Kementerian Kehutanan Perkuat Kompetensi Operator Drone untuk Dukung Pengelolaan Hutan Berbasis Data Spasial
Selasa, 11 Agt 2026 | Siaran Pers

SIARAN PERS
Nomor: SP. 396/HKLN/08/2026
Sidoarjo, 11 Agustus 2026 – Kementerian Kehutanan terus memperkuat transformasi tata kelola kehutanan melalui pemanfaatan teknologi digital dan informasi geospasial. Upaya tersebut diwujudkan melalui peningkatan kompetensi sumber daya manusia agar mampu memanfaatkan teknologi secara optimal dalam mendukung pengelolaan hutan yang efektif, efisien, akurat, dan berbasis data.
Sebagai implementasi kebijakan tersebut, Balai Pengelolaan Hutan Lestari (BPHL) Wilayah VIII menyelenggarakan kegiatan Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Manusia dalam Pengoperasian Pesawat Udara Tanpa Awak (Drone) pada 6–10 Agustus 2026 di Sidoarjo, Jawa Timur. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya Kementerian Kehutanan untuk memperkuat kapasitas aparatur dalam memanfaatkan teknologi geospasial guna mendukung pengawasan, pemantauan, evaluasi, dan pengelolaan hutan secara berkelanjutan.
Para peserta mengikuti pelatihan yang memadukan pembelajaran teori dan praktik, mulai dari pengoperasian pesawat udara tanpa awak, teknik akuisisi data, hingga pengolahan data spasial. Materi teori dilaksanakan pada 6–8 Agustus 2026, sedangkan praktik lapangan berlangsung pada 9–10 Agustus 2026 dengan menghadirkan narasumber dan instruktur dari Kementerian Perhubungan, AirNav Indonesia, dan Drone Pilot Academy.
Sekretaris Direktorat Jenderal Pengelolaan Hutan Lestari, Erwan Sudaryanto, mengatakan bahwa penguatan kapasitas sumber daya manusia merupakan bagian penting dari implementasi kebijakan Kementerian Kehutanan dalam mendorong modernisasi pengelolaan hutan.
"Kementerian Kehutanan terus mendorong pemanfaatan teknologi digital untuk memperkuat tata kelola kehutanan. Pesawat udara tanpa awak telah menjadi instrumen penting dalam mendukung penyediaan data spasial yang cepat, akurat, dan efisien, baik untuk monitoring dan evaluasi pemanfaatan hutan, inventarisasi tegakan dan potensi hutan, patroli kawasan, maupun percepatan pelaksanaan Perhutanan Sosial. Karena itu, ketersediaan perangkat harus diikuti oleh peningkatan kompetensi operator yang memahami aspek teknis dan ketentuan keselamatan penerbangan. Kami juga berharap kegiatan ini dapat direplikasi oleh UPT Kementerian Kehutanan lainnya," ujar Erwan.
Pemanfaatan teknologi pesawat udara tanpa awak memiliki peran strategis dalam mendukung berbagai program prioritas Kementerian Kehutanan. Data yang dihasilkan dapat dimanfaatkan untuk pemantauan kondisi kawasan hutan, pengawasan pemanfaatan hutan, identifikasi potensi jasa lingkungan, pemetaan sumber bahan baku kayu, inventarisasi tegakan, hingga penyediaan data pendukung penghitungan cadangan karbon.
Pelatihan dirancang secara komprehensif melalui materi pengenalan peralatan dan simulator, prosedur pemeriksaan sebelum penerbangan (pre-flight check), teknik penerbangan dasar, pengoperasian jarak jauh, pelaksanaan misi pemetaan, hingga penanganan kondisi darurat. Peserta juga dibekali pemahaman mengenai pemenuhan persyaratan administrasi penerbangan melalui Portal SIDOPI GO dan proses sertifikasi Remote Pilot Certificate (RPC) yang diterbitkan Direktorat Kelaikudaraan dan Pengoperasian Pesawat Udara, Kementerian Perhubungan.
Kepala BPHL Wilayah VIII Surabaya, Yoga Prayoga, menyampaikan bahwa peningkatan kapasitas operator drone merupakan langkah strategis dalam mendukung implementasi kebijakan Kementerian Kehutanan di tingkat tapak.
"Kompetensi operator drone akan memperkuat kemampuan BPHL Wilayah VIII dalam menghasilkan data spasial yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan. Hal ini akan meningkatkan kualitas pemantauan, pengawasan, serta pelayanan teknis kepada para pemegang perizinan berusaha pemanfaatan hutan dan para pemangku kepentingan, sehingga pengelolaan hutan dapat dilaksanakan secara lebih efektif, efisien, transparan, dan berbasis data," kata Yoga.
Sementara itu, fasilitator Drone Pilot Academy, Ramadhan Adi Pratama menyampaikan ucapan selamat kepada para peserta karena telah memenuhi syarat awal untuk melanjutkan ke sertifikasi pilot drone.
"Saya berikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh peserta atas antusiasme dan komitmen tinggi dalam menguasai teknologi drone secara aman dan profesional," imbuh Ramadhan.
Kementerian Kehutanan akan terus memperkuat kapasitas sumber daya manusia dan pemanfaatan teknologi dalam penyelenggaraan kehutanan. Langkah tersebut merupakan bagian dari upaya mewujudkan tata kelola hutan yang modern, adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta mampu mendukung pengelolaan hutan lestari dan pencapaian target pembangunan kehutanan nasional.
Informasi lebih lanjut:
Kepala BPHL Wilayah VIII Surabaya
Yoga Prayoga
Penanggung jawab berita:
Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Kerjasama Luar Negeri, Kementerian Kehutanan,
Ristianto Pribadi
Website: www.kehutanan.go.id
Youtube: Kementerian Kehutanan
Facebook: Kementerian Kehutanan
Instagram: Kemenhut
Twitter/X: @kemenhut_ri



