Berita

Perkuat Ketahanan Pangan dan Energi, Kementerian Kehutanan Gelar Pelatihan Lanjutan Pengembangan Aren di Tomohon

Jumat, 17 Apr 2026 | Berita

perkuat-ketahanan-pangan-dan-energi-kementerian-kehutanan-gelar-pelatihan-lanjutan-pengembangan-aren-di-tomohon

Jakarta, 17 April 2026 - Kementerian Kehutanan terus memperkuat langkah strategis menuju swasembada pangan dan energi nasional melalui pengembangan komoditas aren. Sebagai tindak lanjut dari kegiatan sebelumnya di Desa Bojong, Garut, kementerian menyelenggarakan Training of Trainers atau ToT Aren tahap kedua yang dilaksanakan atas kerja sama antara Pusat Data dan Informasi Kehutanan, Pusat Penyuluhan Kehutanan, dan Yayasan Masarang. Kegiatan yang bertempat di Tomohon, Sulawesi Utara pada 13-17 April 2026 ini terlaksana berkat dukungan pendanaan dari FOLU Net Sink dan Pertamina.

Pelatihan lanjutan ini kembali menghadirkan lima belas peserta dari berbagai wilayah Indonesia yang sebelumnya telah mengikuti tahap pertama. Pada pertemuan kali ini, fokus utama dialihkan sepenuhnya pada praktik langsung di lapangan untuk memperdalam kemahiran teknis para peserta.

Materi praktik yang diberikan dirancang secara komprehensif, meliputi inventarisasi pohon aren, teknik perkecambahan dan pembibitan, hingga pembuatan biochar sebagai pupuk organik. Selain itu peserta diajak meninjau langsung operasional pabrik pembuatan gula Masarang serta mengamati aplikasi pipanisasi dan tungku roket pada situasi nyata.

Seluruh rangkaian program ini menjadi bagian integral dari upaya pemerintah dalam merealisasikan Asta Cita kedua Presiden Prabowo yang berfokus pada ketahanan pangan dan kemandirian energi. Wilhelmus Theodorus Maria Smits atau Pak Willie selaku Penasihat Utama Menteri Kehutanan Bidang Lingkungan dan Ekologi sekaligus Ketua Satgas Aren yang memimpin langsung pelatihan ini menaruh harapan besar pada komitmen para peserta.

"Saya harap dengan adanya training of the trainers kali ini para penyuluh dapat mengajarkan kepada yang lainnya mengenai aren dan memelihara keberlanjutan program," ujar Pak Willie pada penutupan acara.

Pendekatan berbasis lapangan ini terbukti memberikan kesan mendalam bagi peserta. Rusni, salah satu penggiat aren asal Majene yang aktif mengelola persemaian pribadi dan membagikan bibit di masjid sekitarnya, mengaku sangat bersyukur atas pembekalan yang diberikan.

"Aren itu merupakan tanaman ajaib dan saya sangat berterima kasih dengan adanya kegiatan ini. Sekarang saya mendapatkan ilmu baru entah dari lapangan maupun diskusi dengan teman-teman penyuluh lainnya mengenai banyak hal yang sebelumnya tidak terpikirkan oleh saya," tutur Rusni.

Kebutuhan akan arahan teknis yang jelas juga disoroti oleh Nawir, peserta yang mewakili unsur penyuluh. Ia merasa pelatihan ini memberikan jalan keluar yang nyata untuk mengeksekusi kebijakan nasional di tingkat tapak.

"Sebagai penyuluh, sudah semestinya kita mendukung program yang dibuat oleh Presiden Prabowo melalui implementasi Asta Cita kedua. Namun kita terkadang tidak mengetahui cara implementasi hal tersebut. Untungnya terdapat pelatihan ini yang menjadi panduan dasar kami di lapangan," kata Nawir.

Dengan selesainya tahap kedua ini, Kementerian Kehutanan berharap para agen perubahan yang telah dicetak mampu mentransfer pengetahuan mereka secara masif di daerah masing-masing. Langkah ini diyakini akan mempercepat terbentuknya ekosistem kemandirian energi berbasis aren yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat luas.


Penanggung jawab berita:
Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Kerjasama Luar Negeri, Kementerian Kehutanan,
Ristianto Pribadi

Website: www.kehutanan.go.id
Youtube: Kementerian Kehutanan
Facebook: Kementerian Kehutanan
Instagram: Kemenhut
Twitter/X: @kemenhut_ri