Berita

Menhut Raja Antoni: Mu’alimin Harus Tetap Jadi Benteng Ilmu di Era Post-Truth, Termasuk dalam Perlindungan Alam

Minggu, 07 Des 2025 | Siaran Pers

menhut-raja-antoni-mu-alimin-harus-tetap-jadi-benteng-ilmu-di-era-post-truth-termasuk-dalam-perlindungan-alam

SIARAN PERS
Nomor: SP.365/HUMAS/PP/HMS.3/12/2025

Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menghadiri Milad Madrasah Mu’allimin Muhammadiyah ke-107 Yogyakarta. Raja Juli menegaskan bahwa Mu’alimin harus mampu tidak hanya beradaptasi, tetapi juga bersikap antisipatif terhadap perubahan zaman yang berlangsung sangat cepat.

Raja Juli menyoroti adanya fenomena pergeseran otoritas kebenaran di masyarakat. Menurutnya, kini masyarakat lebih sering mencari jawaban dari mesin pencari atau kecerdasan buatan dibanding bertanya kepada ulama, kiai, atau forum keagamaan resmi.

“Kebenaran tidak lagi diperdebatkan melalui forum Tarjih, yang memperdebatkan membawa kitab membandingkan satu pendapat dengan pendapat lain. Tapi kebenaran sekarang diubah dengan seberapa viral, kemudian apa yang viral itulah dianggap sebagai sebuah kebenaran,” ujar Raja Antoni dalam sambutannya, di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Minggu (7/12/2025).

Ia menekankan bahwa saat ini masuk dalam era post-truth, masa ketika kebenaran ilmiah yang dibangun puluhan hingga ratusan tahun oleh institusi pendidikan tergerus oleh opini singkat dan informasi yang tersebar cepat di media sosial.

Dalam konteks itu, Raja Juli memberi pesan khusus kepada para santri Mu’alimin agar tetap memegang peran penting sebagai kelompok yang tafaqquh fiddin, yakni mendalami agama secara serius dan mendalam. Ia menegaskan bahwa profesi apa pun boleh ditempuh, namun tetap harus ada sekelompok orang yang bertugas menjaga kedalaman ilmu agama.

“Itulah tantangan adek-adek sekalian, bagaimana adek-adek sekalian tetap ber-Tafaqquh Fiddin. Bahwa harus ada pembagian kerja, boleh semua orang memiliki profesi apapun, dokter baik, menjadi insinyur baik, bidan baik, menjadi wirausaha sangat baik tetapi hendaknya masih ada sekelompok orang yang Tafaqquh Fiddin,” ujar Raja Antoni.

“Mereka inilah yang memiliki tugas memberikan pencerahan, pandangan-pandangan keagamaan yang kontekstual dan berkemajuan,” tuturnya.

Pada kesempatan ini Menhut juga menyampaikan belasungkawa atas bencana yang terjadi di beberapa wilayah Sumatera. “Izinkan saya menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas bencana banjir dan longsor yang terjadi di berbagai wilayah Sumatera beberapa hari terakhir," ujarnya.

Ia menekankan agar seluruh elemen bangsa menyatukan niat dan memanjatkan doa untuk saudara-saudara kita yang tertimpa musibah, serta untuk para relawan, aparat di lapangan, dan masyarakat yang sedang bergotong royong memulihkan kondisi.

Terkait banjir di Sumatera, Menteri Kehutanan telah mengungkapkan pada Rapat Kerja dengan Komisi IV DPR RI untuk memperkuat penegakan hukum, termasuk penggunaan Alat Identifikasi Kayu Otomatis (AIKO), operasi lapangan, serta rencana pencabutan sekitar 20 izin PBPH berkinerja buruk. Selain itu juga akan merehabilitasi lahan kritis, pemerintah menyiapkan alokasi anggaran 2026 sebesar Rp 29,07 miliar untuk tiga provinsi terdampak.

Langkah reformasi tata kelola yang disampaikan mencakup digitalisasi satu peta kehutanan, percepatan pengakuan hutan adat, revisi UU 41/1999, Satgas DAS lintas K/L, serta pembangunan sistem peringatan dini (early warning system) banjir.

Kementerian Kehutanan meyakini bahwa menjaga hutan adalah bagian dari menjaga jati diri dan kedaulatan bangsa. Karena di balik lebatnya hutan, tersimpan air kehidupan, energi, dan identitas bangsa Indonesia. Hutan adalah benteng ekologi, dan Muhammadiyah dapat menjadi benteng moral dan sosial dalam melindunginya.

Sebagai penutup, Menhut Raja Juli menegaskan bahwa semangat pendidikan progresif harus terus hidup sebagaimana yang diwariskan KH Ahmad Dahlan lebih dari satu abad lalu. Ia menyebut Mu’alimin memiliki modal sejarah yang kuat untuk terus melahirkan kader bangsa yang berilmu, berakhlak, dan adaptif terhadap perubahan.(*)


Jakarta, Kementerian Kehutanan,
7 Desember 2025

Penanggung Jawab Berita:
Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Kerjasama Luar Negeri, Kementerian Kehutanan,
Krisdianto

Website:
www.kehutanan.go.id

Youtube:
Kementerian Kehutanan

Facebook:
Kementerian Kehutanan

Instagram:
Kemenhut

Twitter:
@kemenhut_ri