Berita

Menhut Raja Juli Antoni: Ada 4 Syarat Tuntaskan Karhutla

Senin, 12 Okt 2026 | Siaran Pers

menhut-raja-juli-antoni-ada-4-syarat-tuntaskan-karhutla

SIARAN PERS
Nomor: SP. 601/HKLN/10/2026

Jakarta, 12 Oktober 2026. Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni hari ini mengawal langsung operasi pengendalian Karhutla di Kalimantan Selatan dan akan berlanjut ke Kalimantan Tengah. Menhut mengapresiasi keberhasilan pengendalian Karhutla di Kalsel sembari mengingatkan empat faktor yang wajib dijaga agar Karhutla tidak berkobar lagi.

"Per hari ini tercatat Alhamdulillah Kalimantan Selatan angka hotspotnya terbaik. Namun hal itu tidak membuat kita terlena karena seperti yang disampaikan BMKG hujan alam itu baru akan hadir di Kalsel pada pertengahan bulan November. Oleh karena itu masih ada sekitar 1 bulan lagi di mana saya berharap dengan dukungan Pak Gubernur, Pak Kapolda, Pak Pangdam, Manggala Agni dengan relawan semua untuk tetap waspada. Karena apabila kita lengah kita tahu basis gambut, maka kebakaran bisa terjadi kembali," kata Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni saat meninjau lokasi Karhutla di Kalimantan Selatan, Senin (12/10/2026).

Menhut meyakini dengan koordinasi yang baik antara Gubernur dengan TNI, Polri, BMKG, BPBD, Manggala Agni Kemenhut dan relawan, kebakaran hutan bisa diatasi dan dicegah di kemudian hari. Menhut lantas mengungkap kunci keberhasilan mengatasi Karhutla.

"Faktor pertama tentu saja pasukan udara, water bombing, kemudian juga OMC. Pemerintah hadir secara maksimal untuk melakukan water bombing. Khusus untuk Kalimantan Tengah masalahnya ada di visibility jadi meskipun helikopter sudah standby tetapi tidak bisa berpoperasi karena kabut yang tebal. Namun kalau ada ruang untuk manuver terbang itu pasti dilakukan," ungkap Menhut.

Faktor kedua, dijelaskan Menhut, ialah pasukan darat, dimana peran TNI, Polri, Mangga Agni dan para relawan sangat penting. " Faktor ketiga penegakan hukum. Ini penting sekali. Berapa banyak perusahaan yang sudah dicabut izinnya atau dibekukan izinnya bahkan beberapa masuk proses pidana," papar Menhut.

Dan faktor keempat adalah peran aktif masyarakat dalam mencegah Karhutla. Masyarakat diharapkan tidak melakukan praktik yang bisa mengakibatkan Karhutla.

"Masyarakat jangan main api, jangan membuka kebun dengan membakar maka hasilnya akan baik. Kita ajak masyarakat jangan main api sesederhana jangan buang puntung rokok sembarangan, api unggun kecil, obat nyamuk, kasihan masyarakat korban Karhutla," tegasnya.


Penanggung jawab berita:
Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Kerja Sama Luar Negeri,
Ristianto Pribadi

Website: www.kehutanan.go.id
YouTube: Kementerian Kehutanan
Facebook: Kementerian Kehutanan
Instagram: @kemenhut
X: @kemenhut_ri