Road to HKAN 2026: Kemenhut Ajak Generasi Muda Bergerak Bersama untuk Konservasi Indonesia
Rabu, 19 Agt 2026 | Berita

Kementerian Kehutanan melalui melalui Youth Talk Take Action (YTTA) Road to Hari Konservasi Alam Nasional (HKAN) 2026 mengajak generasi muda mengambil peran lebih besar dalam menjaga kekayaan alam dan keanekaragaman hayati Indonesia, Selasa (18/08/2026).
Diskusi interakatif yang dilaksanakan secara hybrid ini menghadirkan perspektif kebijakan konservasi, praktik forest therapy, serta pengalaman generasi muda dalam aksi pelestarian hutan. YTTA kali ini merupakan kolaborasi Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) dan Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BP2SDM) dengan tema “Connect for Conservation, Collaborate for Impact: Harmonisasi dengan Alam, Aksi Nyata Merawat Indonesia”.
Tema ini membawa pesan untuk membangun kembali keterhubungan manusia dengan alam sekaligus mengubah kepedulian menjadi kolaborasi dan aksi nyata. Semangat tersebut sejalan dengan HKAN 2026, “Konservasi Alam: Kerja Bersama Merawat Alam Indonesia.”
Dalam sambutan tertulis Menteri Kehutanan, Raja Juli Antoni yang dibacakan oleh Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (Dirjen KSDAE), Satyawan Pudyatmoko mengatakan Indonesia sebagai salah satu negara megabiodiversitas dunia memiliki kekayaan alam yang menjadi modal pembangunan sekaligus amanah yang harus dijaga. Di tengah tantangan perubahan iklim, degradasi ekosistem, kehilangan keanekaragaman hayati, konflik manusia dan satwa liar, serta tekanan terhadap habitat, upaya konservasi membutuhkan pendekatan yang adaptif, berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi, melibatkan masyarakat, serta memperkuat kolaborasi.
Menurutnya, kedekatan generasi muda dengan alam merupakan modal penting untuk memperkuat gerakan konservasi. Saat ini, sekitar satu juta orang per tahun melakukan pendakian, 340 juta orang berwisata ke alam, dan sekitar 50 ribu orang melakukan trail running, yang mayoritasnya merupakan anak muda. Kondisi tersebut menjadi peluang untuk mengubah keterhubungan dengan alam menjadi kepedulian dan aksi nyata.
“Generasi muda bukan hanya penerima manfaat konservasi, tetapi pelaku konservasi hari ini sekaligus pemimpin konservasi Indonesia di masa depan. Kita ingin anak muda tidak berhenti pada kalimat ‘Saya peduli terhadap hutan’, tetapi melanjutkannya dengan ‘Ini aksi yang saya lakukan,” tulis Raja Antoni dalam sambutannya.
Dirjen KSDAE menegaskan bahwa generasi muda memiliki energi, kreativitas, dan cara pandang baru yang dibutuhkan untuk menjawab tantangan konservasi. Keterlibatan tersebut dapat diwujudkan melalui citizen science, restorasi ekosistem, konservasi satwa, edukasi lingkungan, pemanfaatan teknologi, kewirausahaan berbasis konservasi, hingga kampanye digital.
Sementara itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BP2SDM), Indra Exploitasia menekankan bahwa pembinaan generasi muda perlu berlanjut dari peningkatan pengetahuan menuju jejaring, kepemimpinan, kolaborasi, dan aksi nyata.
“Semangat Youth Talk Take Action adalah membawa anak muda dari talk menuju action. Aksinya tidak harus selalu besar. Yang penting nyata, konsisten, dan memberikan dampak,” ujarnya.
Melalui Pusat Pengembangan Generasi Pelestari Hutan (Pusgenri), BP2SDM terus mengembangkan ekosistem pembinaan Generasi Pelestari Hutan (Genries). YTTA menjadi ruang bagi generasi muda untuk memperoleh pengetahuan, bertemu dengan praktisi dan pengambil kebijakan, membangun jejaring, serta menemukan ruang kontribusi dalam pembangunan kehutanan. Kolaborasi Ditjen KSDAE dan BP2SDM mempertemukan substansi konservasi dengan pengembangan kapasitas generasi muda.
Kementerian Kehutanan berharap YTTA Road to HKAN 2026 menjadi awal dari semakin luasnya keterlibatan generasi muda dalam konservasi. Ruang belajar dan aksi perlu terus dibuka di kawasan konservasi, sekolah, kampus, maupun komunitas, sehingga generasi muda dapat memanfaatkan pengetahuan, teknologi, kreativitas, dan jejaring untuk menjawab persoalan lingkungan di sekitarnya.
Informasi lebih lanjut:
Kepala Pusat Pengembangan Generasi Pelestari Hutan
Luckmi Purwandari
Penanggung jawab berita:
Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Kerjasama Luar Negeri, Kementerian Kehutanan,
Ristianto Pribadi
Website: www.kehutanan.go.id
Youtube: Kementerian Kehutanan
Facebook: Kementerian Kehutanan
Instagram: Kemenhut
Twitter/X: @kemenhut_ri



