Berita

Menhut Tinjau Orangutan Care Center and Quarantine (OCCQ) untuk Perkuat Rehabilitasi dan Pelepasliaran Satwa Terancam Punah

Senin, 29 Des 2025 | Siaran Pers

menhut-tinjau-orangutan-care-center-and-quarantine-occq-untuk-perkuat-rehabilitasi-dan-pelepasliaran-satwa-terancam-punah

SIARAN PERS
NOMOR: SP.405/HUMAS/PPIP/HMS.3/12/2025

Menteri Kehutanan (Menhut), Raja Juli Antoni melakukan kunjungan kerja ke Orangutan Care Center and Quarantine (OCCQ) di Desa Pasir Panjang, Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah, Sabtu (27/12/2025). Kunjungan ini dilakukan untuk meninjau langsung fasilitas perawatan, proses rehabilitasi, serta kesiapan pelepasliaran orangutan yang masih menjalani masa pemulihan.

OCCQ yang dikelola oleh Orangutan Foundation International (OFI) merupakan pusat rehabilitasi orangutan yang menampung satwa hasil penyelamatan, sitaan, serta anak orangutan yang kehilangan induk di habitat alaminya.

Menhut menjelaskan bahwa OFI merupakan lembaga konservasi internasional yang didirikan oleh Birute Mary Galdikas sejak tahun 1986, dengan fokus pada penyelamatan, rehabilitasi, pelepasliaran orangutan, serta perlindungan habitatnya. Dalam pelaksanaannya, OFI bekerja sama dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) dan Balai Taman Nasional Tanjung Puting.

“Bu Birute setahun yang lalu bertemu saya di kantor. Ini hasil karya beliau bersama teman-teman di balai, luar biasa. Spirit beliau selama 50 tahun ini perlu kita pertahankan untuk menjaga orangutan dan habitatnya,” tutur Menhut.

Pada kesempatan tersebut, Menhut juga memberikan nama kepada lima bayi orangutan kelahiran tahun 2025 di Suaka Margasatwa Lamandau, yaitu Sanjay, Asma, Mateo, Annisa, dan Hakim. Penamaan ini dilakukan sebagai bagian dari sistem identifikasi garis keturunan dan untuk mendukung pemantauan jangka panjang.

OCCQ merawat lebih dari 300 individu orangutan Kalimantan, sekaligus menjadi pusat karantina, perawatan medis, serta rehabilitasi fisik, mental, dan perilaku sebelum dilepasliarkan ke habitat alami. Melalui kerja sama antara pemerintah dan mitra konservasi, fasilitas ini dilengkapi dengan area karantina, kandang perawatan medis, laboratorium kesehatan satwa, serta kawasan pelatihan adaptasi hutan.

Kunjungan ini menjadi langkah awal untuk memperkuat pengelolaan konservasi orangutan, termasuk peningkatan fasilitas rehabilitasi, dukungan lokasi pelepasliaran yang aman, serta penguatan koordinasi antara pemerintah, mitra konservasi, akademisi, dan masyarakat sekitar kawasan.

Jakarta, 29 Desember 2025

Penanggung jawab berita:
Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Kerjasama Luar Negeri, Kementerian Kehutanan,
Krisdianto

Website:
www.kehutanan.go.id

Youtube:
Kementerian Kehutanan

Facebook:
Kementerian Kehutanan

Instagram:
Kemenhut

Twitter:
@kemenhut_ri