Berita

Komitmen Konservasi Mangrove di Kalimantan Utara untuk Memperingati Hari Lahan Basah Sedunia 2026

Jumat, 06 Feb 2026 | Siaran Pers

komitmen-konservasi-mangrove-di-kalimantan-utara-untuk-memperingati-hari-lahan-basah-sedunia-2026

SIARAN PERS
Nomor: SP.32/HUMAS/PPIP/HMS.3/02/2026

Menteri Kehutanan Republik Indonesia, Raja Juli Antoni, didampingi oleh Gubernur Kalimantan Utara, Dr. H. Zainal A. Paliwang, dan perwakilan dari instansi pemerintah pusat, pemerintah provinsi, organisasi internasional, dan sektor swasta, berkumpul di Kawasan Konservasi Mangrove dan Bekantan (KKMB) Tarakan, Jum’at (6/2), untuk memperingati Hari Lahan Basah Sedunia 2026. Dalam perayaan tersebut, Menhut turut menyaksikan penandatanganan komitmen kolaboratif untuk pengelolaan dan rehabilitasi mangrove berkelanjutan di Kalimantan Utara.

Peringatan nasional tahun ini dipusatkan di Kalimantan Utara, mengakui peran penting provinsi ini sebagai penjaga ekosistem lahan basah Indonesia yang luas. Kalimantan Utara merupakan rumah bagi 326,396 ha hutan mangrove dan 347,451 ha lahan gambut, ekosistem lahan basah vital yang berfungsi sebagai penyerap karbon, habitat keanekaragaman hayati, dan penyangga alami terhadap erosi pantai dan cuaca ekstrem. Lahan basah provinsi ini juga berperan penting bagi mata pencaharian masyarakat lokal dan ketahanan pangan, maupun untuk mencapai komitmen iklim nasional Indonesia dan tujuan lingkungan global.

“Saya berharap lahan basah ini tidak hanya tempat atau tanah yang basah, tetapi mengandung biodiversitas yang sangat tinggi sekali, sumber ekonomi yang sangat baik sekali, sekaligus menjadi sumber untuk penyerapan karbon yang sangat tinggi sekali,” ujar Menhut.

Kunjungan Menhut juga meliputi penandatanganan deklarasi multi-pihak yang berkomitmen pada aksi terkoordinasi untuk konservasi dan rehabilitasi mangrove di seluruh Kalimantan Utara. Para pihak yang terlibat antara lain Kementerian Kehutanan, Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara, mitra pembangunan dari Program Mangroves for Coastal Resilience (M4CR), Program Forest Programme VI,Program NASCLIM yang diwakili Global Green Growth Institute (GGGI), PT Pertamina FP Tarakan Field, dan PT Mustika Minanusa Aurora Tbk.

Program M4CR dan NASCLIM di bawah naungan Kementerian Kehutanan bekerjasama dengan Pemerintah Daerah dan masyarakat lokal untuk memulihkan ekosistem mangrove yang terdegradasi dengan berbagai metode seperti penanaman dan regenerasi alami, sambil mendukung ketahanan ekonomi masyarakat pesisir yang hidup berdampingan dengan mangrove. Setiap pihak sepakat dibutuhkan serta kerangka kerja kolaboratif yang mengintegrasikan kebijakan pemerintah, partisipasi masyarakat, pembiayaan iklim, dan tanggung jawab korporat.

Direktur Jenderal Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Rehabilitasi Hutan, Ir. Dyah Murtiningsih, M.Hum, dalam laporannya menjelaskan tentang Hari Lahan Basah Sedunia, menyoroti tema global yaitu menekankan pentingnya pengetahuan tradisional yang diwariskan dari generasi ke generasi dalam menjaga kelestarian lahan basah dan kepemimpinan Indonesia dalam pengelolaan lahan basah.

Pada akhir kegiatan, Menhut meninjau area KKMB Tarakan, mengamati keberadaan bekantan dan mempelajari upaya konservasi lokal. Kunjungan ini menyoroti peran KKMB sebagai laboratorium hidup untuk pendidikan, penelitian, dan keterlibatan masyarakat terkait lahan basah.


Tarakan, 6 Februari 2026

Penanggung jawab berita:
Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Kerjasama Luar Negeri, Kementerian Kehutanan,
Ristianto Pribadi

Website: www.kehutanan.go.id
Youtube: Kementerian Kehutanan
Facebook: Kementerian Kehutanan
Instagram: Kemenhut
Twitter/X: @kemenhut_ri