Berita

Sambut Libur Lebaran 2026, Kementerian Kehutanan Siapkan Layanan Wisata Alam di Taman Nasional dan Taman Wisata Alam dengan Prinsip Zero Waste dan Zero Accident

Rabu, 18 Mar 2026 | Siaran Pers

sambut-libur-lebaran-2026-kementerian-kehutanan-siapkan-layanan-wisata-alam-di-taman-nasional-dan-taman-wisata-alam-dengan-prinsip-zero-waste-dan-zero-accident

SIARAN PERS
Nomor : SP. 86/HKLN/03/2026

Menyongsong masa libur nasional dan cuti bersama Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, Kementerian Kehutanan melalui Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) telah melakukan persiapan menyeluruh untuk memastikan pelayanan publik jasa lingkungan khususnya di Taman Nasional dan Taman Wisata Alam berjalan aman, nyaman, dan berkelanjutan.

Indonesia memiliki potensi jasa lingkungan luar biasa terutama sebagai obyek wisata alam di taman nasional maupun taman wisata alam. Saat ini, terdapat 57 unit Taman Nasional (TN) dan 145 unit Taman Wisata Alam (TWA) dengan total 580 pintu masuk.

Direktur Jenderal KSDAE, Satyawan Pudyatmoko, menyampaikan bahwa seluruh Unit Pelaksana Teknis (UPT) Ditjen KSDAE di lapangan telah diinstruksikan untuk meningkatkan pengamanan kawasan dan patroli rutin guna menjaga kelestarian hutan selama masa libur panjang. Langkah ini selaras dengan arahan Menteri Kehutanan dan Wakil Menteri Kehutanan yang menekankan penguatan prinsip zero waste (bebas sampah), zero accident (nihil kecelakaan), serta pencegahan penumpukan pengunjung melalui sistem digital.

Terkait kesiapan tersebut, Satyawan menegaskan komitmen jajarannya dalam memberikan pelayanan terbaik bagi publik sekaligus menjaga integritas kawasan.

“Persiapan kami mengacu pada enam aspek utama, mulai dari pengaturan daya dukung daya tampung hingga penerapan pembayaran non-tunai (cashless payment). Kami ingin memastikan setiap pengunjung mendapatkan pengalaman wisata yang lancar dan aman. Penggunaan teknologi digital seperti booking online, terbukti signifikan mempercepat layanan di pintu masuk dan mengurangi kerumunan/kepadatan pengunjung, sehingga prinsip zero accident, dan kenyamanan pengunjung tetap terjaga sebagai prioritas utama kami,” ujarnya.

Berdasarkan hasil evaluasi pada periode libur Nyepi dan Lebaran tahun 2025, tercatat sebanyak 421.683 wisatawan mengunjungi TN dan TWA, dengan puncak kunjungan terjadi pada H+3 Lebaran. Tingginya minat masyarakat ini juga berkontribusi pada Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang mencapai Rp15,8 Miliar. Aktivitas pendakian menjadi salah satu primadona, di mana gunung-gunung seperti Leuser, Ciremai, Rinjani, hingga Bukit Kaba menjadi lokasi yang paling banyak dikunjungi. Selain itu, kawasan konservasi kini menjadi lokasi favorit untuk acara halal bi halal keluarga karena menawarkan suasana segar di alam terbuka sambil mengenalkan alam kepada generasi muda.

Untuk menjamin kenyamanan dan mempertimbangkan daya dukung lingkungan, pemerintah memberlakukan kebijakan operasional khusus pada libur Lebaran 2026. Tercatat dari sejumlah Obyek Daya Tarik Wisata Alam (ODTWA) ada yang tetap dibuka, dan ada yang ditutup dengan alasan logis untuk keberlanjutan wisata alam. Data dan informasi lengkap ODTWA yang dibuka dan ditutup selama libur lebaran 2026 disajikan pada tautan https://bit.ly/BukaTutupKawasan2026.

Pihak pengelola akan terus mengintensifkan patroli sampah untuk mendukung gerakan zero waste. Pengunjung diimbau untuk selalu disiplin membawa kembali sampahnya, serta mengikuti panduan keselamatan dari petugas di lapangan guna mewujudkan zero accident serta wisata alam yang berkualitas dan berkelanjutan.


Jakarta, 18 Maret 2026

Informasi lebih lanjut:
Direktur Pemanfaatan Jasa Lingkungan,
Nunu Anugrah - 081281331247

Penanggung jawab berita:
Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Kerjasama Luar Negeri, Kementerian Kehutanan,
Ristianto Pribadi

Website: www.kehutanan.go.id
Youtube: Kementerian Kehutanan
Facebook: Kementerian Kehutanan
Instagram: Kemenhut
Twitter/X: @kemenhut_ri