Berita

Perkuat Ketahanan Pangan Nasional, Kemenhut Dorong 1.250 Pimpinan Kontingen Jamnas XII Jadi Penggerak Pelestarian Hutan

Minggu, 16 Agt 2026 | Siaran Pers

perkuat-ketahanan-pangan-nasional-kemenhut-dorong-1-250-pimpinan-kontingen-jamnas-xii-jadi-penggerak-pelestarian-hutan

SIARAN PERS
Nomor: SP. 413/HKLN/08/2026

Jakarta, 16 Agustus 2026. Kementerian Kehutanan memanfaatkan momentum Jambore Nasional (Jamnas) XII 2026 untuk menggalang kekuatan 1.250 Pimpinan Kontingen Pramuka se-Indonesia. Lewat forum Sosialisasi dan Talkshow Saka Wanabakti bertema "Peran Hutan dalam Ketahanan Pangan" di Buperta Cibubur, Jakarta Timur, Sabtu (15/8), para pimpinan kontingen didorong membawa pulang edukasi pelestarian hutan menjadi aksi nyata di pangkalan daerah masing-masing.

Kehadiran 1.250 Pinkon yang berasal dari berbagai daerah menjadi momentum strategis, karena para pimpinan kontingen memiliki posisi penting dalam pembinaan generasi muda dan anggota Gerakan Pramuka di daerah masing-masing. Melalui forum ini, pemahaman mengenai hutan dan pelestariannya diharapkan tidak berhenti pada peserta Jamnas saja, tetapi seyogyanya dapat diteruskan kepada generasi muda dan komunitas Pramuka di berbagai wilayah Indonesia.

Sekretaris Pimpinan Saka Wanabakti Tingkat Nasional (Pinsakanas) yang juga Kepala Pusat Pengembangan Generasi Pelestari Hutan (Pusgenri) Kementerian Kehutanan, Luckmi Purwandari menyampaikan bahwa momentum Jamnas XII menjadi ruang strategis untuk memperkuat pemahaman para pimpinan kontingen mengenai peran penting generasi muda dalam pelestarian hutan dan kemandirian pangan bangsa.

“Melalui kegiatan sosialisasi dan talkshow bersama para pimpinan kontingen se-Indonesia ini, kami ingin menumbuhkan kesadaran kolektif bahwa menjaga hutan lestari dengan melibatkan generasi muda dan pramuka adalah prasyarat mutlak untuk mencapai ketahanan pangan yang berkelanjutan,” ungkap Luckmi.

Harapannya, para Pinkon dapat menindaklanjuti kegiatan ini dengan membangun jejaring, sinergi dan kolaborasi dengan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kementerian Kehutanan yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia untuk melahirkan gagasan, program dan aksi nyata pelestarian hutan, mengembangkan dan memperkuat pangkalan pangkalan pramuka, serta melahirkan ruang ruang pembelajaran kehutanan bagi generasi muda dan pramuka di daerah masing masing.

Menurutnya, ketahanan pangan tidak hanya berbicara mengenai ketersediaan pangan. Tetapi juga mengenai ketersediaan sumber daya alam yang menopang produksi dan kehidupan masyarakat secara keberlanjutan. Dalam konteks tersebut, hutan memiliki fungsi ekologis dan sosial yang saling berkaitan. Mulai dari menjaga tata air, tanah, keanekaragaman hayati, hingga menyediakan berbagai sumber pangan dan hasil hutan yang dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan.

Melalui Satuan Karya (Saka) Wanabakti, generasi muda diharapkan memiliki ruang tumbuh yang tidak hanya mengenalkan pada pentingnya melestarikan hutan. Tetapi juga dapat membekali dengan pengetahuan, keterampilan, kecakapan, kepemimpinan, serta kemampuan menghasilkan inovasi dan melakukan aksi nyata pelestarian hutan. Keterlibatan para Pinkon diarahkan untuk memperkuat jejaring pembinaan pramuka dan Saka Wanabakti di tingkat cabang dan daerah. Para Pinkon diharapkan juga dapat menjadi penghubung yang membawa pesan mengenai pentingnya pelestarian hutan dan ketahanan pangan kepada anggota Gerakan Pramuka serta pangkalan di daerah masing-masing.

Dengan jejaring 1.250 Pinkon yang berasal dari berbagai daerah, penguatan kelembagaan Saka Wanabakti diharapkan memiliki jangkauan yang semakin luas. Para Pinkon dapat mengambil peran sebagai penggerak yang meneruskan semangat pelestarian hutan kepada generasi muda di daerah sekaligus mendorong lahirnya kegiatan kepramukaan yang lebih dekat dengan isu kehutanan dan lingkungan.

Melalui sinergi antara Kementerian Kehutanan, Pimpinan Saka Wanabakti Nasional, Kwartir Nasional Gerakan Pramuka, dan Pimpinan Kontingen Cabang dan Daerah, diharapkan Saka Wanabakti akan semakin kuat sebagai wadah pembinaan generasi muda pelestari hutan di seluruh Indonesia.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian Jambore Nasional (Jamnas) XII Tahun 2026 yang diselenggarakan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka pada 13–20 Agustus 2026. Jamnas XII mengusung tema “Berkreasi, Berinovasi, Terampil dan Mandiri untuk Mendukung Swasembada Pangan”. Diikuti oleh 24.785 Pramuka Penggalang dari Kwartir Cabang se-Indonesia, Kwartir Nasional, Sekretaris Jenderal World Organization of The Scout Movement (WOSM), Regional Director World Organization of The Scout Movement (WOSM) wilayah Asia Pasifik, Gugus Depan yang berpangkalan di luar negeri, serta perwakilan National Scout Organization (NSO) di kawasan Asia Pasifik.

Rangkaian kegiatan diawali dengan Upacara Pembukaan Kegiatan Pinkon yang dipimpin oleh Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka sebagai Pengarah dan Pemberi Sambutan. Dilanjutkan dengan agenda sosialisasi dan talkshow Saka Wanabakti yang mengangkat tema “Peran Hutan dalam Ketahanan Pangan”. Agenda tersebut secara khusus membahas keterkaitan antara pelestarian hutan dengan keberlanjutan sumber daya pangan serta pentingnya peran generasi muda dalam menjaga ekosistem hutan.

Dari Jambore Nasional XII, pesan tersebut diharapkan bergerak lebih masif dan nyata: dari pengetahuan menjadi kepedulian, dari kepedulian menjadi aksi, dan dari aksi generasi muda menjadi kontribusi nyata bagi hutan dan ketahanan pangan Indonesia.


Informasi lebih lanjut:
Kepala Pusat Pengembangan Generasi Pelestari Hutan, Sekretaris Pimpinan Saka Wanabakti Nasional
Luckmi Purwandari

Penanggung jawab berita:
Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Kerjasama Luar Negeri, Kementerian Kehutanan,
Ristianto Pribadi

Website: www.kehutanan.go.id
Youtube: Kementerian Kehutanan
Facebook: Kementerian Kehutanan
Instagram: Kemenhut
Twitter/X: @kemenhut_ri