Upaya Serius Kemenhut Rescue Satwa Liar Terdampak Karhutla
Kamis, 17 Sep 2026 | Siaran Pers

SIARAN PERS
Nomor: SP. 534/HKLN/09/2026
Kayong Utara, 17 September 2026. Kementerian Kehutanan terus fokus operasi penanggulangan Karhutla sekaligus melakukan rescue atau penyelamatan satwa terdampak Karhutla. Upaya ini tidak main-main melibatkan masyarakat agar hasilnya optimal. Simak proses rescue terbaru satwa liar korban Karhutla.
Kementerian Kehutanan melalui KSDA Wilayah 1, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Barat bersama masyarakat sukses menggelar operasi penyelamatan (rescue) terhadap tiga individu orangutan yang terdampak Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Kabupaten Kayong Utara.
Keberhasilan operasi ini merupakan hasil kolaborasi solid antara Tim WRU dan BKO BKSDA Kalbar, Yayasan IAR Indonesia (YIARI), Yayasan Palung, serta partisipasi aktif masyarakat melalui Lembaga Pengelola Hutan Desa (LPHD) Padu Banjar dan Penjalaan.
Lokasi evakuasi pertama berlangsung di Dusun Sinar Timur, Desa Penjalaan. Pada 10 September 2026, seorang warga bernama Bapak Ade melaporkan keberadaan orangutan di kebun sawitnya. Laporan ini diteruskan secara berjenjang hingga memicu pergerakan tim gabungan pada pagi hari, 12 September 2026.
Tim berhasil membius dan menyelamatkan satu induk betina berusia sekitar 20 tahun yang diberi nama "Mama Penja", beserta anak jantannya berusia 1 tahun bernama "Penja". Dari pemeriksaan medis di lokasi, dokter YIARI menemukan luka bakar pada tangan dan kaki Mama Penja. Tim langsung memberikan pengobatan, antibiotik, serta mengambil sampel medis sebelum mengevakuasi keduanya ke Pusat Rehabilitasi YIARI.
Tepat setelah operasi di Desa Penjalaan selesai pada 12 September 2026, tim langsung bergerak menuju lokasi kedua di Desa Padu Banjar. Sehari sebelumnya, LPHD setempat melaporkan adanya orangutan jantan dewasa yang masuk ke kebun dan mendekati permukiman karena hutan sekitarnya habis terbakar.
Pada pukul 12.59 WIB, tim sukses mengevakuasi orangutan jantan berusia sekitar 15 tahun tersebut. Melalui pemindaian microchip, satwa ini teridentifikasi sebagai "Kumbang", individu yang sebelumnya juga pernah diselamatkan pada Februari 2022.
Pemeriksaan awal menunjukkan Kumbang dalam kondisi liar dan relatif sehat. Namun, tim dokter menemukan benjolan luka lama bekas peluru senapan angin serta gejala batuk yang diduga kuat akibat paparan pekatnya asap Karhutla.
Saat ini, ketiga orangutan tersebut telah diamankan di Pusat Rehabilitasi YIARI untuk observasi dan penanganan medis lebih lanjut. Pelepasliaran kembali ke habitat aslinya terpaksa ditunda sementara waktu, menunggu kondisi cuaca membaik dan area hutan dipastikan benar-benar aman dari ancaman titik api.
Jumlah hotspot dengan tingkat kepercayaan tinggi atau high confidence secara nasional kembali menunjukkan penurunan. Berdasarkan pemantauan hingga Rabu malam (16/9), terdeteksi 479 hotspot high confidence, turun sebanyak 558 titik dibandingkan sehari sebelumnya. Kementerian Kehutanan bersama tim gabungan tetap memperkuat pengendalian di lapangan karena risiko kebakaran dan dampak asap masih terjadi di sejumlah wilayah, termasuk ancaman terhadap habitat dan satwa liar.
BKSDA Kalimantan Barat bersama Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi Indonesia (YIARI) mencatat sebanyak 23 orangutan telah dievakuasi, disertai individu satwa liar lainnya yang terdiri atas 9 trenggiling, 3 kukang, 1 bekantan, 1 musang, dan 1 lutung kelabu. Tim juga tetap melakukan pemantauan satwa pada kawasan terbakar dan menyiagakan tim medis selama 24 jam.
Kementerian Kehutanan mengimbau masyarakat tidak melakukan penangkapan atau evakuasi satwa liar secara mandiri. Apabila menemukan satwa liar terdampak karhutla, masyarakat diminta menghubungi petugas, menyebutkan lokasi secara jelas, menjelaskan kondisi satwa, mendokumentasikan apabila aman dilakukan, dan menyerahkan proses penanganan kepada petugas.
Untuk wilayah Kalimantan, masyarakat dapat menghubungi Call Center Penyelamatan Satwa Liar: Balai KSDA Kalimantan Barat di 0811-577-6767, Balai KSDA Kalimantan Tengah di 0811-5218-500, dan Balai KSDA Kalimantan Timur di 0821-1333-8181.
Informasi lebih lanjut:
Kepala Balai KSDA Kalimantan Barat,
Murlan Dameria Pane
Penanggung jawab berita:
Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Kerjasama Luar Negeri, Ristianto Pribadi
Website: www.kehutanan.go.id
YouTube: Kementerian Kehutanan
Facebook: Kementerian Kehutanan
Instagram: Kemenhut
Twitter/X: @kemenhut_ri



