Wamenhut: Mitigasi Konflik Manusia dan Gajah Sumatera Harus Hadirkan Rasa Aman bagi Masyarakat
Jumat, 03 Jul 2026 | Siaran Pers

SIARAN PERS
NOMOR: SP.258/HKLN/07/2026
Lampung Timur, 2 Juli 2026 – Bagi masyarakat yang tinggal di sekitar Taman Nasional Way Kambas, hidup berdampingan dengan Gajah Sumatera merupakan bagian dari keseharian. Di balik kekayaan keanekaragaman hayati tersebut, terdapat tantangan yang harus dihadapi bersama, yakni meningkatnya interaksi antara manusia dan gajah liar yang berdampak pada keselamatan warga, keberlangsungan mata pencaharian, serta kelestarian satwa yang dilindungi.
Menjawab tantangan tersebut, Wakil Menteri Kehutanan Rohmat Marzuki melakukan kunjungan kerja ke Taman Nasional Way Kambas (TNWK), Kabupaten Lampung Timur, Kamis (2/7), guna memperkuat koordinasi sekaligus memastikan pelaksanaan program mitigasi konflik manusia dan Gajah Sumatera berjalan efektif, terukur, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Kegiatan diawali dengan pengarahan dan pembinaan yang turut dihadiri perwakilan Pemerintah Provinsi Lampung, Asisten Bidang Administrasi Umum Pemerintah Kabupaten Lampung Timur, Danrem 043/Garuda Hitam, Dirkrimsus Polda Lampung, Dandim Lampung Timur, Kepala Kejaksaan Tinggi Lampung, Rektor Institut Teknologi Sumatera (ITERA), jajaran Kementerian Kehutanan, Komite Mitigasi dan Penanganan Interaksi Negatif Gajah Sumatera, serta para mitra konservasi.
Dalam arahannya, Wakil Menteri Kehutanan menegaskan bahwa Taman Nasional Way Kambas merupakan salah satu benteng terakhir habitat Gajah Sumatera. Dengan luas kawasan sekitar 125.631 hektare, taman nasional ini menjadi habitat bagi sekitar 146–170 individu Gajah Sumatera.
Di sisi lain, meningkatnya interaksi antara manusia dan gajah liar menjadi tantangan yang membutuhkan perhatian serius. Dari 38 desa penyangga kawasan, sebanyak 17 desa mengalami interaksi langsung dengan gajah liar. Dalam tiga tahun terakhir, jumlah kejadian terus meningkat dari 114 kasus pada 2023, menjadi 128 kasus pada 2024, dan 140 kasus pada 2025.
“Penanganan interaksi negatif gajah di Taman Nasional Way Kambas bukan hanya isu konservasi, tetapi juga isu kemanusiaan, keamanan wilayah, dan keberlanjutan kehidupan masyarakat di sekitar kawasan,” tegas Wakil Menteri.
Wakil Menteri menjelaskan bahwa arahan Presiden Prabowo Subianto terkait dukungan terhadap kegiatan mitigasi dan penanganan interaksi negatif Gajah harus ditindaklanjuti. Program tersebut tidak semata berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga membangun sistem mitigasi yang lebih permanen, meningkatkan keselamatan masyarakat, serta memastikan kelangsungan hidup Gajah Sumatera di habitat alaminya. Upaya ini juga menjadi bagian dari komitmen Kemenhut dalam mendukung target Indonesia's FOLU Net Sink 2030 melalui penguatan perlindungan kawasan hutan dan konservasi keanekaragaman hayati secara berkelanjutan.
Ia juga mengingatkan bahwa setiap penyesuaian dalam pelaksanaan program harus tetap berpijak pada kebutuhan di lapangan, memiliki dasar yang jelas, dan tidak menggeser tujuan utama, yaitu menurunkan intensitas interaksi negatif antara manusia dan gajah.
“Keberhasilan program ini harus diukur dari dampaknya: apakah kejadian interaksi negatif menurun, apakah masyarakat merasa lebih aman, apakah gajah lebih terlindungi, dan apakah tata kelola kawasan menjadi lebih kuat.”
Usai pengarahan, Wakil Menteri bersama rombongan meninjau Resort Margahayu, melakukan penanaman sereh merah, menghadiri groundbreaking pembangunan view deck di Pusat Latihan Gajah Way Kambas, meninjau pembangunan embung, berinteraksi dengan gajah binaan, serta meninjau pembangunan Gerbang Utama TN Way Kambas dan pagar pipa baja.
Menutup arahannya, Wakil Menteri mengajak seluruh pemangku kepentingan menjadikan kunjungan kerja ini sebagai momentum untuk memperkuat kolaborasi, mempercepat penyelesaian pekerjaan prioritas, serta membangun model mitigasi konflik manusia dan satwa liar yang berbasis data, teknologi, dan partisipasi masyarakat.
Melalui langkah tersebut, diharapkan konservasi tidak hanya menjaga kelestarian Gajah Sumatera, tetapi juga menghadirkan rasa aman, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta memperkuat pengelolaan kawasan konservasi secara berkelanjutan.
Penanggung jawab berita:
Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Kerjasama Luar Negeri, Kementerian Kehutanan,
Ristianto Pribadi
Website: www.kehutanan.go.id
Youtube: Kementerian Kehutanan
Facebook: Kementerian Kehutanan
Instagram: Kemenhut
Twitter/X: @kemenhut_ri



