Berita

Upaya Perkuat Perlindungan Populasi Gajah Sumatera, Monitoring di Bentang Alam Seblat Gunakan Drone Thermal

Minggu, 10 Mei 2026 | Siaran Pers

upaya-perkuat-perlindungan-populasi-gajah-sumatera-monitoring-di-bentang-alam-seblat-gunakan-drone-thermal

SIARAN PERS
NOMOR: SP. 152/HKLN/05/2026

Jakarta, 10 Mei 2026 - Bentang Alam Seblat (BAS) merupakan salah satu habitat krusial bagi Gajah Sumatera. Sebagai wujud nyata perlindungan satwa liar, Kementerian Kehutanan melakukan monitoring lapangan untuk memantau kelompok gajah liar menggunakan teknologi drone thermal. Penggunaan pemindaian suhu ini merupakan metode perdana yang diterapkan di kawasan BAS.

Dari hasil monitoring tersebut, teridentifikasi satu kelompok gajah liar berjumlah 17 ekor, terdiri dari 4 ekor anakan dan 13 ekor remaja hingga dewasa. Keberadaan anakan dalam kelompok ini menunjukkan bahwa proses reproduksi dan regenerasi populasi masih berlangsung di habitat alami Bentang Alam Seblat.

Kegiatan monitoring ini menjadi sangat penting, terutama setelah adanya kejadian kematian 2 ekor gajah liar beberapa waktu lalu, serta sejumlah kasus kematian gajah yang juga pernah terjadi pada tahun-tahun sebelumnya di kawasan Bentang Alam Seblat dan sekitarnya. Berbagai peristiwa tersebut menjadi pengingat bahwa gajah sumatera masih menghadapi tekanan serius, baik akibat konflik manusia dan satwa liar, degradasi habitat, maupun ancaman lainnya.

Penggunaan drone thermal merupakan salah satu bentuk inovasi dan penguatan upaya konservasi yang dilakukan Kementerian Kehutanan dalam mendukung perlindungan gajah sumatera di habitat alaminya. Teknologi ini memungkinkan proses pemantauan dilakukan secara lebih efektif pada area yang sulit dijangkau, sekaligus meminimalkan gangguan terhadap perilaku alami satwa liar. Selain itu, data yang diperoleh diharapkan dapat menjadi dasar dalam penyusunan langkah perlindungan dan pengelolaan habitat yang lebih tepat sasaran.

Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bengkulu, Agung Nugroho menyampaikan bahwa keberhasilan monitoring ini menjadi langkah awal yang penting dalam penguatan upaya konservasi gajah sumatera di Bentang Alam Seblat.

“Penggunaan drone thermal dalam monitoring gajah liar di Bentang Alam Seblat merupakan terobosan baru yang sangat membantu tim di lapangan. Dari hasil pemantauan ini, kita dapat mengetahui secara langsung keberadaan kelompok gajah beserta struktur populasinya tanpa memberikan gangguan yang signifikan terhadap satwa. Ini menjadi bagian dari komitmen Kementerian Kehutanan melalui BKSDA Bengkulu dalam memperkuat perlindungan dan pelestarian gajah sumatera,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa kelompok yang berhasil dipantau tersebut baru merupakan satu dari beberapa kelompok gajah liar yang berada di kawasan BAS. Oleh karena itu, kegiatan monitoring dan pengamanan habitat akan terus dilakukan secara berkelanjutan guna memastikan seluruh kelompok gajah di Bentang Alam Seblat tetap terpantau dan terlindungi.

“Kami berharap seluruh pihak dapat bersama-sama menjaga habitat gajah sumatera dan mendukung upaya konservasi yang sedang dilakukan. Keberadaan gajah sumatera merupakan bagian penting dari ekosistem hutan yang harus kita jaga bersama,” tambahnya.

Kementerian Kehutanan mengajak seluruh pihak untuk terus mendukung upaya pelestarian gajah sumatera beserta habitatnya, sehingga keberadaan satwa dilindungi tersebut dapat terus terjaga untuk generasi mendatang.
__

Informasi lebih lanjut:
Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bengkulu,
Agung Nugroho

Penanggung jawab berita:
Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Kerjasama Luar Negeri, Kementerian Kehutanan,
Ristianto Pribadi

Website: www.kehutanan.go.id
Youtube: Kementerian Kehutanan
Facebook: Kementerian Kehutanan
Instagram: Kemenhut
Twitter/X: @kemenhut_ri