Ribuan Peserta Jambore Nasional XII Tahun 2026 Kunjungi Kementerian Kehutanan, Wisata Edukasi
Kamis, 20 Agt 2026 | Berita

Jakarta, 20 Agustus 2026 - Sebanyak 1.000 peserta Jambore Nasional ke-XII Tahun 2026 mengikuti Wisata Edukasi Wanabakti Scout Journey: Bestari Rimba Special Edition Jambore Nasional ke-XII Tahun 2026 di Kementerian Kehutanan. Kegiatan ini dilaksanakan selama 5 hari, mulai tanggal 15-20 Agustus 2026 dan diikuti pramuka penggalang dari kwartir daerah Jawa Tengah, Jawa Timur, DKI Jakarta, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Jambi, Riau, Papua Barat, dan Papua Barat Daya.
Memasuki hari keempat pelaksanaan, rangkaian Wanabakti Scout Journey konsisten menghadirkan pengalaman belajar yang memadukan edukasi, eksplorasi sejarah, serta interaksi langsung di alam terbuka. Peserta diajak melanjutkan perjalanan mengenal kehutanan melalui berbagai ruang pembelajaran, mulai dari Museum Kehutanan hingga kawasan hijau Arboretum Kementerian Kehutanan. Tidak hanya menjadi ruang untuk mengenal dunia kehutanan, kegiatan ini sekaligus juga memperkenalkan lebih dekat Saka Wanabakti sebagai wadah bagi generasi muda untuk belajar, mengembangkan keterampilan, dan mengambil peran di bidang kehutanan.
Dalam sesi Sapaan Rimba, perwakilan Krida Guna Wana, Teguh Handoko, mengajak peserta mengenal empat Krida yang menjadi bagian dari Saka Wanabakti, yaitu Krida Tata Wana, Krida Reksa Wana, Krida Bina Wana, dan Krida Guna Wana. Keempatnya memiliki fokus pembelajaran yang berbeda, namun saling melengkapi dalam memahami berbagai aspek pengelolaan dan pelestarian hutan.
“Empat Krida dalam Saka Wanabakti menjadi ruang bagi generasi muda untuk mengenal hutan dari berbagai sisi. Tata Wana mengajarkan bagaimana memahami dan menata kawasan, Reksa Wana berkaitan dengan perlindungan hutan, Bina Wana dengan pembinaan dan pengelolaan hutan, sementara Guna Wana mengajarkan pemanfaatan hutan secara bertanggung jawab. Dari sini, adik-adik bisa menemukan bidang yang paling sesuai dengan minat dan kemampuan masing-masing,” ujar Teguh.
Dalam kesempatan yang sama, peserta juga diajak memahami tiga fungsi utama hutan, yaitu fungsi konservasi, lindung, dan produksi. Ketiga fungsi tersebut menunjukkan bahwa hutan memiliki peran yang beragam dan saling berkaitan dalam mendukung kehidupan sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan.
“Hutan memiliki fungsi konservasi untuk menjaga keanekaragaman hayati, fungsi lindung untuk menjaga sistem penyangga kehidupan, serta fungsi produksi untuk menghasilkan manfaat dan sumber daya secara berkelanjutan. Ketiganya bukan fungsi yang berdiri sendiri, tetapi harus dikelola secara seimbang agar hutan tetap memberikan manfaat bagi generasi sekarang dan generasi yang akan datang,” jelas Teguh.
Pengenalan tersebut menjadi bagian penting dalam perjalanan Wanabakti Scout Journey, karena peserta tidak hanya diajak melihat hutan dari sisi kekayaan alamnya, tetapi juga memahami bagaimana hutan dikelola dan mengapa setiap fungsi membutuhkan pengetahuan serta keterampilan yang tepat.
Melalui pendekatan yang edukatif dan interaktif, peserta Jambore Nasional XII memperoleh kesempatan untuk mengenal berbagai ruang kontribusi di bidang kehutanan. Pengalaman tersebut diharapkan dapat menumbuhkan ketertarikan generasi muda untuk terus belajar mengenai hutan sekaligus mengenali peluang keterlibatan mereka melalui Saka Wanabakti.
Rangkaian wisata edukasi ini juga mendapat apresiasi dari Kwartir Nasional Gerakan Pramuka. Sebagai bentuk terima kasih atas penyelenggaraan wisata edukasi bagi peserta Jamnas XII, Kwartir Nasional Gerakan Pramuka menyerahkan cinderamata kepada Kementerian Kehutanan, yang diwakili oleh Wahju Rudianto, Kepala Penyuluhan, Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Kehutanan. Hal ini menjadi simbol apresiasi sekaligus penguatan kolaborasi antara Gerakan Pramuka dan Kementerian Kehutanan dalam menghadirkan ruang pembelajaran kehutanan bagi generasi muda.
Wanabakti Scout Journey: Bestari Rimba Special Edition Jamnas XII menjadi bagian dari upaya membangun kedekatan generasi muda dengan hutan melalui pengalaman yang edukatif, interaktif, dan relevan. Semangat tersebut sejalan dengan peran Saka Wanabakti sebagai ruang bagi generasi muda untuk belajar kehutanan sekaligus membangun kepedulian dan keterampilan untuk berkontribusi bagi lingkungan.
Informasi lebih lanjut:
Kepala Pusat Pengembangan Generasi Pelestari Hutan, Sekretaris Pimpinan Saka Wanabakti Nasional
Luckmi Purwandari
Penanggung jawab berita:
Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Kerjasama Luar Negeri, Kementerian Kehutanan
Ristianto Pribadi
Website: www.kehutanan.go.id
Youtube: Kementerian Kehutanan
Facebook: Kementerian Kehutanan
Instagram: Kemenhut
Twitter/X: @kemenhut_ri



