Tiga Tahun Berturut-turut, Polisi Kehutanan Kemenhut Raih Juara I Polisi Khusus Teladan Nasional
Rabu, 24 Jun 2026 | Siaran Pers

SIARAN PERS
NOMOR: SP.237/HKLN/06/2026
Jakarta, 24 Juni 2026. Polisi Kehutanan (Polhut) Kementerian Kehutanan (Kemenhut) kembali mencatat prestasi nasional. Dede Dicky Permadi, S.HI, Polisi Kehutanan Penyelia pada Balai Konservasi Sumber Daya Alam (Balai KSDA) Jakarta, meraih Juara I Lomba Polisi Khusus (Polsus) Teladan Nasional Tahun 2026.
Berdasarkan surat Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia Nomor B/11061/VI/HUM.1.1.1/2026/Baharkam tanggal 23 Juni 2026, Dede Dicky Permadi ditetapkan sebagai Juara I dengan total nilai 80,1. Posisi kedua diraih Sugeng Riyadi, Polsus Pengelolaan Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil (PWP3K) Kementerian Kelautan dan Perikanan, dengan nilai 76,7, sedangkan posisi ketiga diraih Anevy Zaenul Isa, Polsus Badan Karantina Indonesia, dengan nilai 74,5. Penilaian akhir Lomba Polsus Teladan Nasional Tahun 2026 dilaksanakan pada 9 sampai 12 Juni 2026 di Sekolah Polisi Wanita (Sepolwan) Lembaga Pendidikan dan Pelatihan (Lemdiklat) Polri, Ciputat, Jakarta Selatan, melalui lima aspek penilaian.
Direktur Jenderal Penegakan Hukum Kehutanan, Dwi Januanto Nugroho, menyampaikan bahwa prestasi Dede Dicky Permadi menjadi kebanggaan bagi Kementerian Kehutanan dan seluruh jajaran Polhut. Menurutnya, capaian ini perlu dimaknai sebagai penghargaan atas keteguhan pengabdian Polhut yang bekerja di tengah wilayah tugas yang luas, keterbatasan personel, dan risiko lapangan yang tidak ringan.
“Menjadi Polhut bukan tugas yang ringan. Mereka bekerja di wilayah yang luas, sering jauh dari sorotan, dan menghadapi risiko nyata di lapangan. Banyak tugas Polhut dilakukan dalam kerja-kerja sunyi, di kawasan hutan, di jalur-jalur rawan, dan dalam situasi yang tidak selalu mudah. Justru dalam ruang tugas yang berat dan penuh keterbatasan itu, prestasi ini menjadi lebih bermakna. Ia menunjukkan bahwa para penjaga hutan tetap mampu menjaga kualitas pengabdian, tetap hadir untuk melindungi hutan, tumbuhan dan satwa liar, serta membela kepentingan negara dan masyarakat. Ke depan, kita membutuhkan Polhut yang tidak hanya berani, tetapi juga cerdas, adaptif, berintegritas, dan mampu membaca perubahan modus kejahatan kehutanan. Kejahatan terus berubah, maka kapasitas Polhut juga harus terus ditingkatkan,” tegas Dwi Januanto.
Sementara itu, Direktur Pendayagunaan Sumber Daya dan Pengamanan Hutan, Suharyono, menyampaikan bahwa keikutsertaan Polhut Kementerian Kehutanan dalam Lomba Polsus Teladan Nasional merupakan bagian dari pembinaan berjenjang terhadap sumber daya manusia Polhut. “Dede Dicky Permadi dan perwakilan Polhut Kementerian Kehutanan lainnya berangkat dari proses pembinaan dan seleksi melalui Lomba Wana Lestari Tahun 2025. Artinya, capaian ini tidak lahir tiba-tiba. Ada proses pembinaan, penilaian, penguatan kemampuan, dan ketekunan dalam menjalankan tugas. Prestasi Dede menjadi bukti bahwa pembinaan Polhut harus terus dijaga, karena dari proses yang baik akan lahir aparatur yang siap mengabdi dan mampu bersaing di tingkat nasional,” ujar Suharyono.
Keikutsertaan Dede Dicky Permadi dalam Lomba Polsus Teladan Nasional Tahun 2026 merupakan bagian dari proses pembinaan Polhut berprestasi di lingkungan Kementerian Kehutanan. Sebelumnya, Kementerian Kehutanan menugaskan tiga Polhut berprestasi hasil Lomba Wana Lestari Tahun 2025 untuk mengikuti Lomba Polsus Teladan Nasional Tahun 2026, yaitu Guruh Hendra Setiawan dari Balai Penegakan Hukum Kehutanan Wilayah Kalimantan, Dede Dicky Permadi dari Balai KSDA Jakarta, dan Lembang Ferdinand Firdaus Hutasoit dari Balai Besar Taman Nasional Gunung Leuser.
Dari proses pembinaan dan keikutsertaan tersebut, Dede Dicky Permadi berhasil melanjutkan prestasi hingga meraih Juara I Polsus Teladan Nasional Tahun 2026. Capaian ini menunjukkan bahwa prestasi tersebut lahir dari pembinaan, seleksi, dan penguatan kualitas Polhut yang terus dilakukan Kementerian Kehutanan.
Prestasi ini sekaligus memperpanjang capaian Polhut Kementerian Kehutanan sebagai Juara I Lomba Polsus Teladan Nasional selama tiga tahun berturut-turut. Pada 2024, Juara I diraih Kries Coni Satriaji, Polhut Direktorat Jenderal Penegakan Hukum Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Pada 2025, Juara I kembali diraih Polhut Kementerian Kehutanan melalui Jonif Ronald Sianturi. Tahun 2026, prestasi tersebut dilanjutkan oleh Dede Dicky Permadi.
Kementerian Kehutanan terus mendorong penguatan Polhut melalui pemenuhan jumlah personel, peningkatan kapasitas kepolsusan, pemanfaatan teknologi, serta sinergi dengan Polri, Kejaksaan, pemerintah daerah, dan aparat penegak hukum lainnya. Penguatan tersebut diperlukan agar Polhut memperoleh dukungan yang sepadan dengan besarnya mandat perlindungan hutan Indonesia.
Kementerian Kehutanan menegaskan bahwa Polhut memiliki peran penting dalam perlindungan dan pengamanan hutan, kawasan hutan, hasil hutan, tumbuhan dan satwa liar, serta kepentingan negara dan masyarakat. Prestasi Dede Dicky Permadi menjadi pengingat bahwa perlindungan hutan membutuhkan aparatur yang tangguh, berintegritas, profesional, dan dipercaya publik.
Lomba tersebut diselenggarakan oleh Korps Pembinaan Masyarakat (Korbinmas) pada Badan Pemelihara Keamanan (Baharkam) Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) yang merupakan unsur Polri yang membina fungsi pembinaan masyarakat, termasuk pembinaan terhadap Polsus pada kementerian dan lembaga.(*)
Informasi lebih lanjut:
Direktur Pendayagunaan Sumber Daya dan Pengamanan Hutan, Kementerian Kehutanan,
Suharyono
Penanggung jawab berita:
Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Kerjasama Luar Negeri, Kementerian Kehutanan,
Ristianto Pribadi
Website: www.kehutanan.go.id
Youtube: Kementerian Kehutanan
Facebook: Kementerian Kehutanan
Instagram: Kemenhut
Twitter/X: @kemenhut_ri



