Kolaborasi dan Pembelajaran Tingkat Tapak Menuju Indonesia's Folu Net Sink 2030
Selasa, 13 Okt 2026 | Siaran Pers

SIARAN PERS
Nomor: SP. 607/HKLN/10/2026
Jakarta, 13 Oktober 2026 - Kementerian Kehutanan melalui Operation Management Office (OMO) for Indonesia’s FOLU Net Sink 2030, Project Management Unit FOLU NC-1, dan Project Management Unit FOLU NC-2 & 3 meluncurkan buku “Success Stories Indonesia’s FOLU Net Sink 2030 Norway’s Contribution Tahun 2026” di Ruang Jati 1, Museum dan Perpustakaan Kehutanan Manggala Wanabakti, Selasa (13/10).
Buku tersebut menceritakan 32 pengalaman dan praktik baik yang dilakukan oleh mitra pelaksana (implementing partner) pada tingkat tapak dalam kerangka Proyek FOLU NC-1 dan Proyek Layanan Dana Masyarakat FOLU NC-2&3 (small grants). Dibagi ke dalam empat bab, yaitu: (1) pengelolaan hutan lestari, (2) pemberdayaan perempuan, (3) penguatan ekonomi dan sosial masyarakat, serta (4) peran generasi muda dalam aksi iklim, buku Success Stories Tahun 2026 mengunggulkan kolaborasi dengan para pihak, termasuk pemerintah daerah, akademisi, komunitas masyarakat termasuk pemuda, perempuan dan masyarakat adat.
Dalam peluncuran buku tersebut, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia selaku Ketua Bidang V Instrumen, Informasi, dan Peningkatan Kapasitas OMO Indonesia’s FOLU Net Sink 2030 Indra Exploitasia menjelaskan bahwa buku ini merupakan bagian penting dari pengelolaan pengetahuan (knowledge management) sektor kehutanan. Pengalaman lapangan tidak sekadar menjadi dokumentasi kegiatan, tetapi harus menjadi pembelajaran untuk memperkuat kebijakan, menyempurnakan program, dan mereplikasi praktik baik di berbagai wilayah.
Lebih lanjut, ia menyampaikan Buku Success Stories Indonesia’s FOLU Net Sink 2030 Tahun 2026 diharapkan menjadi knowledge asset, learning asset, dan action asset—sumber pengetahuan, sarana pembelajaran, dan pemicu aksi nyata untuk menginspirasi inovasi dan dapat direplika untuk memajukan kehutanan Indonesia. Sehingga buku ini merupakan dokumentasi penting dari pengelolaan pengetahuan.
Sekretaris Jenderal Kementerian Kehutanan selaku Ketua Pelaksana OMO Indonesia’s FOLU Net Sink 2030 Mahfudz menyatakan bahwa buku ini sebagai bukti konkret kegiatan mitra pelaksana di tingkat tapak, serta bentuk apresiasi kepada seluruh pihak yang berpartisipasi dalam pencapaian target Indonesia’s FOLU Net Sink 2030. Ketua Pelaksana Mahfudz berharap pembelajaran yang diperoleh dari 32 kisah tersebut dapat menjadi inspirasi bagi para pembaca dan pemangku kepentingan untuk mengembangkan aksi iklim di lokasi lain, serta penyusunan buku tidak berhenti disini melainkan akan disusun buku volume berikutnya.
“Semoga ke depannya, cerita-cerita inspiratif dapat dikembangkan ke dalam bentuk film,” ungkapnya.
Dihadiri oleh Direktur Penyaluran Dana Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup, Counsellor Esben Marcussen dan Counsellor Lívia Costa Kramer Kedutaan Besar Norwegia, serta Saka Wanabakti Tingkat Nasional Tahun 2026, peluncuran buku juga menghadirkan dua narasumber perwakilan kontributor cerita dalam buku.
Perwakilan Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai Dodokan Moyosari, Mega menceritakan kisah “Dari Lumpur, Tumbuh Harapan: Inovasi Surelalem Hijau untuk Mangrove Pesisir Lombok Timur.” Surelalem Hijau, kelompok masyarakat dari Desa Pemongkong, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat menghadapi tantangan lokasi penanaman kawasan mangrove dengan pasang surut yang relatif ekstrem. Menjawab hal tersebut, Kelompok Surelalem Hijau, bersama Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai Dodokan Moyosari, menciptakan inovasi planter bag dengan uji coba selama beberapa bulan yang menumbuhkan hasil, dan membantu mempertahankan bibit mangrove di tengah lingkungan ekstrem dimaksud.
“Untuk melibatkan generasi muda, bapak-bapak anggota mengajak anaknya. Tidak hanya dengan ceramah, tapi langsung bergotong royong. Menjaga alam menjaga harapan, semoga tumbuh setinggi bibit mangrove yang ditanam," katanya.
Project Manager FOLU NC-2&3 Arga Paradita Sutiyono, mewakili penerima manfaat dari small grants FOLU NC-2&3 dan membagikan cerita pembelajaran dari layanan dana masyarakat, yang didistribusikan bagi berbagai kelompok masyarakat untuk mendukung tercapainya Indonesia’s FOLU Net Sink 2030. Pembelajaran tersebut diharapkan menjadi inspirasi bahwa kelompok masyarakat di tingkat tapak, dapat membantu tercapainya target nasional dan mendukung aksi iklim pada tingkat global.
"Kami harap small grants akan selalu ada di RBC-RBC berikutnya," ujarnya.
Informasi lebih lanjut:
Project Manager FOLU NC-1
Andi Adriana We Tenri Sau
Penanggung jawab berita:
Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Kerja Sama Luar Negeri, Kementerian Kehutanan
Ristianto Pribadi
Website: www.kehutanan.go.id
YouTube: Kementerian Kehutanan
Facebook: Kementerian Kehutanan
Instagram: @kemenhut
X: @kemenhut_ri



