kapasitas, jejaring, dan aksi nyata generasi muda bagi kelestarian hutan.
Informasi lebih lanjut:
Kepala Pusat Pengembangan Generasi Pelestari Hutan
Luckmi Purwandari
Penanggung jawab berita:
Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Kerjasama Luar Negeri, Kementerian Kehutanan,
Ristianto Pribadi
Website: www.kehutanan.go.id
Youtube: Kementerian Kehutanan
Facebook: Kementerian Kehutanan
Instagram: Kemenhut
Twitter/X: @kemenhut_ri



