Berita

Peluang Baru Ekonomi Karbon, Kemenhut Siapkan Generasi Muda Jadi Green Talent

Jumat, 25 Sep 2026 | Berita

peluang-baru-ekonomi-karbon-kemenhut-siapkan-generasi-muda-jadi-green-talent

Kementerian Kehutanan melalui Pusat Pengembangan Generasi Pelestari Hutan (Pusgenri) membuka ruang baru bagi generasi muda untuk mengambil bagian dalam transformasi menuju ekonomi hijau. Hal ini yang menjadi landasan dalam Temu Forum Indonesian Responsible Business & IRBA 2026 di Jakarta, Kamis (24/9).

Forum IRBA 2026 sendiri membahas keterkaitan antara Carbon Readiness, FOLU Net Sink 2030, Net Zero Emission 2060, Green Finance, inovasi, pengembangan SDM, dan kolaborasi multipihak. Agenda tersebut mempertemukan pemerintah, dunia usaha, regulator, investor, lembaga keuangan, akademisi, praktisi, dan generasi muda.

Kepala Pusgenri Kementerian Kehutanan, Luckmi Purwandari, mengatakan transformasi menuju ekonomi rendah karbon membutuhkan sumber daya manusia muda yang memahami isu lingkungan sekaligus mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi, inovasi, dan kebutuhan dunia usaha.

“Generasi muda tidak cukup hanya menjadi penerima informasi tentang perubahan menuju ekonomi rendah karbon. Mereka perlu hadir sebagai bagian dari ekosistem, membangun kompetensi, memperluas jejaring, dan menemukan ruang untuk berkontribusi melalui inovasi serta aksi nyata,” ujar Luckmi.

Menurutnya, peluang kontribusi generasi muda semakin beragam. Anak muda dapat mengembangkan kompetensi pada bidang restorasi hutan, pengukuran dan pemantauan karbon, teknologi dan data lingkungan, inovasi berbasis alam, riset, kewirausahaan hijau, hingga pengembangan berbagai solusi yang mendukung ekonomi rendah karbon.

Karena itu, tantangannya bukan sekadar memperkenalkan generasi muda pada isu karbon, tetapi mempersiapkan mereka dengan pengetahuan, keterampilan, jejaring, dan akses terhadap ekosistem yang tepat.

Dalam forum tersebut, Pusgenri melibatkan 10 Generasi Pelestari Hutan (Genries) dari beragam latar belakang, mulai dari komunitas lingkungan, yayasan, perguruan tinggi hingga sekolah.
Kehadiran mereka dirancang sebagai bagian dari proses pembelajaran sekaligus membuka jejaring dengan aktor yang selama ini bergerak dalam ekosistem keberlanjutan.
Bagi Pusgenri, mempertemukan generasi muda dengan pemerintah, korporasi, investor, lembaga keuangan, akademisi, dan praktisi menjadi penting. Dari pertemuan tersebut, generasi muda dapat melihat secara langsung kompetensi apa yang dibutuhkan, peluang apa yang berkembang, dan kontribusi apa yang dapat mereka mulai dari sekarang.

Pusgenri mendorong agar pengembangan generasi pelestari hutan ke depan semakin terkoneksi dengan kebutuhan nyata pembangunan kehutanan dan ekonomi hijau. Pembinaan generasi muda tidak berhenti pada peningkatan kepedulian terhadap lingkungan, tetapi perlu bergerak menuju penguatan kompetensi, inovasi, kepemimpinan, dan jejaring kolaborasi.

Dengan demikian, tumbuhnya ekonomi karbon dapat menjadi momentum untuk melahirkan lebih banyak talenta muda yang mampu menghubungkan pelestarian hutan dengan inovasi dan peluang ekonomi hijau.

“Kita ingin generasi muda melihat bahwa menjaga hutan juga membutuhkan ilmu, teknologi, kreativitas, inovasi, dan kewirausahaan. Di sinilah green talent harus kita persiapkan. Mereka bukan hanya generasi yang peduli terhadap hutan, tetapi generasi yang memiliki kapasitas untuk ikut membangun masa depan kehutanan Indonesia,” kata Luckmi.

Melalui keterlibatan Genries dalam forum lintas sektor, Kementerian Kehutanan terus membuka ruang agar generasi muda semakin dekat dengan pengetahuan, jejaring, dan perkembangan baru dalam ekonomi hijau.

Informasi lebih lanjut:
Kepala Pusat Pengembangan Generasi Pelestari Hutan
Luckmi Purwandari

Penanggung jawab berita:
Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Kerjasama Luar Negeri, Kementerian Kehutanan,
Ristianto Pribadi

Website: www.kehutanan.go.id
Youtube: Kementerian Kehutanan
Facebook: Kementerian Kehutanan
Instagram: Kemenhut
Twitter/X: @kemenhut_ri