Manggala Agni Kementerian Kehutanan Berjibaku Padamkan Karhutla Gambut Nagan Raya Aceh Selama 9 Hari
Sabtu, 25 Jul 2026 | Siaran Pers

SIARAN PERS
NOMOR: SP.308/HKLN/07/2026
Nagan Raya, Aceh, 25 Juli 2026 – Tim Manggala Agni Kementerian Kehutanan terus melakukan upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Desa Kayee Unoe, Kecamatan Darul Makmur, Kabupaten Nagan Raya, Provinsi Aceh. Hingga hari kesembilan penanganan, Jumat (24/7/2026), tim gabungan masih berjibaku mengendalikan kebakaran pada lahan gambut dengan luas terdampak sekitar 132 hektare.
Kebakaran yang terjadi pada kawasan HGU PT Gelora Sawita Makmur (GSM) tersebut memiliki karakteristik kebakaran permukaan dan bawah tanah akibat kondisi lahan gambut. Tim Manggala Agni Daops Sumatera I/Sibolangit bersama BPBD Kabupaten Nagan Raya dan masyarakat terus melakukan pemadaman untuk mencegah meluasnya area terbakar.
“Penanganan karhutla gambut membutuhkan upaya yang konsisten karena api dapat menjalar di bawah permukaan tanah. Tim terus melakukan pemadaman, pendinginan, serta memastikan titik-titik rawan agar api tidak kembali muncul,” ujar Kepala Balai Dalkarhutla Sumatera, Ferdian.
Selama sembilan hari operasi pemadaman, tim telah berhasil melakukan pemadaman pada area sekitar 10 hektare. Meskipun demikian, kondisi lapangan masih menunjukkan adanya bara dan api bawah permukaan sehingga status kebakaran masih belum dinyatakan padam.
Dalam operasi ini, Manggala Agni mengerahkan berbagai peralatan pemadaman, antara lain mobil pemadam, kendaraan operasional, mesin pompa Mark-3, mini straeker, selang pemadam, jet shooter, nozzle, embung, hingga peralatan pendukung lainnya. Sumber air untuk mendukung pemadaman berasal dari parit selebar 2,5 meter dengan kedalaman 0,4 meter yang berada di sekitar lokasi kejadian.
Kondisi medan yang cukup menantang menjadi salah satu kendala dalam proses pemadaman. Lokasi kebakaran berjarak sekitar 1 jam 30 menit perjalanan dari Posko Pemadaman di Kantor Socfindo Seumanyam. Selain itu, karakteristik api kebakaran lahan gambut di permukaan dan bawah tanah, membuat proses pemadaman membutuhkan strategi khusus agar api benar-benar dapat dikendalikan.
Koordinator lapangan Manggala Agni bersama stakeholder terkait terus melakukan pemantauan dan pemadaman lanjutan secara bergantian. Pergantian personel dilakukan untuk menjaga efektivitas operasi dan memastikan penanganan berjalan secara berkelanjutan.
Kementerian Kehutanan mengimbau masyarakat dan seluruh pihak untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi karhutla, khususnya pada musim kemarau. Pencegahan menjadi kunci utama dalam mengurangi risiko kebakaran, terutama di wilayah dengan ekosistem gambut yang memiliki kerentanan tinggi.
Melalui penguatan patroli, deteksi dini, dan respons cepat Manggala Agni Kementerian Kehutanan bersama para pihak, berkomitmen menjaga hutan dan lahan Indonesia dari ancaman kebakaran.(*)
Informasi lebih lanjut:
Kepala Balai Dalkarhutla Sumatera, Ferdian.
Penanggung jawab berita:
Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Kerjasama Luar Negeri,
Ristianto Pribadi
Website: www.kehutanan.go.id
Youtube: Kementerian Kehutanan
Facebook: Kementerian Kehutanan
Instagram: Kemenhut
Twitter/X: @kemenhut_ri



