Berita

Update Hari Ke-49, Kemenhut Dukung Pembangunan Hunian Sementara dan Pemulihan Ekonomi Masyarakat Pasca Bencana

Senin, 19 Jan 2026 | Berita

update-hari-ke-49-kemenhut-dukung-pembangunan-hunian-sementara-dan-pemulihan-ekonomi-masyarakat-pasca-bencana

Kementerian Kehutanan bersama TNI dan Kementerian PUPR terus mengintensifkan penanganan pascabencana hidrometeorologi di Aceh Utara dan Sumatera Utara melalui pemanfaatan kayu hanyutan guna mendukung pembangunan hunian sementara (huntara) dan pemulihan lingkungan.

Personel Kementerian Kehutanan dikerahkan di Kecamatan Langkahan untuk melaksanakan aksi bersih fasilitas umum dan pembersihan material kayu. Kegiatan tersebut didukung 40 unit alat berat lintas instansi yang melibatkan Kemenhut, TNI, dan Kementerian PUPR. Hingga 18 Januari 2026, luas area yang berhasil dibersihkan mencapai ±27,5 hektare.

Sementara itu, di Aceh Tamiang, tim Manggala Agni bertugas membersihkan rumah warga di Dusun Tengah, Desa Setia, Kecamatan Karang Baru, sedangkan Tim Gakkum melakukan penjagaan terhadap tumpukan kayu dari Pesantren Darul Mukhlisin. “Penanganan di lapangan kami bagi sesuai fungsi tim agar pembersihan dan pengamanan dapat berjalan efektif dan tertib,” ujar Kepala Balai Besar Taman Nasional Gunung Leuser (BBTNGL),
Subhan.

Di wilayah Garoga, Huta Godang, dan Aek Ngadol, Kementerian Kehutanan mengerahkan 3 unit ekskavator capit untuk pembersihan dan penumpukan kayu di sekitar permukiman dan Sungai Garoga serta pembukaan area hunian tetap di Kelurahan Aek Pining. Pada 18 Januari 2026, dihasilkan 129 keping kayu olahan dengan volume 2,0560 meter kubik, sehingga total akumulasi mencapai 2.134 keping dengan volume 30,1707 meter kubik. “Pemanfaatan kayu hanyutan ini diarahkan secara terukur untuk mendukung pembangunan hunian sementara dan kebutuhan masyarakat terdampak,” ujar Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Sumatera Utara, Novita Kusuma Wardani.

Kayu hasil pemilahan di Desa Geudumbak dimanfaatkan untuk pembangunan hunian sementara bekerja sama dengan Rumah Zakat. Hingga saat ini telah dibangun 25 unit hunian sementara, dengan rincian 12 unit masih dalam proses pembangunan, 8 unit telah dihuni warga, dan 5 unit dalam tahap penyelesaian akhir. Di wilayah Garoga, jumlah kayu yang telah dimanfaatkan untuk hunian sementara di Desa Batu Hula dan dapur umum Desa Garoga tercatat 1.795 keping dengan volume 23,8256 meter kubik, tanpa penambahan pengangkutan pada 18 Januari 2026.

Selain pemulihan fisik, kondisi ekonomi masyarakat terdampak mulai menunjukkan perkembangan positif, ditandai dengan berlangsungnya panen hasil kebun berupa jeruk nipis serta kios-kios masyarakat yang kembali beroperasi dan melayani aktivitas jual beli.


Jakarta, 19 Januari 2026
Informasi lebih lanjut:

  1. Kepala Balai Besar Taman Nasional Gunung Leuser (BBTNGL),
    Subhan
  2. Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Sumatera Utara,
    Novita Kusuma Wardani

Penanggung jawab berita:
Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Kerjasama Luar Negeri, Kementerian Kehutanan,
Ristianto Pribadi

Website: www.kehutanan.go.id
Youtube: Kementerian Kehutanan
Facebook: Kementerian Kehutanan
Instagram: Kemenhut
Twitter/X: @kemenhut_ri