Menhut Tinjau PLG Sebanga dan PLG Minas, Perkuat Fasilitas dan Revitalisasi Konservasi Gajah di Riau
Rabu, 04 Mar 2026 | Siaran Pers

SIARAN PERS
Nomor: SP. 68/HKLN/03/2026
Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni melakukan kunjungan kerja ke Pusat Latihan Gajah (PLG) Sebanga untuk memastikan peningkatan sarana dan prasarana konservasi gajah berjalan optimal. Kunjungan ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam memperkuat pengelolaan dan kesejahteraan Gajah Sumatera di Riau.
Di PLG Sebanga, Menhut meninjau langsung berbagai fasilitas yang telah dibangun dan dikembangkan. Salah satu fasilitas penting yang kini tersedia adalah kandang jepit (crush cage) yang digunakan untuk memudahkan tindakan medis, termasuk penyuntikan vaksin dan pemeriksaan kesehatan gajah secara aman bagi satwa maupun petugas.
Selain itu, telah tersedia tandon air bersih untuk mendukung kebutuhan harian, serta embung yang dimanfaatkan sebagai sumber air minum dan lokasi mandi gajah. Penyediaan air yang memadai dinilai sangat penting untuk menjaga kondisi fisik dan perilaku alami satwa.
Kementerian Kehutanan juga telah menyiapkan lahan pakan seluas 1 hektare sebagai sumber hijauan bagi gajah, dan lahan tersebut direncanakan untuk terus dikembangkan guna menjamin ketersediaan pakan secara berkelanjutan.
Menhut Raja Juli Antoni menegaskan bahwa peningkatan fasilitas di PLG Sebanga merupakan langkah konkret dalam memastikan standar kesejahteraan satwa terpenuhi.
“Kita ingin memastikan pengelolaan gajah dilakukan secara profesional dan berbasis kesejahteraan satwa. Fasilitas seperti kandang jepit untuk tindakan medis, ketersediaan air bersih, embung, dan lahan pakan adalah kebutuhan mendasar yang tidak boleh diabaikan,” ujar Menhut Raja Juli Antoni.
“Perbaikan sarana ini juga mendukung kesiapsiagaan kita dalam penanganan kesehatan satwa, termasuk vaksinasi dan tindakan preventif lainnya agar kondisi gajah tetap prima,” tambahnya.
Setelah meninjau PLG Sebanga, Menhut melanjutkan kunjungan ke Pusat Latihan Gajah (PLG) Minas yang berada di kawasan Tahura Sultan Syarif Hasim.
PLG Minas yang ditetapkan melalui SK Dirjen Nomor 184 Tahun 2024 memiliki luas 558,13 hektare dan saat ini menampung 14 ekor gajah yang terdiri dari 10 jantan dan 4 betina. Dalam kunjungan tersebut, Menhut meninjau kondisi kandang, area jelajah, serta kesiapan lahan dalam mendukung program revitalisasi yang tengah berjalan.
Ia menekankan bahwa PLG Minas memiliki posisi strategis dalam mendukung pengelolaan konflik satwa dan penguatan populasi gajah jinak untuk kegiatan patroli maupun edukasi konservasi kepada masyarakat.
“PLG Minas harus kita dorong menjadi pusat konservasi yang modern dan terintegrasi. Tidak hanya sebagai tempat pelatihan, tetapi juga sebagai pusat edukasi dan penguatan kapasitas pengelolaan gajah di Riau,” ujar Raja Juli Antoni.
Penguatan PLG Minas juga akan terhubung dengan rencana pembangunan koridor gajah di lanskap Riau guna memastikan konektivitas habitat tetap terjaga.
“Kita membangun pendekatan yang menyeluruh. Penguatan fasilitas, peningkatan kesejahteraan satwa, serta pembangunan koridor habitat harus berjalan beriringan agar konservasi Gajah Sumatera benar-benar efektif,” tutup Menhut.
Melalui kunjungan ini, Kementerian Kehutanan memastikan revitalisasi pusat latihan gajah di Riau berjalan sesuai rencana dan mendukung upaya pelestarian Gajah Sumatera secara berkelanjutan.
Pekanbaru, 4 Maret 2026
Penanggung jawab berita:
Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Kerjasama Luar Negeri, Kementerian Kehutanan,
Ristianto Pribadi
Website: www.kehutanan.go.id
Youtube: Kementerian Kehutanan
Facebook: Kementerian Kehutanan
Instagram: Kemenhut
Twitter/X: @kemenhut_ri



