Manggala Agni Gerak Cepat Kendalikan Karhutla di Riau
Kamis, 05 Mar 2026 | Siaran Pers

SIARAN PERS
Nomor: SP. 69/HKLN/03/2026
Personel Manggala Agni dari Balai Pengendalian Kebakaran Hutan (Dalkarhut) Wilayah Sumatera, Kementerian Kehutanan, bersama tim gabungan berhasil mengendalikan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang melanda wilayah Kabupaten Bengkalis dan Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau.
Kepala Balai Dalkarhut Wilayah Sumatera, Ferdian Krisnanto, menyampaikan bahwa saat ini tim di lapangan fokus pada proses pendinginan untuk memastikan tidak ada bara api yang tersisa di bawah permukaan lahan gambut.
"Tim masih melakukan proses pendinginan guna mencegah potensi api muncul kembali. Mengingat potensi asap masih tinggi, kami melakukan mopping up atau penuntasan sisa-sisa api secara menyeluruh," ujar Ferdian dalam keterangannya, Rabu (4/3).
Di Kabupaten Bengkalis, kebakaran melanda Desa Sukarjo Mesim, Kecamatan Rupat, dengan estimasi luas lahan terbakar mencapai 50 hektar di kawasan Hutan Produksi Terbatas (HPT). Pemadaman dilakukan secara terpadu oleh Manggala Agni Daops Sumatera V/Dumai bersama TNI, POLRI, BPBD, pemerintah kecamatan, Satpol PP, perangkat desa, regu pemadam kebakaran PT Sumatera Riang Lestari, serta Masyarakat Peduli Api (MPA).
"Karena ini adalah kebakaran lahan gambut, kami akan tuntaskan sampai tidak ada potensi sekecil apa pun untuk meluas atau menyala lagi," tegas Ferdian.
Sementara itu, di Kabupaten Pelalawan, kebakaran seluas 68,3 hektar terjadi di Desa Gambut Mutiara, Kecamatan Teluk Meranti, pada areal penggunaan lain (APL). Tim Manggala Agni bersama MPA dan pihak PT TH Indo Plantation saat ini terus memastikan pemadaman di lokasi tersebut benar-benar tuntas.
Selain upaya pemadaman, Manggala Agni juga menggencarkan langkah preventif melalui patroli pencegahan dan deteksi dini. Sejak Januari hingga awal Maret 2026, patroli telah menyasar 80 desa rawan di wilayah Sumatera Utara, Riau, Kepulauan Riau, Jambi, dan Sumatera Selatan.
"Patroli ini bukan sekadar pengamanan teritori, tetapi juga sarana pendekatan sosial agar masyarakat semakin paham bahaya Karhutla. Pelibatan masyarakat adalah kunci keberhasilan pencegahan," imbuh Ferdian.
Sebagai langkah strategis tambahan, Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) saat ini tengah dilakukan oleh BNPB dengan fokus sasaran di wilayah Pelalawan, Bengkalis, Siak, dan Dumai. Operasi ini merupakan respons atas permohonan Pemerintah Provinsi Riau serta rekomendasi dari BMKG dan Kementerian Kehutanan untuk mempercepat terjadinya hujan guna membasahi lahan gambut.
Berdasarkan data Fine Fuel Moisture Code (FFMC) dari BMKG, tingkat kekeringan bahan bakar di permukaan tanah di wilayah Riau diprediksi masih akan tetap tinggi dalam beberapa hari ke depan. Oleh karena itu, seluruh pihak diminta untuk tetap meningkatkan kewaspadaan guna mengantisipasi munculnya titik api baru.
Jakarta, 5 Maret 2026
Informasi lebih lanjut:
Balai Pengendalian Kebakaran Hutan, Wilayah Sumatera,
Ferdian Krisnanto/0858-1711-1802
Penanggung jawab berita:
Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Kerjasama Luar Negeri, Kementerian Kehutanan,
Ristianto Pribadi
Website: www.kehutanan.go.id
Youtube: Kementerian Kehutanan
Facebook: Kementerian Kehutanan
Instagram: Kemenhut
Twitter/X: @kemenhut_ri



