Respons Cepat, Manggala Agni dan Tim Gabungan Padamkan Kebakaran 30 Hektare di TN Gunung Rinjani
Minggu, 09 Agt 2026 | Siaran Pers

SIARAN PERS
Nomor: SP. 391/HKLN/08/2026
Lombok Timur, 9 Agustus 2026. Kementerian Kehutanan melalui Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Wilayah Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara (Balai Dalkarhut Jabalnusra) bersama Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (BTNGR) dan tim gabungan berhasil memadamkan kebakaran hutan. Respon cepat dan upaya tim gabungan pemadaman kebakaran hutan ini dilakukan di Kecamatan Sembalun, Kab. Lombok Timur, Prov. Nusa Tenggara Barat pada tanggal 7 Agustus 2026. Seluas kurang lebih 30 hektare kawasan TN Gunung Rinjani telah berhasil dikendalikan pada Sabtu (8/8) dan dilanjutkan dengan giat penyisiran atau mopping-up hingga pukul 01.30 WITA.
Kebakaran terjadi pada kawasan konservasi dengan tutupan savana dan semak belukar kering. Respons cepat dilakukan setelah informasi kebakaran diterima dari pengelola kawasan. Balai Dalkarhut Jabalnusra Seksi Wilayah III Mataram langsung mengerahkan personil dan sarpras pemadaman untuk memperkuat upaya pemadaman yang telah dilakukan tim gabungan di lapangan.
Setelah api utama berhasil dipadamkan, personel melanjutkan kegiatan mop-up atau penyisiran dan pendinginan untuk memastikan tidak terdapat bara maupun sumber api yang dapat kembali menyala, serta pemantauan lanjutan hingga seluruh titik dipastikan benar-benar padam.
Kepala Balai Dalkarhut Jabalnusra, Bambang Setyo Antoko, menegaskan bahwa kecepatan respon dan kolaborasi lintas pihak menjadi kunci dalam mencegah kebakaran hutan berkembang lebih luas.
“Setiap kejadian kebakaran di kawasan konservasi harus direspons sedini mungkin. Kecepatan Manggala Agni bersama pengelola kawasan dan seluruh unsur di lapangan dalam melakukan pemadaman menjadi kunci penanggulangan dini kebakaran hutan. Kolaborasi ini harus terus diperkuat, karena keberhasilan pengendalian kebakaran merupakan tanggung jawab bersama,” tegas Bambang.
Menurutnya, penanganan kebakaran tidak berhenti setelah api padam. Pemantauan dan kewaspadaan tetap diperlukan khususnya pada kawasan dengan vegetasi savana yang mudah terbakar pada kondisi kemarau saat ini.
TN Gunung Rinjani merupakan salah satu kawasan konservasi penting di Nusa Tenggara Barat yang memiliki fungsi ekologis dalam menjaga keanekaragaman hayati, habitat berbagai jenis flora dan fauna, tata air, serta keberlanjutan ekosistem. Kawasan ini juga memiliki nilai sosial budaya penting bagi masyarakat sekitar yang telah menjadi bagian dari kehidupan turun temurun masyarakat setempat.
Karena itu, upaya pelestarian di dalam kawasan konservasi harus dilakukan, salah satunya dengan pencegahan kebakaran hutan dengan partisipasi seluruh pihak, untuk menjamin kelestarian ekosistem dan segala nilai esenssial didalamnya.
“Operasi pemadaman di Sembalun menunjukkan pentingnya sinergi antara Manggala Agni, pengelola kawasan, TNI, Polri, MPA/MMP, masyarakat, dan unsur terkait lainnya. Kerja bersama di lapangan memungkinkan api segera dilokalisasi dan dipadamkan sebelum berkembang lebih luas,” ujar Bambang.
Kementerian Kehutanan terus mengingatkan seluruh jajaran dan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan, terutama pada musim kemarau saat ini. Masyarakat yang melihat kemunculan asap atau tanda-tanda kebakaran di dalam maupun sekitar kawasan hutan diharapkan dapat segera melapor kepada petugas atau pengelola kawasan agar dapat dilakukan penanganan sedini mungkin.
“Jangan menunggu api membesar. Manfaatkan sistem peringatan dini kita melalui pantauan hotspot Sipongi+ dan teknologi lainnya, lakukan deteksi awal, dan lakukan penanganan sedini mungkin. Setiap upaya pencegahan dan penanggulangan dini merupakan langkah penting untuk menjaga hutan tetap lestari,” pesan Raja Juli, Menteri Kehutanan dalam menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan.
Informasi lebih lanjut:
Kepala Balai Dalkarhut Jabalnusra,
Bambang Setyo Antoko
Penanggung jawab berita:
Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Kerjasama Luar Negeri, Kementerian Kehutanan,
Ristianto Pribadi
Website: www.kehutanan.go.id
Youtube: Kementerian Kehutanan
Facebook: Kementerian Kehutanan
Instagram: Kemenhut
Twitter/X: @kemenhut_ri



